CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
SYAL KENANGAN


__ADS_3

NARITA POV


 


Kejadian pingsan hari ini mengharuskanku untuk pulang lebih cepat dari biasanya atau pulang sebelum jam pulang kantor tiba. Setelah turun dari taxi, dibantu oleh sopir taxi menurunkan koperku yang berukuran besar. Tak bisa dipungkiri, badanku masih terasa lemas, bahkan untuk berjalan sembari menggeret koper saja rasanya berat sekali.


 


Aku sengaja melewati pintu samping, hingga terlebih dahulu memasuki pavilliun 101. Pada saat telah memasuki rumah utama, karena fokus memperhatikan koper yang sepertinya sulit digeret, aku malah menabrak seorang ART yang tengah membawa setumpuk baju laundrian di kedua tangannya.


 


“Maaf,,maaf” beberapa laundrian yang terbungkus plastik itu jatuh berserakan di lantai. Kami berdua pun spontan berjongkok bersamaan untuk bersama-sama mengambil baju-baju yang berserakan tersebut.


 


“Gak papa kok” jawabnya.


 


“Ini?” semua baju telah tersusun dengan rapi di lantai, tapi ada satu barang di plastik yang menarik perhatianku, aku sangat mengenal benda ini.


 


Itu adalah sebuah syal rajut berwarna merah muda dan biru dongker. Itu adalah syal buatanku dan dulu sengaja kuberikan kepada Davis sebagai hadiah karena dia selalu menghadiahi kado sehingga aku bermaksud memberinya sesuatu yang berkesan meskipun tidak mahal. Syal itu kubuat sendiri dengan tanganku ketika aku baru bisa merajut. Syal itu kubuat kombinasi warna pink di bagian list atas dan bawah sedangkan bagian tengahnya didominasi warna biru dongker. Aku sengaja memilih warna pink dan biru dongker karena kedua warna itu menandakan warna favorit aku dan Davis. Di bagian ujung syal itu kubuat tulisan inisial nama kami berdua D&N.


 


Namun entah apa yang terjadi, syal itu terlihat sudah tidak utuh lagi, di beberapa bagian sudah terpotong namun sepertinya diperbaiki rajutannya agar tidak mudah lepas benang-benangnya. Sangat jelas terlihat kalau syal itu sudah tidak dalam kondisi utuh, lalu untuk apa dilaundri? Apakah syal itu masih digunakan Davis? Terlalu banyak pertanyaan di dalam otakku.


 


“Sini!” ART itu kemudian mengambil syal dari tanganku.


 


Kemudian si ART segera berdiri dengan mengangkat kembali tumpukan baju itu.


 


“Tunggu!” aku segera menghentikan Langkah ART itu.


 


“Ada apa lagi? Sudah tidak ada yang tertinggal kok”


 

__ADS_1


“Barang itu, boleh aku tau kenapa bisa terkoyak rajutannya?” si ART yang merasa kerepotan dan berat membawa tumpukan itu, akhirnya menganggukan kepala dan menggiringku untuk duduk di kursi makan deket dapur.


 


“Hufh,,sorry kita bicara di sini aja ya, sekalian aku juga mau istirahat. Gak mungkin juga aku menjelaskan mengenai syal ini sambil berdiri” aku pun mengangguk lalu berkata “Memangnya tidak apa-apa kalau kau tidak langsung membawanya ke kamar tuan-tuan kita?”


 


Si ART melirik arloji yang melingkar di tangan kirinya sambil berkata “Masih ada waktu kok, tuan kita gak mungkin pulang di jam segini!”


“Jadi, apa tadi yang ingin kau tanyakan?”


 


“Syal itu---”


 


“Owh ya. Itu syal bersejarah milik tuan muda Davis. Ibaratnya syal itu jimat tuan Davis, karena dia akan membawanya ke manapun ketika dia pergi”


 


“Owh ya?” mataku terbelalak mendengar penuturan si ART. Sungguh aku tak menyangka kalau Davis sangat menyayangi syal pemberianku.


 


 


“Jadi dulu itu, bertepatan dengan musim dingin, tuan Davis dan asisten pribadinya yang bernama tuan Rio datang dari Indonesia ke Australia untuk menjenguk Mommy dan Daddy nya di rumah sakit. Setelah lebih dari 7 bulan Ny. Mirsha dan Tn. Dawson terbaring di rumah sakit karena kecelakaan, akhirnya keduanya siuman secara bersamaan. Kabar siumannya tuan dan nyonya Oxley awalnya merupakan kabar yang menggembirakan bagi semua anggota keluarga inti. Namun, ternyata sebuah musibah terjadi setelahnya. Ketika tuan Davis dan tuan Rio berkendara menuju rumah sakit, justru mobil mereka mengalami kecelakaan parah. Mobilnya tertabrak truk kontainer dari belakang hingga kondisi mobil rusak parah dan tak berbentuk. Kecelakaan itulah yang menyebabkan tuan Rio meninggal di tempat sedangkan tuan Davis mengalami koma selama 6 bulan di rumah sakit.”


 


Mataku berkaca-mata mendengarkan cerita ART itu. Aku tak menyangka kejadiannya sebegitu tragisnya. Rasanya air di pelupuk mataku sudah tidak tertahan lagi, namun sekuat tenaga aku harus menahannya. Dia menjeda ceritanya karena memperhatikan ekspresiku.


 


“Lalu?” karena dia tak kunjung melanjutkan ceritanya, aku pun akhirnya buka suara dengan suara serakku.


 


“Kau tidak apa-apa?” aku mengangguk untuk membuatnya yakin bahwa ‘aku baik-baik saja’.


 


“Sebulan setelah kejadian itu, Tn. dan Ny. Ox sudah diijinkan untuk keluar dari rumah sakit, namun duka keluarga tak berhenti sampai di sana, karena tuan Davis masih belum sadar juga. Setelah 6 bulan lamanya, akhirnya Tn. Davis tersadar dari tidur panjangnya dan hal yang pertama kali yang diingat dan dimintanya adalah syal berwarna pink dan biru dongker ini”


 

__ADS_1


“Lalu, apa kecelakaan itu yang membuatnya amnesia?” spontan ART itu menjawab dengan anggukan kepala.


 


“Butuh waktu 2 bulan, keluarga baru mengetahui bahwa Tn. Davis mengalami amnesia berat. Karena pada awal masa-masa siumannya, dia hanya bisa membuka mata, menangis tanpa bersuara, dan ketika bersuara hanya mengeluarkan kata ‘syal’”


 


“Apakah semua anggota keluarga dikabari kalau Tn. Davis mengalami kecelakaan? Apalagi separah itu?” si ART menggelengkan kepalanya.


 


“Mengapa?” nada suaraku mulai meninggi.


 


“Na, ada banyak hal yang dipertimbangkan oleh orang-orang seperti mereka. Pengusaha sukses seperti mereka, banyak memiliki musuh Na. Kecelakaan yang menimpa Tn. dan Ny. Ox saja denger-denger karena ulah lawan bisnis mereka. Kemungkinan besar kecelakaan yang menimpa Tn. Davis juga demikian”


 


“Lalu?”


 


“Hmm, kami semua yang berada di rumah ini diangkat sumpah untuk tidak membocorkan berita kecelakaan ini ke publik maupun sanak famili yang lain. Kecelakaan yang menimpa orang tua dan adiknya, seluruh keluarga ini di sini sengaja ditutupi karena kalau sampai diketahui banyak pihak, akan terjadi kegaduhan dalam perebutan kekuasaan, dimanfaatkan pihak musuh untuk membunuh targetnya di rumah sakit apabila tau kalau targetnya ternyata belum meninggal. Bahkan pihak rumah sakit pun juga disumpah hal yang sama dengan kami”


“Jadi kecelakaan yang menimpa beberapa orang penting di OXC sama sekali tak mengguncang perusahaan ini. Seolah tak pernah terjadi apa-apa”


 


Aku tak mampu menahan lagi deraian air mata yang tiba-tiba lolos dari ujung kedua mataku. Aku menangis dalam diam. Beberapa kali aku mengusap dan menghapus air mataku dengan tangan.


 


“Na, apa kau terharu mendengarnya?” pertanyaan ART langsung kujawab dengan anggukan kepala, lalu dia kini menepuk-nepuk punggung kedua tanganku. Lebih baik saat ini aku berbohong terlebih dahulu.


 


“Jadi, Tn. Davis hilang ingatan tapi dia mengingat dan mengenang syal itu?” tanyaku masih sembari menghapus air mata.


 


“Nah itu dia, Na. Syal itu awalnya dijadikan sebagai barang bukti di kepolisian. Namun, sama pihak keluarga, syal itu diminta kembali, yang akhirnya permintaan itu dikabulkan oleh pihak kepolisian. Pada saat diberikan ke kami, kondisinya kaku, penuh dengan darah yang mengering, dan bentuknya sudah tak beraturan lagi, banyak sisi yang sudah terkoyak. Tn. Drake akhirnya berpesan kepada kami untuk memasukkannya ke laundrian khusus agar dapat bersih maksimal namun tak akan merusak kondisi syal rajut ini, dari kondisi saat ini. Kamu tau Na, karena barang itu ditanyakan terus menerus oleh Tn. Davis, Tn Drake meminta kami untuk memasukkan ke laundry kilat dan terpercaya. Kurang dari 12 jam, syal ini warnanya telah kembali seperti sedia kala. Namun mengingat beberapa bagian telah robek, jadi beberapa sisi rajutan benangnya berhamburan. Dalam waktu singkat, Tn. Drake langsung mendatangkan pengrajin khusus untuk memperbaiki rajutannya namun tetap mempertahankan robekannya.


 


“Lalu, apa yang dia lakukan dengan syal itu?” tanyaku kembali.

__ADS_1


__ADS_2