CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
PERMINTAAN DAVIS


__ADS_3

Saat ini para peserta tour berkumpul di suatu lokasi yang teduh dan lebar. Mereka duduk lesehan di atas tikar. Silvi dan dibantu beberapa orang mulai membagikan makan siang dan minuman.


Sementara itu nampak dari kejauhan Davis, Bagas, Aldi mendekat kearah peserta tour yang sedang duduk, entah darimana mereka.


“Bro, duduk sini aja yuk!” ajak Davis ke Bagas dan Aldi sambil duduk di dekat Narita. Mata orang-orang yang lain mengarah ke mereka bertiga semua.


“Ini ya guys makanannya” kata Silvi sembari menyerahkan 5 tumpukan makanan di depan Narita, Sriti, Davis, Bagas, dan Aldi.


Mereka pun mulai membuka nasi kotaknya masing-masing.


“Vis, loe udah bisa gerakin tangan kanan loe? Bukannya tadi kesleo ya?” tanya Bagas karena melihat Davis membuka nasi kotaknya dengan tangan kiri. Mereka berempat spontan menatap Davis, apalagi Sriti dan Narita heran, baru tau kalau Davis kesleo tangannya.


“Tangan Davis kesleo kapan? Di mana? Kok kami baru tau.” Tanya Sriti.


“Tadi waktu kami ganti baju, karena lantai toilet licin, Aldi terpleset dan hampir jatuh, untung Davis segera menarik tangan Aldi agar gak terjatuh, tapi malangnya malah justru Davis yang terpelanting, tangannya tak cukup kuat dan siap untuk menahan badannya” Bagas menjelaskan sambil mulai menyuap makanannya.


Sementara itu Davis masih menatap nanar makanan di depannya. Sesekali dia melirik ke Narita.


Malu gak ya minta tolong Kak Na nyuapin?


Ah daripada minta tolong Aldi atau Bagas, lebih gengsi lagi. – batin Davis senyum-senyum sendiri.


“Kak Na, maukah Kakak nyuapin aku?” pinta Davis membuat semua yang ada di sekitar mereka menoleh ke arah Davis dan Narita bergantian. Narita pun kaget mendengar permintaan Davis.


Mereka heran kenapa bisa Davis meminta hal itu kepada orang yang belum ada sehari dia kenal.


“Ah loe manja, sini gue yang suapin loe” Aldi meraih paksa nasi kotak di pangkuan Davis kemudian mulai menyuapi Davis dengan kasar.


“Loe kasar banget nyuapinnya, sini deh daripada loe gak ikhlas” Davis merebut kembali makanannya menggunakan tangan kiri.


Dengan bersusah payah Davis menyendok nasi dan sayur dengan tangan kirinya. Narita memperhatikannya dan rasanya dia tidak tega.


“Sini aku suapin” Narita meraih nasi kotak Davis, menyendok nasi dan sayur lalu tanpa sungkan Davis menerima suapan dari Narita.

__ADS_1


Davis yang mendapat perlakuan seperti itu dari Narita hanya senyum-senyum merasa menang.


Narita telah selesai dengan makanannya dan masih menyuapi Davis “Aaak Vis,,kamu disuapin bukannya konsen makannya malah disambi sendau gurau”. Merasa membuat Narita sebel, Davis hanya cengir tersenyum.


“Jangan bilang loe lagi pedekate sama Kak Na?” bisik Bagas di telinga Davis karena dari tadi Bagas memperhatikan gelagat Davis yang selalu menempel pada Narita.


“Ngaco loe, gaklah” jawab Davis pelan namun ketus sambil melotot ke arah Bagas.


Tiba-tiba tangan kiri Davis menyentuh lembut kepala Narita, membuat Narita yang sedang membereskan sisa kotak makan Davis terperangah kaget dengan perlakuan Davis.


“Maaf kak, ada daun jatuh di rambut kakak, ini!” Davis menunjukkan daun kuning di tangannya.


“Makasih” jawab Narita singkat.


“Sama-sama Kak, Makasih juga untuk suapannya” kata Davis malu-malu.


“Vis, loe aneh deh” Aldi menyenggol lengan Davis dengan lengannya karena merasa terheran dengan sikap Davis kali ini. Davis tak membalas, hanya menatap dengan tajam ke Aldi seolah berkata ssttt diem loe.


“Kak Na sholat juga?” tanya Davis melihat Narita yang mengeluarkan mukena kecil dari tasnya.


“Iya, mau ikut!” ajak Narita tanpa melihat Davis dan masih membereskan tasnya.


“Hehehe, aku jagain tas Kak Narita sama Mbak Sriti aja ya” Davis sembari menunjukkan kalung bersimbol keyakinannya.


“Oke. Nitip tas ya Vis” kata Sriti lalu berlalu Bersama Narita meninggalkan Davis.


Sementara Bagas dan Aldi juga melaksanakan ibadahnya Bersama rombongan yang lain.


Davis memainkan ponselnya, tiba-tiba ada telponnya berdering. Davis menatap malas ponselnya karena tau siapa yang menelponnya.


“Vis, loe kemana sie? Gue ke rumah loe tapi kata Mommy loe jalan-jalan”


“Loe gak ngajak gue sengaja mau melarikan diri dari gue ya?” suara Alin di seberang sana.

__ADS_1


“Loe gak bakal mau lin, gue backpakeran, loe gak bakal suka” jawab Davis malas.


“Sama siapa aja?” terdengar suara Alin sudah mulai bernada sebel.


“Bagas, Aldi sama beberapa tim basket gue” Davis sembari merebahkan badannya di tikar.


“Vis, sehari belum ketemu loe, gue kangen” mendengar pernyataan Alin, Davis memutar bola matanya.


“Bawain gue oleh-oleh ya, Sayang!” lanjut Alin.


“Iya gue bawain, nanti kalau gue udah sampe rumah, gue kabarin, loe ambil sendiri di rumah gue ya!” meskipun Davis tak suka Alin, tapi Davis tak pernah menolak permintaan Alin, dia selalu berusaha manis di telpon maupun di hadapan Alin langsung.


Kala itu belum ada video call seperti jaman sekarang. Setelah menutup telpon Alin, Davis menutup matanya untuk tidur sejenak.


“Vis, katanya mau jagain tas, malah ditinggal tidur sie!” suara Sriti mengagetkan tidur Davis, seketika itu Davis terbangun dengan mata yang masih terpejam.


Sesaat kemudian dia mulai tersadar, mengerjapkan matanya berkali-kali, dan tersenyum sembari bilang “Maaf, habisnya enak adem di bawah pohon gini”.


Setelah acara ishoma, mereka kembali menyebar ke sekitar curug. Ada taman tempat penangkaran kupu, di mana ada berbagai macam kupu-kupu cantik.


“Aku siap jadi tukang foto kalian Kakak-Kakakku.” Kata Davis dengan beraninya Davis di posisi tengah dan merangkul ke bahu Narita dan Sriti. Dengan tinggi badan yang cukup berbeda antara kedua cewek itu dengan Davis, sangat mudah baginya merangkul Sriti dan Narita.


Sriti dan Narita hanya bisa menggeleng-geleng kepalanya.


Dasar anak kecil – batin Sriti.


Sriti dan Narita sudah tidak kaget lagi dengan sikap Davis. Tak butuh waktu lama untuk bisa akrab dengan Davis. Kepribadian Davis yang sangat ramah, baik, kadang manja tapi juga kadang perhatian, open minded dan sangat mudah mengenal orang asing.


Begitu pun dengan Davis, dia sudah tidak sungkan lagi berdekatan dengan Narita dan Sriti sejak tadi dengan tanpa sadar Narita menyuapi cemilan pada Davis, dan pada saat tadi Davis memintanya menyuapi makan siang, Narita mau menurut kemauannya.


Davis memoto Sriti dan Narita menggunakan kamera Sriti dan Narita. Namun, tak menyia-nyiakan kesempatan dia juga memoto objek kupu-kupu yang cantik. Entah kenapa, sesekali Davis mencuri momen memoto Narita secara candid.


Sriti dan Narita nampak Bahagia dengan hasil bidikan kamera Davis, selalu bagus seperti fotografer professional. Selalu bisa mengambil posisi dan background yang oke, malah tak jarang Davis mengarahkan gaya ke keduanya demi mendapatkan hasil yang alami.

__ADS_1


__ADS_2