CINTAKU BERAKHIR PADAMU

CINTAKU BERAKHIR PADAMU
GOSIP MENYEBAR


__ADS_3

DANIEL POV


Berani sekali dia mencium Narita di depan semua karyawannya. Dia pikir perbuatannya ini gak akan menimbulkan fitnah?. Aku sie masa bodoh kalau fitnah itu hanya mengenai dirinya, tapi kalau sudah menyangkut Narita, aku gak terima.


Yah, mungkin dia tak berniat mencium, tapi konyol sekali reflek nafas buatan yang dilakukannya tadi!!! Kenapa dia tak meminta Sherly atau Mirna untuk melakukannya?. Dan kenapa juga tadi aku gak menghentikan perbuatan bodohnya itu?


Aku hanya kasian kalau Narita mengetahui hal ini. Narita dijadikan bahan gosip atas sesuatu hal yang tak dia sengaja lakukan. Ck,,,


Aku pun berusaha mencari tau, ada hubungan apa antara Davis dan Narita. Dan sepertinya dari jawaban Narita yang spontan dan tanpa beban, memang mereka tidak memiliki hubungan apa-apa. Tapi aku yakin seyakin-yakinnya kalau Mr. Dav menyukai Narita.


Lalu? Kenapa Narita bersikap biasa-biasa saja dengan Mr. Dav? Apa mungkin Narita tidak tau kalau Mr. Dav menyukainya? Atau Narita pura-pura tidak tau? Atau mungkin Narita memang tidak mau tau karena dia tidak menyukainya?


Ahhh kenapa banyak sekali pertanyaanku yang gak dijawab Narita sie?           


Hufh, konyolnya lagi kenapa tadi aku seolah mendesaknya untuk mengungkapkan perasaannya terhadapku? Padahal kan aku sudah berjanji dalam hatiku untuk memberinya kesempatan untuk merasakan perasaanku.


Debrakkk….


“Mr. Daniel? Kenapa?” sopirku terkaget ketika aku diluar kendali menggebrak mobil. Ya aku duduk di samping pak sopir.


Tindakanku menggebrak dashboard mobil spontan membuat seisi mobil terkaget. Duh lagi-lagi aku harus mencari alasan masuk akal untuk menutupi kebohonganku.


“Tadi ada nyamuk di sekitaran sini, hehe” aku berkilah sembari nyengir.


“By the way, ada hubungan apa ya antara Mr. Dav dan kak Na?” aku mencuri dengar mereka yang duduk di belakang sudah mulai menggunjingkan kejadian tadi, pertanyaan yang sama seperti apa yang aku pikirkan.


“Kalau tidak ada hubungan, mana mungkin Mr. Dav sepanik itu sampe-sampe spontan memberi nafas buatan”


“Apa mungkin Mr. Dav menyukai kak Na?”


“Lha terus cewek-cewek cantik yang sering ke kantor dan yang tadi pagi mengantarnya sarapan, siapa mereka?”


“Whahhh, misterius sekali Mr. Dav ini”

__ADS_1


“Gak mungkin aku mencari tau dari Mr. Dav. Jalan satu-satunya mencari tau dari Narita” ujar Sherly bersemangat.


“Kira-kira kalau beneran Mr. Dav menyukai kak Na, apa menurut kalian kak Na bakal menerima?” tanya Mirna membayangkan apa yang akan terjadi. Aku pun hanya terdiam menyimak dengan seksama apa yang mereka bicarakan.


“Menurutku 80% gak!” yakin Sherly.


“Kenapa?” kami semua yang di mobil serempat bertanya demikian.


“Aku tau Narita itu bukan hanya mencari pacar/kekasih, tapi dia itu menginginkan seseorang yang akan dijadikan pendamping hidupnya. Jadi kalau cuma bermodal tampan, kaya, tapi…….” Sherly menghentikan ucapannya, karena menurutnya itu privacy sahabatnya, dia takut keceplosan.


“Tapi apa?” tanyaku segera.


“Ahhh, yaa pokoknya aku yakin enggak deh” tegas Sherly.


“Yahh,,,,omonganmu menggantung, bikin penasaran. Tau gitu tadi gak usah kasih pendapat aja sekalian!” Sherly hanya nyengir.


“Menurutku Narita akan menerimanya” kata orang operasional.


“Alasannya?”


Apa iya Mr. Dav menyukai Narita. Bahaya ini kalau memang benar. Aku punya saingan berat. Kalau Arnold sie aku yakin bisa mengalahkannya, tapi kalau Mr. Dav?– aku pun lemas memikirkannya.


NARITA POV 


Mobil kami sampai terlebih dahulu di villa. Davis membukakan pintu untukku, “Terima kasih”.


“Ayo ikut!” tiba-tiba dia menarik tangan dan menggengam tanganku erat membawanya ke café. Aku yang tak mau membuat orang salah paham, berusaha melepaskan genggamannya, dan dia melepasnya.


“Maaf” ucapannya setelah melepas genggamannya.


“Tolong teh manis panas!” perintahnya pada pelayan yang datang ke meja kami. Aku hanya terdiam memperhatikan gerak geriknya.


“Astaghfirullah. Saya belum sholat Ashar. Saya permisi!” aku segera beranjak.

__ADS_1


“Tehnya antar ke kamar dia!” 


“Baik” jawab pelayan. 


Akhirnya kami berdua menuju villa yang kami tempati. Kamar dia terletak di depan jadi dari pintu masuk villa, seharusnya dia lebih dahulu sampai di kamarnya, namun dia masih mengekor “Mr. Dav, Anda mau ke mana?” aku menghentikan langkahku dan menghadap ke belakang.


“Mengantarmu ke kamar!” melihatku menghentikan Langkah, dia pun menghentikan langkahnya.


“Saya baik-baik saja.” Tegasku. Lalu dia mengangguk dan berbalik. Tak berapa lama dia kembali menoleh “Kita makan malam bareng. Nanti aku jemput ke kamarmu!” ujarnya, lalu dia kembali melangkah menuju kamarnya. 


Sesampainya di kamarku, segera aku menunaikan kewajibanku. Usai itu, aku merebahkan badanku sejenak. Aku mengambil ponsel yang sejak tadi kubiarkan bergetar. Ada pesan masuk dari grup wa bagian keuangan. Aku yang terbiasa malas membaca wa group, tiba-tiba penasaran karena ada yang mencolek namaku. 


Mataku terbelalak, mulutku menganga, aku yang kaget melihat foto yang dishare di wa group sampai tak bisa berkata-kata. Apakah benar seperti itu kejadiannya?


Aku: Sherly, apa benar kejadiannya seperti di foto itu?


Sherly: Iya, Na


Aku: 😩


Sherly: Dia melakukannya demi menyelamatkanmu, Na!


Aku: Ya tapi kenapa harus dia sendiri? Kenapa gak minta tolong kamu atau Mirna?


Sherly: Dalam keadaan mendesak mana bisa berpikir seperti itu, Na


Aku: Terus aku mesti gimana Sher? 😭


Sherly: Aku sudah jelasin di wa group. Kamu jangan berpikir macam-macam. Tenangkan pikiranmu ya!


Aku: Siapa sie yang ambil gambarnya?


Sherly: Aku gak tau Na. Seingetku kami semua dalam kondisi panik.

__ADS_1


Aku pun kembali meletakkan ponselku. Tak kurasa, keluar tetesan air dari sudut kedua mataku. Ini hal memalukan yang pernah terjadi padaku. Aku tak tau lagi masalah apa yang akan menerpaku di depan sana. 


__ADS_2