
“Bagaimana bisa aku melakukannya? aku tidak ikut terlibat dalam pemilihan itu. Lagi pula kenapa kamu ingin dia menjadi sekretarisku?”
“Karena aku ingin membalasnya, dulu aku terlalu bodoh. Aku berlutut di kakinya hanya untuk memohon agar dia mau meninggalkan Bagas, tapi kali ini aku tidak akan melakukan hal itu jika dia berani macam-macam. Jika dia berani menggoda suamiku, aku pastikan akan langsung menjambak rambutnya dan menyeretnya ke jalan.”
“Kamu mengerikan Hana.”
“Ya, karena aku sangat mencintaimu.”
_
_
Hana mengingat percakapannya semalam dengan Kelana sebelum tidur. Ia mengayunkan langkah kaki di belakang suaminya menuju ruang rapat.
__ADS_1
Saat memasuki ruangan semua orang yang sudah menunggu seketika berdiri, begitu juga dengan Bagas. Hana hampir saja menarik kursi agar Kelana bisa duduk, melakukan tugasnya seperti dulu sebagai sekretaris pria itu.
Namun, tangan Kelana lebih dulu menghalangi. Pria itu menyentuh pergelangan tangannya dan bahkan mengegserkan kursi untuknya.
Semua karyawan yang ada di sana pun tersenyum sendiri melihat keromantisan pasangan suami istri itu, tapi jelas tidak berlaku untuk Bagas yang memang memendam rasa iri. Ia memalingkan mukanya seolah enggan menyaksikan adegan tadi.
“Terima kasih tim HRD, aku tahu kalian sangat bekerja keras. Orang-orang yang kalian pilih benar-benar berpotensi, perekrutan yang kalian lakukan tidak pernah mengecewakanku sebagai pemilik perusahaan, bahkan kalian tanpa sengaja malah membawakan jodoh untukku.” Kelana tersenyum, dia toleh Hana yang salah tingkah. Pipi wanita itu bersemu merah, apa lagi tatapan semua orang yang ada di situ langsung tertuju padanya.
Bagas pun mengangguk, dia menatap Hana sekilas sebelum berdiri dan menjelaskan tentang perekrutan sekretaris Kelana yang sudah resmi ditutup. Pria itu memberikan beberapa alasan dan pertimbangan atas nama bagian HRD kenapa perekrutan itu sangat cepat dilakukan.
“Kami menyeleksi kembali berkas dan dari sekitar dua ratus pelamar, kami hanya mengambil seratus orang. Mereka akan melakukan tes tertulis besok dan sepuluh orang dengan nilai tertinggi akan langsung lolos ke tes wawancara, lalu tes kesehatan.” Bagas menutup penjelasannya.
Kelana yang menyimak dengan seksama pun menganggukkan kepala tanda paham, dia pun memilih untuk tidak banyak bertanya dan menyerahkan semuanya ke tim HRD dan juga Hana. Istri sekaligus sekretarisnya itu memang ambil bagian dalam tes wawancara yang akan dilakukan.
__ADS_1
“Mungkin aku hanya akan menitipkan satu pertanyaan kepada Anda Pak Bagas, tolong ditanyakan kepada kandidat terkuat di wawancara akhir.”
Kelana berhasil menarik perhatian semua orang, Hana bahkan mengernyitkan dahi. Ia pindai wajah suaminya itu dari samping, begitu lekat. Kelana tidak membicarakan tentang titipan pertanyaan ini kepadanya kemarin dan bahkan sebelum rapat. Karena penasaran dia sampai mencondongkan badan, tak sabar ingin tahu apa pertanyaan yang akan diajukan oleh Kelana ke kandidat terkuat sekretarisnya.
“Tanyakan pada mereka, apa yang akan mereka lakukan jika mereka tahu aku berselingkuh, dan bahkan sampai meminta mereka untuk memesankan kamar hotel.”
Semua staff terkejut, bahkan mulut beberapa di antara mereka sampai menganga. Mereka menatap ke arah Hana dan terheran-heran karena wanita itu malah tertawa.
_
_
Scroll ke bawah 👇
__ADS_1