
Hana dan bayinya sudah diperbolehkan pulang setelah sehari berada di rumah sakit, karena kondisi mereka yang sehat dan tidak ada kendala apa pun.
Kini Hana dan Kelana telah memasuki babak baru kehidupan rumah tangga mereka, di mana sekarang ada bayi laki-laki yang sangat menggemaskan hadir di tengah kehidupan dan semakin menambah kebahagiaan keduanya.
“Hun, kenapa pipi bayi kita sangat merah? Apa dia demam?” tanya Kelana sambil menatap bayi mereka yang berbaring di ranjang dengan mata terpejam.
Hana yang sedang melipat pakaian bayinya untuk ditata di lemari, langsung menoleh ke arah ranjang di mana Kelana sedang menunggui bayi mungil itu.
“Merah bagaimana?” Hana penasaran dengan pertanyaan Kelana.
Hana pun meletakkan pakaian bayi ke laci, kemudian mendekat ke ranjang dan duduk di sebelah bayi mereka.
“Mana merah?” tanya Hana bingung.
“Ini, kenapa sangat merah?” Kelana menunjuk pipi chubby bayi mereka yang berwarna kemerahan seperti memakai blush on.
Hana seketika tertawa mendengar ucapan Kelana, kemudian menggeleng karena merasa lucu dengan tingkah suaminya.
“Ya memang warnanya begitu sayang, apalagi kulitnya putih bersih. Bayi yang baru lahir, rata-rata pipinya kemerahan seperti itu. Apalagi kalau nangis, semakin merah padam wajahnya,” ucap Hana menjelaskan.
Saat di rumah sakit, Kelana tidak melihat saat bayi mereka menangis karena dikuasai oleh Dinar, sehingga dia tidak tahu bagaimana tampang bayinya jika sudah menangis. Kelana hanya tahu kalau suara bayinya itu begitu kencang ketika menangis.
“Aku jadi penasaran, mau lihat bagaimana kalau dia nangis sampai mukanya merah padam.” Kelana dengan iseng menusuk-nusuk pipi chubby bayi mereka.
“Ish … kamu ini, ada-ada saja. Nanti kalau waktunya dia nangis, pasti nangis, sayang.” Hana menggeleng pelan karena tingkah Kelana.
***
__ADS_1
Ternyata harapan Kelana untuk melihat bayinya menangis tidak terwujud. Gala - nama panggilan bayi itu tidak menangis saat bangun tidur, apalagi Hana selalu dengan sigap memberikan ASI agar bayinya bisa selalu anteng.
Seperti malam ini. Kelana sedang menatap Gala yang sedang menyusu, dia melihat bibir bayi mungil itu bergerak menyedot dengan mata terpejam.
“Dia nyusu sambil tidur, memangnya tidak tersedak?” tanya Kelana masih terus memperhatikan.
Hana ingin meledakkan tawa mendengar pertanyaan absurd suaminya, bagaimana bisa Kelana bertanya demikian.
“Dia belum tidur, lagi proses mengantuk,” jawab Hana sekenanya.
“Oh, kirain sudah tidur,” ucap Kelana.
“Belum, kalau sudah tidur, nanti bibirnya akan lepas sendiri dari gentongnya,” balas Hana ambigu sambil melirik ke bagian yang sedang disusu Gala.
Kelana terus memperhatikan, dia kembali iseng menusuk pipi sang anak dengan telunjuk.
“Kenapa dia tidak pernah menangis?” tanya Kelana seolah menanti putranya menangis dengan kencang.
“Aku ‘kan mau melihat dia nangis, Hunny.”
Sampai saat ini, putra mereka memang hanya menangis sesekali jika lapar atau karena pub dan pipis, itu pun tidak pernah menangis kencang. Mungkin itu tak jauh dari peran Hana yang menjadi ibu siaga, dia tidak pernah membiarkan putranya itu merasa tak nyaman, selalu mengecek apakah Gala buang air kecil atau besar, serta selalu memberikan ASI sesuai dengan perhitungan jam yang sudah ditentukan.
“Memangnya kamu mau anak kita jadi cengeng jika sering menangis?” tanya Hana sambil menatap suaminya yang masih menusuk-nusuk pipi chubby bayi mereka.
Kelana tertawa mendengar pertanyaan Hana, kemudian mencium pipi Gala penuh kasih sayang dan kemudian beralih mencium pipi Hana.
“Tidak, jangan sampai dia manja sepertiku. Aku ingin dia kuat sepertimu. Kuat dalam menghadapi cobaan yang begitu berat, hingga akhirnya membawamu kepadaku," kata Kelana penuh kelembutan.
__ADS_1
"Terima kasih sudah hadir dalam hidupku, Hunny.”
“Terima kasih juga sudah menerimaku apa adanya, sayang.”
TAMAT
_
_
_
_
_
Terima kasih untuk mau membaca kisah Hana sampai akhir. Aku sendiri merasa kalau tulisan dan kisah ini jauh dari kata sempurna.
Buang jeleknya ambil manfaatnya jika ada. Terima kasih buat kalian semua geng, aku tanpa kalian bukan apa-apa. Apa lagi saat novel ini kemarin di plagiat, kalian benar-benar support banget dan itu bikin aku terharu.
Kisah Hana - Kelana aku tutup sampai di sini ya. Jika ada kesempatan aku akan tulis kisah anak mereka.
Aku bahagia banget kalau kalian mau baca novel On goingku yang lain. Jangan lupa tetap semangat, sehat selalu dan semoga murah rezeki. Amin
Info novel dan yang lainnya bisa follow IG aku ya @nasyamahila
Love you to the moon anda never back
__ADS_1
Sampai jumpa
Hana - Kelana - Gala