Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 72 : Pagi yang Panas


__ADS_3

Berbeda dengan Kelana dan Hana yang bisa melakukan perang di atas ranjang nan bergelora. Bunga harus dibuat kesal karena Bagas mengabaikannya. Padahal dia sudah berdandan cantik, mandi kembang tujuh rupa dan bahkan membeli satu setel baju kekurangan bahan. Bahkan segitiga penutup bagian bawah tubuhnya itu nampak transparan.


“Mas Bagas keterlaluan, aku pikir dia meminum obat perkasa atau apa, ternyata dia minum obat tidur. Apa dia menghindar?” gumam Bunga saat mendengar dengkuran halus suaminya. Ia kesal hingga menendang kaki Bagas.


“Lihat dia tidur seperti orang mati,” ucap Bunga. Ia naikkan selimut sebatas leher agar tidak kedinginan. Untuk berganti baju pun dia enggan, sampai pada akhirnya sebuah ide menjerit di kepala.


“Besok pagi, lihat apa yang akan aku lakukan besok pagi.” Mata Bunga menyorot tajam ke sembarang arah. Ia menyeringai sebelum turun dari atas ranjang dan menyambar ponsel untuk memesan sesuatu dari salah seorang kenalannya.


_


_


Keesokan paginya, Bunga memilih diam seribu bahasa, dia memilih untuk tidak berbicara kepada Bagas, tapi tetap melayani suaminya itu seperti biasanya. Meski hanya roti selai kacang, Bagas tetap menikmati sarapannya. Pria itu bahkan menenggak habis segelas susu yang diberikan Bunga tanpa tahu sudah dicampur istrinya dengan obat perangsang.


Ide gila yang sudah dipikirkan Bunga sejak semalam itu pun membuat Bagas yang hendak berangkat kerja mengurungkan niat. Ia meremas tengkuk dan melonggarkan ikatan dasi, sedangkan sang istri dengan santai dan tenang melambaikan tangan.

__ADS_1


“Kenapa aku tiba-tiba ingin melakukan itu?” gumam Bagas, dia sudah memegang gagang pintu mobil dan kembali menoleh Bunga yang berada di depan pintu.


“Rasakan! Apa kamu mau ini?” Bunga bergumam dalam hati, dia naikkan rok mini yang dikenakan sampai pahanya terlihat jelas.


“Sial, dia pasti mengerjaiku,” ucap Bagas, meski begitu dia tidak bisa menahan gejolak birahi yang sedang menguasai diri. Pria itu membuka pintu mobil hanya untuk menutupnya kembali agar lebih rapat, setelahnya dia berjalan cepat menuju ke rumah.


“Lho kenapa Mas?” tanya Bunga sok bodoh, dia seketika bungkam karena sang suami mendorong tubuhnya masuk ke dalam. Bagas tak peduli lagi, dia naikkan rok Bunga dengan cepat setelah menjatuhkan wanita itu sofa. Bagas menarik panties Bunga sampai sebatas lulut dan tanpa pemanasan menghujamkan teripangnya yang sudah mengembang bak diberi fermipan.


“Ah … Mas Bagas.” Bunga hanya bisa merintih saat Bagas memperlakukannya sedikit kasar, tapi tak mengapa untuknya karena memang ini yang dia inginkan.


Sementara itu di apartemen, Kelana dan Hana masih enggan melakukan apa-apa. Meski waktu sudah menunjukkan hampir jam delapan. Kemarin benar-benar hari yang indah untuk mereka. Tak hanya sekadar memadu asmara, tapi mereka bisa membahas anak di mana Hana memang sangat menginginkannya segera.


“Kemarin saat Bagas keluar dari ruanganku apa dia mengajakmu bicara?” tanya Kelana, dia sengaja baru menanyakan hal itu sekarang, karena tidak ingin merusak suasana hati dan kemesraan yang terjalin di anataranya dan Hana kemarin.


“Hem … aku ingin mengakhiri semuanya, bisakah kamu membantuku? Aku ingin dia mengakui perbuatannya mencelakai aku dan membunuh bayiku.” Hana yang sejak tadi berada di dekapan Kelana pun melonggarkan pelukan, dia mendongak lantas memindai wajah tampan suaminya meski hanya baru cuci muka.

__ADS_1


“Apa yang ingin kamu lakukan? Aku pasti akan membantu, tapi berjanjilah setelah itu lepaskan semua bebanmu, lupakan rasa sakit di hatimu dan mulailah menjalani hidup normal,” ujar Kelana. “Aku tahu kamu tidak makan dengan baik, kamu seperti takut menyantap makanan enak,” imbuhnya.


“Aku takut kembali gendut, aku tipe orang yang mudah gemuk,” jawab Hana dengan nada suara lirih.”Kalau aku gendut kamu mungkin saja akan menceraikanku.”


“Bagaimana bisa kamu berpikiran seperti itu?”


...❤❤❤❤❤❤❤❤❤...


NOTE: jangan bilang dikit, Markonah cantik julita lagi audit keuangan. Senggol bacok ini 🤭🤭


oh ya geng aku punya novel baru di Noveltoon juga judulnya PERJODOHAN KARENA KUTANG


tenang aja nggak bakal pindah dia ikut lomba soalnya, mohon dukungannya.


Kalau Mau Na tetep betah di mari jangan lupa bagi poin vote Komen dan like ya

__ADS_1


love you ❤


__ADS_2