Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 156 : Siapa Aku?


__ADS_3

Kelana terus mengikuti langkah kaki Hana mengeksplor candi Prambanan. Sesekali dia bahkan tanpa sungkan membawakan tas milik istrinya itu. Melihat pemandangan pria dengan postur tubuh gagah dan atletis membawa tas wanita membuat beberapa pengunjung merasa iri. Siapa gerangan wanita beruntung yang mendapat pasangan seperti itu. Namun, tak berapa lama mereka yang memandang semakin dibuat kagum dan takjub karena ternyata si wanita tak kalah rupawannya.


Memang benar jika ada yang bilang kalau wanita akan menjadi ratu jika bersama pria yang tepat. Selain karena kaya, Kelana juga memperlakukan Hana dengan begitu baik, bahkan pria itu tak sungkan menunjukkan perhatian meski di depan banyak orang. Kelana rapikan helaian rambut Hana yang menutupi wajah saat angin bertiup sedikit kencang menerpa rambut sang istri.


Sementara itu, Bagas dan Bunga memilih berduaan duduk menjauh, mereka menikmati minuman dingin di kedai yang berada di parkiran. Malas juga Bunga berjalan-jalan, takut kulitnya terbakar.


“Apa nanti malam kita tetap ada acara nongkrong bareng?” tanya Bunga, dia takut jika bertanya seperti ini Bagas akan membahas masalah hotel kemarin.


“Jadi, Pak Kelana ingin bertukar pikiran dengan kita, dan mungkin dia akan memberi amplop sebagai bentuk apresiasi.” Bagas menyandarkan punggung ke sofa, matanya sibuk menatap beberapa bule yang juga sedang berkunjung ke sana.


“Kondisikan matamu, setidaknya jangan mupeng begitu di depanku yang notabene adalah istrimu,” sembur Bunga. Karena gemas, Bunga bahkan sampai meremas tisu sampai menyerupai bola dan melemparnya ke arah Bagas.


Mereka masih asyik duduk bersama, hingga semua orang yang sudah lelah melihat-lihat candi berjalan menuju bus kembali. Bagas seketika geram melihat Hana bergelayut manja di lengan suaminya.


“Ah … malam ini aku harus melakukan itu, persetan dan perkunti jika harus dipecat, aku akan membuat Pak Kelana dan Hana bertengkar,” gumam Bagas dalam hati.


“Pak Kelana, bagaimana jika menggodanya malam ini?”


Bunga juga memikirkan hal yang nyaris sama, pasangan suami istri itu benar-benar sudah gila. Mereka berniat membuat Kelana dan Hana bertengkar dengan cara menjebak mereka.

__ADS_1


“Lihatlah adik tiri dan mantan suamimu, mereka malah duduk-duduk seperti itu, bukannya menikmati liburan,” cibir Kelana.


“Biarkan saja, tapi jika seperti itu mereka malah membuatku berpikir sedang merencanakan sesuatu,” jawab Hana asal, tapi tak dia sangka jawaban Kelana cukup membuatnya tertampar.


“Menjebak kita agar bertengkar?”


Keduanya saling pandang, Hana menelan saliva. Bukannya takut, dia merasa haus karena air di dalam botolnya sudah tandas.


“Kalau begitu kita butuh memikirkan cara antisipasinya,” bisik Kelana pelan ke telinga Hana.


_


_


Bunga merasa bahagia saat jalan menuju tempat itu sedikit macet, dia berharap Kelana atau siapa pun berani bicara agar mereka berbalik saja dan pulang ke hotel. Ia ingin merebah di kasur dan merasakan dinginnya ruangan dengan suhu AC paling rendah, tapi jelas niatnya itu tidak terpenuhi. Bus pelan-pelan menaiki jalanan dan membuat Bunga ngeri.


“Pak, nanti kalau kita mrosot bagaimana ini,” teriak Bunga yang takut mati.


“Astaga, sopirnya pasti sudah profesional, jangan cerewet!” amuk Dewi. Gadis itu sepertinya sudah mencatat nama Bunga di blacklist daftar orang yang dikenalnya.

__ADS_1


“Aku hanya takut, lihat ini macet dan jalanan menanjak, bagaimana kalau …. “ Bunga tercekat karena ngeri. Namun, lagi-lagi Dewi melontarkan cemoohan.


“Ya sudah kamu turun saja dan jalan sana! Sepertinya kita semua akan selamat, sehat segar bugar sampai lokasi jika kamu tidak berada di dalam satu bus dengan kami.”


“Hei … kamu ya, apa kamu tidak tahu siapa aku? aku itu istri atasanmu tahu,” ucap Bunga yang terlanjur kesal. Dia sukses membuat semua staff terbelalak. Staff lama seketika baru sadar pernah bertemu dengannya, sedangkan staff baru kebingungan.


“Oh … jadi kamu pelakor itu, kami tahu kalau kamu itu merebut Pak Bagas dari istri pertamanya,” ketus Afy, membantu sang bestie mengeroyok Bunga.


“Dan mantan istrinya di sini.”


“Apa?”


_


_


 


WKWKWKKW coba tebak itu Hana yang ngacung sendiri atau Kelana?

__ADS_1


eh yang belum ikut GA Hana segera cek igeh Na ya, mau Na Close


 


__ADS_2