
“Lalu bagaimana aku membantunya jika tidak memegangnya Hunny? Kamu lihat sendiri dia terpincang-pincang.”
“Panggilkan orang lain!” sembur Hana. Kelana tak menyangka bahwa otak wanita yang sedang emosi terkadang bisa sangat cerdas.
“Aku tidak sampai memikirkan itu, aku hanya ingin terlihat seperti pria sejati.” Kelana tak berani bersitatap dengan Hana, dia tolehkan kepala sambil masih memakan buah mangga yang asam itu. “Semoga lambungku aman,” lirihnya.
“Tapi pada akhirnya kamu menghempaskan dia, apa kamu takut padaku?”
“Tentu saja takut,” jawab Kelana seperti anak kucing yang baru saja disiram air. “Hunny jangan marah ya, banyak orang yang menginginkan kita berselisih paham, aku yakin jika Amanda tahu kamu marah karena aku membantunya tadi, dia pasti bahagia,” bujuk Kelana.
Hana menekuk bibir, apa yang diucapkan Kelana memang ada benarnya. Hubungan mereka yang harmonis pasti membuat orang yang benci merasa iri. Dan yang iri semakin mendengki.Ia pun mencoba menata hati, tapi tetap saja membayangkan Kelana menyentuh Amanda membuat emosi Hana menggila.
“Jangan sentuh wanita selain aku, mama, nenek Ayu dan anak kita nantinya kalau terlahir perempuan,” ucap Hana.
Kelana mengangguk cepat, dia meletakkan mangga di tangannya ke meja dan menyambar tangan sang istri. “Hunny, jangan marah ya! dia hanya meminta nomor rekening untuk membayar hutang yang sama sekali tidak pernah aku hitung.”
“Satu miliar, dia mengirimiku uang satu miliar.”
“A-a-apa?” Kelana kaget bukan kepalang, dia tak menyangka selama pacaran dia sudah menghabiskan uang sebanyak itu untuk Amanda.
__ADS_1
“Wah … wah … “
Hana sengaja geleng-geleng kepala agar Kelana semakin tak enak hati. Meski nominal yang diberikan sang suami kepadanya jika ditotal sudah lebih besar dari itu, tetap saja Hana tak percaya, dia membayangkan sebucin apa Kelana ke Amanda sampai memberikan uang terus-terusan ke wanita yang masih berstatus pacar.
“Jujurlah padaku! kamu hanya berpura-pura polos ‘kan? kamu … apa sebenarnya sudah pernah melakukan itu sebelumnya dengan wanita lain selain aku?” tanya Hana, dia menghentikan kegiatan makan mangga karena pembicaraannya dan Kelana semakin serius.
“Kamu, sudah pernah melakukan itu dengan Amanda, apa aku benar?”
Kelana terbeku, sepertinya tanpa menjawab pun Hana sudah bisa menebak bahwa Kelana memang sudah pernah bercinta dengan sang mantan kekasih. Hana kecewa, entah kenapa dia merasa seperti dikhianati, meski dia juga sudah tidak tersegel saat menikah, tapi setidaknya Kelana tahu statusnya adalah janda, dia tak pernah menutupi fakta itu. Namun, pria yang duduk di depannya ini? pria yang merupakan ayah dari bayi yang sedang dia kandung, ternyata tidak jujur.
“Hunny, aku tidak pernah melakukan itu dengan Amanda. Ya, aku tidak ingat pernah melakukannya.” Kelana menjawab dengan serius.
“Pernah suatu kali aku bangun dan dia berada tepat di sebalahku, tapi aku merasa tidak melakukan apa-apa dengannya, meski dia berkata kami sudah melakukan itu. Ya, kami melakukan itu - tidur bersama.”
“Apa?”
Hana membentak, dia benar-benar emosi sampai tak sadar tengah mengandung. Hana mencoba meredam emosi dan mengusap perutnya setelah sadar.
“Tidur bersama Hunny, kami benar-benar tidur bersama, bukan dalam tanda kutip,” tegas Kelana. “Untuk itu aku selalu berpikir mungkinkah Amanda sejak awal tidak tulus mencintaiku tapi hanya memanfaatkanku, karena setelah kejadian kami tidur bersama itu, aku merasa bersalah.”
__ADS_1
“Apa kamu sedang bercanda?” potong Hana. “Sayang, mana mungkin kamu tidak merasakan saat rudalmu itu menabrak mambran selaput bumi, Ha?”
Kelana mengedip, Hana sudah mau memanggilnya sayang. Ini jelas pertanda bagus, Kelana pun semakin bersemangat untuk jujur.
“Entahlah, apa mungkin dia memakai bius, dia ‘kan dokter.”
Hana tertawa tak percaya, dia merasa geli sendiri membayangkan Kelana dibius seperti wanita yang hendak melakukan operasi sesar - mati rasa dari bagian perut sampai kaki. Lama kelamaan pundak Hana bergetar karena tak kuat menahan tawa.
“Kenapa kamu malah tertawa?” Kelana bingung, meski begitu dia ikut tersenyum karena Hana sepertinya sudah tidak marah lagi.
“Aku penasaran apa rudal tetap kokoh jika pemiliknya dibius, atau hanya lembek-lembek seperti kue koci?”
_
_
_
Bersambung dulu 🥰
__ADS_1