
Saat Kelana dan Hana bahagia setelah melihat keadaan calon anak mereka. Rafli sedang sibuk menyiapkan sebuah rencana. Ia yang berada di ruang kerjanya baru saja meminta sang sekretaris membawakan scanner ke dalam ruangan. Pria itu jelas tidak mungkin meminta sekretarisnya memindai perjanjian nikah milik Kelana dan Hana. Ia ingin membuat dunia gempar dengan menyebarkan perjanjian itu secara diam-diam. Berbekal kontak sebuah akun gosip terpercaya di dunia maya, Rafli membayar sejumlah uang. Ia mengirimkan foto digital perjanjian itu dilengkapi dengan sebuah tulisan yang membuat orang penasaran.
“Ternyata perjanjian pernikahan tidak ada hanya di sinetron burung terbang pemirsa.”
Satu menit setelah postingan itu dibuat, komentar hujatan dan makian orang-orang yang kekurangan asupan micin pun berdatangan. Namun, beberapa ada yang membela dengan menanyakan apa maksud postingan itu, hal yang menyangkut urusan pribadi seharusnya tidak diumbar seperti ini. Mereka semua malah berdebat satu sama lain di kolom komentar, beberapa ada yang menganggap bahwa ini hanya lelucon.
Tata yang sedang arisan bersama Dinar dan Ayu pun diberitahu putranya bahwa surat perjanjian Kelana dan Hana sudah dia publikasi lewat akun gosip ternama. Wanita itu mengipasi mukanya sambil melihat postingan yang Rafli maksud. Ia menyunggingkan senyum dan menunjukkan ponselnya ke Dinar dan Ayu secara bergantian.
“Omegot, lihat! aku pikir hanya ada di saluran burung berenang, tapi di dunia nyata pun ternyata ada orang yang melakukan perjanjian pernikahan hanya untuk mendapatkan harta dan uang,” ujar Tata dengan nada suara dibuat sejulid mungkin.
Ayu memakai kacamata dan meraih benda pipih milik Tata, sedangkan Dinar mencoba mencari kabar yang diberikan oleh adiknya sendiri, dia memang pengikut setia akun gosip lambe lumer, jadi dia yakin pasti beritanya sudah update di sana.
“Nama belakang prianya Pramudya,” ucap Ayu melihat foto perjanjian itu, karena memang Rafli sengaja menutupi nama depan Kelana.
__ADS_1
“Nama depan wanitanya Hana,” imbuh wanita tua itu. Berbeda dengan si pria, nama belakang si perempuan lah yang ditutupi. Rafli sengaja melakukan ini.
“I – i-ini … “ Dinar terbata karena melihat tanda tangan yang begitu jelas. Itu adalah goresan tangan sang putra.
Tata yang menyadarinya pun tertawa, dia menolehkan kepala sambil menyesap teh, wanita itu sadar Dinar meliriknya dan dia seketika bersikap biasa saja.
_
_
Hari itu terasa sangat indah bagi keduanya. Ulang tahun Hana, melihat kondisi calon anak mereka, sampai penjelasan dokter yang memperbolehkan mereka berperang lagi.
Diam-diam di halaman belakang rumah itu Kelana juga sudah menyiapkan meja di tepi kolam renang untuk makan malam romantis. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana indahnya hari itu jika ditutup dengan sesuatu berbau plus dua satu.
__ADS_1
Jemari tangan mereka bertautan seperti tak terpisahkan. Saat sampai di depan rumah, Kelana harus turun dan membuka gerbang sendiri karena belum ada satpam dan pembantu. Ia dan Hana berencana akan menempati permanen rumah itu setidaknya dua minggu lagi.
Tak Kelana duga, Marsha yang masih berada di rumah pamannya pun sedang menatap ke arah rumahnya. Gadis itu geleng-geleng kepala seolah tak percaya. Marsha pun berujar-
“Bolak-balik kayak setrikaan, apa mungkin mereka juga mata-mata?” Anak itu melihat ponselnya dan tanpa sengaja melihat unggahan akun lambe lumer. “Aku tidak boleh sampai berbuat bodoh seperti orang yang punya perjanjian ini, bagaimana bisa dia hanya menyobek-nyobek rahasia besar seperti ini, kalau aku jadi dia, pasti sudah aku buang ke septic tank.”
_
_
_
Bersambung dulu ya 🥰
__ADS_1