Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 95 : Periksa


__ADS_3

Kelana awalnya heran, tapi melihat keseriusan Hana akhirnya pria itu mengizinkan sang istri pergi bersama Dinar. Kedua wanita itu berjalan beriringan turun untuk menuju lobi, di sana sopir Dinar sudah menunggu.


Kebersamaan Dinar dan Hana terang saja tak luput dari mata para karyawan, salah satunya staff bagian HRD. Anak buah Bagas yang baru saja membeli kopi di luar itu, tiba-tiba saja menceritakan perihal apa yang dia lihat ke temannya.


“Sungguh beruntung Bu Hana itu, kalian tahu dia rukun sekali dengan mertuanya, bahkan sepertinya mereka mau pergi jalan-jalan berdua.”


“Benarkah?”


“Iya, mereka tadi berjalan sambil tersenyum dan berbincang. Astaga Bu Hana, beruntung dia dan kasihan sekali mantan suami yang menceraikannya, pasti dia menyesal melepas wanita secantik Bu Hana.”


Bagas yang menelinga perbincangan itu pun menjadi panas hati, dia bahkan merasa bodoh kenapa kamera tersembunyi dia pasang di bawah meja kerja Hana, bukannya di ruangan Kelana.


“Disayangi mertua ya? bagaimana kalau aku buat dia dibenci mertuanya,” gumam Bagas, Pikiran jahatnya itu seperti menguasai akal sehat. Ia bahkan tersenyum dengan sudut bibir, Senyuman Bagas tampak mengerikan.


_


_

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, Dinar dan Hana sampai di rumah sakit. Mereka langsung menuju poli kandungan untuk mendaftar. Terjadi sedikit kegaduhan di sana, Dokter kandungan yang mereka tuju ternyata sudah tidak bisa menerima pasien, kuota pasiennya hanya dua puluh dan sudah terpenuhi hari itu.


Namun, bukan Dinar namanya jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan. Wanita itu menelepon temannya yang tak lain adalah istri dari direktur rumah sakit.


Semua orang pun dibuat melongo saat dokter kandungan yang dia tuju tiba-tiba keluar dari ruang praktik setelah memeriksa pasien sebelumnya. Dengan penuh hormat dokter itu mempersilahkan Dinar dan Hana masuk ke dalam ruangan, tak lupa dia membalik papan tulisan yang ada di depan pintu ruang praktik sebelum menutupnya.


‘Mohon sabar menunggu, dokter sedang melakukan tindakan’


Pasien setelahnya nampak kecewa, tapi mau bagimana lagi. Ini negeri Wakanda. Siapa yang berkuasa pasti dinomor satukan. Akhirnya mereka hanya bisa pasrah untuk menunggu urusan Dinar dan Hana selesai.


“Maaf atas ketidaknyamanannya bu Dinar, tolong dimaklumi. Perawat di depan kebanyakan anak baru dan magang, jadi mereka benar-benar kolot dan melakukan semuanya sesuai dengan peraturan,” ucap Dokter kandungan berjenis kelamin pria itu.


“Baiklah kalau begitu, apa ada yang bisa saya bantu?” Dokter itu menatap Dinar dan Hana bergantian, tak ada satu pun yang menjawab pertanyaannya.


Dinar pun menyenggol lengan Hana sampai menantunya itu kaget. Hana memang memilih diam karena dia pikir mertuanya lah yang akan menjelaskan karena dia yang menariknya sampai ke sana.


“Begini Dok, saya ingin tahu apakah organ reproduksi saya normal dan sehat, saya ingin secepatnya memiliki momongan,” ucap Hana. Ia toleh Dinar yang menggangguk menyetujui ucapannya.

__ADS_1


“Coba periksa menantuku, apakah dia subur atau punya kalainan.”


Ucapan Dinar yang sekata-kata membuat Hana mencebikkan bibir, meski begitu dia tidak bisa mengeluh. Dokter pun mulai bertanya soal siklus datang bulannya, produk kewanitaan apa yang dia pakai bahkan kapan terakhir berhubungan dengan sang suami.


“Baru saja semalam Dok,” jawab Hana apa adanya. Mendengar itu Dinar sedikit malu, tapi mau bagaimana lagi namanya juga sudah ngebet pengen punya cucu.


“Tiga ronde,” imbuh Hana.


Dokter itu pun sampai kaget, dia tersenyum canggung. Ingin sekali rasanya dia bertanya apa resep rahasianya. Namun, dia urungkan- malu.


“Baik Bu Hana silahkan berbaring, saya akan melakukan USG.”


_


_


 

__ADS_1


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2