Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 187 : Bersama Suamiku


__ADS_3

“Ah … Papa pikir tadi Hana,” ucap Arman dengan sengaja. Ia berhasil membuat Amanda merasa canggung. Mustahil dia tidak mengenali sosok anaknya sendiri.


Amanda pun menganggukkan kepala memberi salam. Ia pun seketika merasa sungkan karena Arman duduk di sebelahnya dan meminta dia dan Kelana melanjutkan perbincangan, tanpa perlu memerdulikan keberadaannya.


“Saya sudah selesai berbincang dengan Kelana, hanya tinggal menunggu dia memberikan nomor rekening yang dimaksud,” ujar Amanda, wanita itu merogoh tas untuk mengambil ponsel lalu bertanya berapa nomor rekening Hana, dia akan mentransfer uang sesuai dengan keinginan Kelana.


Untuk sekarang Amanda berniat tidak menunjukkan dengan gamblang tujuannya, dia ingin Kelana mau menerimanya lagi, menjadi istri kedua pun dia rela. Sungguh penyesalan memang datang di belakang, Amanda yang kini jomlo bingung untuk mencari kekasih, seleranya sudah sangat tinggi, jika tidak seorang pemilik perusahaan dia tidak ingin dinikahi, bahkan dengan pria yang berprofesi sama sepertinya pun Amanda tidak akan sudi.


Kelana berdiri setelah menyebutkan nomor rekening sang istri, dia berpamitan pada Arman untuk pergi ke kamar mandi. Amanda yang baru selesai dengan urusannya pun ikut berpamitan pergi, dia merasa kesal karena semua tidak berjalan seperti apa yang dia inginkan, hingga saat hampir mendorong pintu untuk keluar, Amanda melihat Hana berjalan menuju pintu restoran udon itu. Ia pun tersenyum licik dan memutar tumit. Amanda buru-buru menuju toilet yang ada di restoran, dengan sengaja dia berpura-pura jatuh tepat di pintu utama toilet agar Kelana melihat dan mau membantu.


“Agh …. “

__ADS_1


Amanda merintih sambil memegangi pergelangan kakinya, dia terduduk di lantai sambil meringis. Kelana yang baru saja keluar pun terkejut. Keningnya terlipat halus, dia ingin membiarkan saja mantan kekasihnya itu, tapi melihat Amanda yang kesakitan sisi gantleman Kelana muncul. Ia tidak bisa membiarkan begitu saja seorang wanita yang butuh bantuan. Kelana pun bertanya to the point apa Amanda bisa berdiri dan wanita itu pun mengangguk. Namun, saat Kelana memegang lengannya, gadis itu ambruk dan sengaja menubruk tubuh sang mantan kekasih.


“Ah … maaf! kakiku sakit sekali, mungkin aku terkilir,” ucap Amanda, dia gigit bibir bawahnya lantas meringis.


Hana yang baru saja masuk menyapa sang papa dan bertanya di mana Kelana saat tak melihat keberadaan suaminya itu. Arman pun menjawab bahwa sang menantu sedang berada di kamar mandi. Hana yang memang sudah merasa lapar memilih duduk lalu memanggil pelayan, tangannya yang sudah terangkat ke atas tiba-tiba saja lemas dan perlahan turun. Hana kaget melihat Kelana memapah Amanda, wanita itu melingkarkan tangan ke pinggang suaminya dan membuatnya seketika overthinking.


“Kenapa gadis itu?” ujar Arman. “Tadi katanya mau pulang sekarang kok pincang-pincang.”


“Ya, bersama Papa juga,” jawab Arman, dia sengaja agar Hana tidak salah sangka. Jika berkata Kelana sudah bersama Amanda saat dia datang, Arman yakin putrinya pasti akan salah paham, padahal pria itu yakin menantunya tidak memiliki hubungan spesial dengan Amanda.


Namun, wanita tetaplah wanita, dada Hana bergemuruh melihat suaminya memapah mantan kekasih yang dulu pernah sangat dicintai. Hana terdiam memandangi sosok Kelana, hingga suaminya itu menoleh dan mata mereka bertatapan.

__ADS_1


Kelana secara reflek melepas tangan dan bahkan mendorong tubuh Amanda agar menjauh darinya, wanita itu pun terhempas ke arah samping. Amanda tidak menopang beban tubuhnya dengan baik karena sedang berpura-pura, pergelangan kakinya pun tertekuk dan dia jatuh terduduk, kini kakinya benar-benar terasa nyeri, dia terkilir betulan.


“Hunny!” lirih Kelana. Ia tak peduli lagi dengan Amanda dan mendekat menuju mejanya.


_


_


_


Scroll ke bawah 👇

__ADS_1


__ADS_2