Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
BONUS BAB 4


__ADS_3

“Sudahlah! Gala tidak perlu warisan nenek jika mau biar saja Altar yang mengambilnya,” ucap Hana.


Wanita itu menoleh Rita, dia secara tegas memberi keputusan bahwa putranya tidak boleh menikahi janda.


Masa depan Gala ada di tangan Gala, dan Hana tidak mau kalau anaknya harus merelakan hidup hanya demi warisan. Ya, karena dia tahu Kelana bisa memberikannya.


“Saya belum selesai membacakan, ada tulisan kecil di bawah sini,” ucap pengacara itu lagi. Dan semua orang kembali menelan ludah untuk mendengarkan.


“Jika ada yang tidak terima dengan persyaratan ini maka semua hartaku akan aku berikan ke yayasan sosial.”


Semua orang seketika gusar, Kelana hendak bicara tapi si pengacara menyela lagi,”Sebentar masih ada lanjutannya.”


“Siapa yang lebih cepat menikah akan mendapatkan 70% sedangkan yang lambat 30% jika cicit laki-lakiku lebih dari dua maka 30% akan dibagi rata.”


“Wah … Mama.” Tata terlihat membuka tutup mulutnya tak percaya, hingga menoleh sang kakak lalu bicara,” Ini artinya, cucu kita yang menikah dulu dengan janda akan kaya.”


Dinar manggut-manggut, dia pijat pelipisnya karena memiliki Mama yang sangat luar biasa. Namun, Dinar jelas tidak ingin mengintervensi keputusan anak dan menantunya, nasib cucunya biarlah orangtuanya yang memikirkan sendiri.


Setelah wasiat itu dibacakan, Kelana dan Hana masuk ke dalam kamar. Wajah Hana menjadi sedih melihat putranya yang sedang duduk di atas ranjang bermain dengan pembantu yang menemani tadi.

__ADS_1


“Wasiat nenek itu kutukan sayang, Galaku. Bagaimana bisa dia minta menikahi janda? Kamu tahu ‘kan? high quality janda seperti aku jelas susah ditemukan di dunia ini,” ucap Hana. Meski sedih tetap tak lupa untuk menyombongkan diri.


“Iya, aku juga tidak membayangkan hal itu. Biarkan saja! lagi pula selama belum ada satupun cicit dari nenek yang menikah, kita semua masih bisa mengelola perusahaan nenek dan mendapat keuntungan dari sana,” kata Kelana.


“Janji ya! kita tidak boleh memaksa Gala kelak saat dia sudah dewasa, biarkan urusan percintaan dia yang memilihnya sendiri.” Hana mengulurkan jari kelingking kanan, meminta Kelana untuk berjanji padanya.


“Iya aku janji.” Kelana merengkuh tubuh Hana, memberikan pelukan ke istrinya yang sedang gelisah dan galau itu.


_


_


Rita nampak bingung, dia juga tak ingin putranya Altar berakhir menikahi janda. Wanita itu kesal karena Rafli malah terlihat santai dan dia pun memukul lengan suaminya itu.


“Tenang saja! kenapa sih kamu pusing. Anak kita saja masih belum bisa bicara, iya kan sayang?” Rafli menimang Altar dan seketika bayi itu mengucapkan kata-


“Bisa!”


Rafli kaget bukan kepalang, dia menelan ludah lalu menoleh Rita yang masih berdiri dengan mimik wajah gusar.

__ADS_1


“Sudah tidak perlu khawatir, aku sudah memiliki rencana di dalam otakku. Aku akan mencari anak kolegaku yang seumuran dengan Altar. Nanti kita buat dia menikah dengan seorang pria lalu bercerai, yang terpenting dia memiliki akta cerai saat menikah dengan Altar, bukan begitu?”


Rita melotot tak percaya, otak suaminya benar-benar sangat mengagumkan. Rencana Rafli menurut Rita sangat brilliant.


“Jadi, apa aku bisa ikut memilih siapa nanti yang akan menikah dengan putra kita?”


“Tentu saja. Kita tinggal membuat kesepakatan dengan orangtuanya, 70% itu besar sayang. Jika kita memberinya 5% saja mereka pasti mau melakukannya.”


Rita merasa senang, ide suaminya cukup membuatnya tenang. Tak mengapa putranya menikahi janda, karena jandanya sudah terseleksi dan bahkan hanya sandiwara belaka.


Sementara itu, tak disangka Kelana juga memikirkan hal yang sama dengan Rafli. Semalaman dia terjaga sampai pukul satu malam di atas ranjang hanya untuk mendapatkan ide gila ini.


“Apa Hana akan setuju dengan ideku?


_


_


Hola, aku emang mau lanjutin novel ini tapi slow ya. tumpuk aja dulu babnya. Kenapa aku lanjut karena view novel ini masih mending dibanding novel lain.

__ADS_1


__ADS_2