Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 36 : Mengerikan


__ADS_3

Hana memilih pergi tanpa mempedulikan tiga orang itu, masa bodoh mau di kartu merah atau apa. Ia pikir ide Dinar untuk memberinya guru kepribadian sedikit gila. Yang ada di pikiran Hana sekarang hanya ingin segera sampai ke kantor dan mengadu pada Kelana.


“Mereka masih membuntutiku bak mata-mata, mereka pikir aku ini anak kecil yang perlu diawasi? Seharusnya mereka berpikir bahwa kepribadian orang itu tidak bisa dinilai dengan angka, tidak ada hitungan matematika untuk itu,” ucap Hana dengan wajah tertekuk.


“Ah … aku bisa cepat keriput kalau seperti ini,” imbuhnya sambil menengok ke arah kaca spion tengah untuk menatap mukanya sendiri.


Sesampainya di kantor, ketiga orang itu masih saja mengikuti. Hana pun sampai kesal. Ia menghentikan langkah dan memutar tumit, hampir saja Budiman yang tinggi besar itu menabrak melonnya yang montok.


“Kalian tidak bisa seenaknya masuk ke sini, kalian tidak memiliki akses,” ketus Hana.


Namun, mulut wanita itu seketika terbungkam saat Nila menunjukkan kartu akses perusahaan.


“Ya, tentu saja kalian bisa dengan mudah mendapatkannya,” sindir Hana. Ia berjalan menuju lift dan ketiga orang itu terus saja mengekornya bak anak bebek.


***


“Pagimu indah, Ha?”


Kelana ternyata sudah menunggu, pria itu berdiri sambil menyandar pada meja kerja Hana dengan kaki yang menyilang dan tangan terlipat di depan dada.

__ADS_1


“Apa maksudnya? Dia meledekku, iya ‘kan?” gumam Hana.


Nila dan dua pengawal memilih berhenti beberapa meter dari meja kerja Hana. Ketiganya melihat Hana dengan berani berdiri dan memukul lengan Kelana.


“Apa kamu tidak akan mencatat yang ini? katakan pada Bu Dinar kalau aku sudah memukul putranya!” perintah Hana tanpa menoleh Nila.


“Beraninya!” Kelana hanya melotot. Pria itu tidak berani memarahi Hana, karena hanya akan membuat Nila dan dua pengawal itu curiga.


“Ayo masuk!” titah Kelana dan Hana pun mendahuluinya untuk membukakan pintu.


Setelah sampai di dalam ruangan Kelana, Hana langsung memasang muka masam. Bibirnya meliak-liuk ingin mengumpat sang atasan. Pria itu jelas sudah tahu apa yang dilakukan Dinar, jadi Hana berpikir tidak perlu menjelaskannya lagi. Dan dia hanya ingin meminta penjelasan dan sekaligus pertanggungjawaban.


“Apa kamu sengaja agar Mamaku menolak pernikahan ini?” tanya pria itu.


“Apa?”


Hana malah dibuat bingung dengan tanggapan Kelana, Pria itu berjalan dengan santai menuju meja kerjanya sambil berkata, “Lakukan dan lewati tes ini sesukamu, karena apapun yang terjadi, tiga minggu lagi kita akan menikah, kamu tidak akan bisa mengacaukannya. Pabrik gula itu harus menjadi milikku karena aku sudah tahu ingin mengembangkannya seperti apa.”


“Pak!”

__ADS_1


Hana marah, tangannya bahan meremas udara di depan muka.


“Hana, kamu butuh uang dan aku butuh pabrik gula, jadi kita harus bekerja sama. Sudah! bersikap manis saja, kamu bahkan bisa berpura-pura baik pada Bagas padahal kamu sangat membencinya,” sindir Kelana.


“Kalau begitu lihat saja nanti! saya akan membuat nenek gayung menyukai dan memberikan warisannya ke saya, setelah itu saya akan memberikan Anda kopi bersianida, alhasil saya akan menjadi janda lagi, tapi bedanya janda ditinggal mati dan memiliki banyak harta.”


Hana tertawa iblis setelah mengatakan itu. Sedangkan Kelana hanya bisa melotot mendengar ide sang sekretaris yang sangat mengerikan.


_


_


_


_


Jangan lupa komen dan like


Follow IG aku di @nasyamahila biar tahu info novel Na

__ADS_1


makasih


__ADS_2