Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 48 : Perjaka VS Janda


__ADS_3

“Lupakan! Aku bahkan tidak berminat sama sekali,” ketus Hana. Ia membiarkan saja tingkah Kelana dan memilih mengambil baju ganti, tapi kejadian yang tak diantisipasi Hana kembali terjadi, kali ini dia hampir berebut kamar mandi dengan atasannya itu.


“Lady first Pak, wanita lebih dulu,” ucap Hana saat dirinya dan Kelana berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.


Kelana membuang muka, tapi seketika kaget karena Hana sudah mendorong lengannya agar menjauh.


“Hei … Hana, supaya adil sebaiknya kita pakai kamar mandi berdua!”


BRAK


Hana membanting pintu, wanita itu mengunci dan bersandar pada daun pintu. Ia pegangi dadanya yang berdetak tak karuan karena tingkah Kelana.


“Pria itu apa dia sudah gila? kemana Kelana yang selalu bersikap tak peduli dan terus memperjelas batasan di antara dirinya dan aku,” gerutu Hana.


Sementara itu, Kelana melukis senyum licik di wajah. “Lihat saja bagaimana aku menjeratmu!”


Beberapa menit kemudian, Hana keluar dari kamar mandi. Ia kaget bahkan bahunya mengedik melihat atasan yang kini sudah resmi menjadi suaminya sedang duduk di tepian ranjang dengan salah satu tangan menumpu ke belakang. Kelana menatapnya lekat, bahkan memindai tubuhnya dari atas sampai bawah.


“Berhenti menatapku seperti itu? jangan jadikan aku obyek fantasi liarmu!” Hardik Hana.


Kelana memalingkan muka, dia bangkit untuk bergegas menggunakan kamar mandi. Namun, pria itu menghentikan langkah tepat di samping Hana, dia melirik Hana sekilas sebelum mendorong kepala wanita itu dengan jari telunjuk.


“Jangan berpikir yang macam-macam! Kamu pikir mudah membangunkan rudalku? Cih … “


Kelana mencemooh, panas hati Hana karena ucapan pria itu, Ia pun mengeram dan menoleh menatap punggung suaminya itu sebelum hilang di balik pintu.


“Awas kamu! apa kamu pikir aku tidak bisa membuatmu menderita? pria yang sudah terlalu lama jomlo sepertimu melawanku yang memiliki jam terbang tinggi! Rasakan nanti!”


Hana melempar handuk sembarangan, karena tidak menikah betulan, tentu saja Hana tidak membawa baju kekurangan bahan di malam pertamanya. Namun, tak kehabisan akal, Hana mengambil kemeja dan sengaja tidak mengenakan bawahan, alhasil bagian bawah tubuhnya terekspos dengan sempurna. Wanita itu bahkan sengaja menggunakan panties berwarna hitam agar kontras dengan kemeja putih yang dia gunakan.

__ADS_1


“Jangan panggil aku Hana jika liurmu tidak menetes melihatku,” gumam Hana. Ia lepaskan dua buah kancing kemeja hingga belahan dadanya terlihat begitu seksi.


Ia memilih duduk di sofa, tapi karena Kelana terlalu lama, Hana akhirnya memilih tengkurap. Ia mengayunkan kakinya sambil bermain ponsel. Bibirnya mencebik melihat pesan dari Bagas.


[ Apa kamu akan melakukannya dengan Pak Kelana? Apa kamu akan tidur dengannya? ]


“Hish … dasar otak mesum, apa hanya hohohehe saja yang ada dipikirannya?” Hana menggerutu, jemarinya lincah membalas pesan dari Bagas.


[ Mau bagaimana lagi, jika dia menginginkannya aku harus siap, lagi pula dia suamiku]


Baru juga tanda pesan sudah dibaca muncul di ponsel, Hana sudah dikejutkan dengan panggilan dari pria itu. Ia pun tersenyum licik, Hana bangkit dan menerima panggilan itu.


“Ada apa?”


“Jangan lakukan itu Hana, kamu hanya boleh melakukannya denganku,” pinta Bagas.


Hana menjauhkan ponsel, dia bahkan mengumpat meski tanpa suara. Namun, belum juga Hana menjawab, dia melihat pergerakan dari gagang pintu, Hana pun buru-buru mematikan panggilan bahkan menonaktifkan ponselnya. Ia buru-buru naik ke atas ranjang dan duduk.


Kelana membuang muka, dia menuju nakas untuk mencoba melihat ponselnya yang baru diisi daya. Pria itu berdehem dan sedikit melirik Hana yang masih berada di posisinya.


“Kenapa panas sekali? berapa suhu AC kamar ini?” ucap Hana, dia berjalan bak model papan atas untuk mengambil remote AC yang kebetulan berada di meja yang sama - di mana Kelana mengisi daya ponsel.


Hana sengaja menyentuhkan lengan Kelana dengan lengannya, hingga pria itu menoleh dan heran dengan perbuatannya.


“Apa yang dia coba lakukan?” gumam Kelana di dalam hati.


“Kenapa kamu bertingkah seperti itu?” tanya Kelana sedikit membentak, dia bahkan menelan saliva melihat bokong Hana yang padat berisi. Segitiga hitam yang wanita itu kenakan terlihat jelas di mata.


Hana menoleh dengan erotis, dia melempar remote AC ke atas ranjang dan berjalan mendekat kembali ke Kelana. Wanita itu meraih kedua sisi handuk yang melingkar di leher pria itu, hingga mau tak mau Kelana sedikit mencondongkan badan.

__ADS_1


“Tadi, ada seorang pria yang menantangku untuk membangunkan … “ Hana menjeda kalimat, dia menggigit bibir bawah dan menunduk tepat di antara paha Kelana.


“Apa kamu ingin mencoba lidah tornado?” tanya Hana dengan kerlingan mata nakal.


“A-a-a-apa yang kamu sebutkan tadi, lidah a-a-apa?” Kelana gelagapan. Bak wanita jaalang Hana mengusap paha Kelana dengan jemarinya yang lentik.


“Jika kamu bilang tidak mudah membangunkan rudalmu, maka kamu juga harus tahu tidak akan mudah memuaskanku. Ke-la-na, aku bisa melakukan lima gaya dalam satu waktu,” ucap Hana. Ia berjinjit dan meniup kuping suaminya.


“Apa kamu mau mencobanya? mari coret bagian di kontrak bahwa kita tidak boleh melakukan itu, aku akan mengajarimu bak pemain bokeep profesional.”


Kelana memejamkan mata, dia mencoba memusatkan pikiran agar tetap sadar. Hana mungkin saja hanya menggoda.


“Baik lah, ayo kita lakukan itu!”


Kelana merengkuh pinggang Hana hingga dada sintal wanita itu membentur dadanya yang bidang. Wajah mereka sangat dekat dan jelas di mata Kelana kalau Hana terkejut. Pria itu tersenyum dengan sudut bibir, tangannya menelusup ke kemeja Hana dan bibirnya menempel pada telinga wanita itu.


“Apa harus kita mulai dengan lidah tornado yang kamu tawarkan tadi?”


_


_


_


_


Stop! 😜


Selamat berbuka

__ADS_1


Komen + like+ vote + poin


__ADS_2