Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 248 : Tidak Akan Sudi


__ADS_3

Kelana benar-benar pergi ke rumah sakit tempat dimana Bagas dirawat, pada awalnya dia memang tidak diperbolehkan untuk menjenguk mantan suami istrinya itu, tapi dengan lobi-lobi yang biasa dia lakukan, akhirnya polisi megizinkan masuk meski hanya diberi waktu sepuluh menit.


Kelana melihat Bagas masih terbaring lemah. Pria itu mendapat satu operasi besar karena tusukan yang diberikan oleh Bunga hampir mengenai organ dalam. Melihat kondisi Bagas, Kelana pun merasa iba, dia kini tahu kenapa istrinya tak mau ikut. Jika dia yang berhati keras saja kasihan, maka Hana pasti akan dengan mudah langsung memaafkan.


Bagas dijaga oleh dua orang polisi di dalam, menyebabkan Kelana tidak bisa bebas berbincang karena sesuai aturan, polisi yang menjaga Bagas tidak diperkenankan meninggalkan ruangan.


“Bagaimana kondisimu?” tanya Kelana pelan. Ia pindai tubuh Bagas dari ujung kaki sampai ujung kepala. Ia tidak melihat bekas luka karena selimut menutupi tubuh pria itu sampai hampir dada.


“Apa kamu datang hanya untuk memastikan aku sudah mati atau belum?” sarkas Bagas, nampak jelas tangan pria itu mengepal geram. Ia tersenyum sinis setelahnya meringis karena sakit yang dia rasakan. Jika satu luka saja akan menimbulkan nyeri yang berkelanjutkan artinya Bagas harus merasakan lima kali lipat jauh lebih sakit.


“Ternyata kamu bisa menebaknya.” Kelana tersenyum miring, dia yang mengenakan setelan jas berwarna hitam seolah seperti malaikat pencabut nyawa di drama-drama saluran burung berenang. “Aku memang sedang berpikir, kenapa kamu tidak langsung pindah alam saja setelah ditusuk oleh istrimu sendiri. Padahl aku berharap itu terjadi.”


Dua polisi yang berada di sana saling pandang, mereka berdehem dan memilih untuk duduk sedikit menjauh agar tidak mendengar perbincangan Kelana dan Bagas yang penuh dengan dendam.

__ADS_1


“Pergi dari sini! aku bukan bawahanmu lagi jadi aku tidak butuh mendengarkan ocehanmu.” Bagas masih bisa tertawa menghina, meski dengan raut wajah yang jelas bisa dibaca Kelana sangat kesakitan dan menahan emosi di dada.


“Hem … benar, tapi aku datang ke sini memang bukan untuk sok menjadi bosmu, toh kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa. Aku datang sebagai suami wanita yang sudah kamu hancurkan hidupnya, wanita yang bahkan tidak sempat memeluk anaknya karena kamu renggut dengan brutal.” Kelana memulas smirk lalu mengedikkan bahu membuang muka. “Nikmati akibat atas perbuatanmu, dan selamat menghabiskan waktu di ruang sempit berdebu.”


Kelana pergi setelah mengucapkan itu, sebenarnya dia ingin menunjukkan belas kasihan tapi Bagas malah terlalu sombong. Semuanya benar-benar sudah berakhir, dia akan menutup semua akses pria itu ke Hana, bahkan jika nanti Bagas keluar dari penjara pun, dia tidak akan sudi keturunannya memiliki hubungan dengan pria itu.


_


_


“Mau atau tidak, pak Arman akan tetap menceraikan Anda. Beliau sudah membulatkan niat, dan dengan kasus yang menimpa Anda ini, semakin mudah saja jalan persidangan menuju kebebasan pak Arman untuk melepas segala status hukum dengan Anda.”


Tantri terdiam, dia memang tidak memiliki harapan lagi, tapi membubuhkan tanda tangan di berkas yang dibawa Rudi, dia tetap tidak sudi.

__ADS_1


“Sudah jatuh talak, artinya secara agama pak Arman sudah bukan suami Anda. Jadi untuk apa mempersulit diri, siapa tahu Anda dapat jodoh di penjara. Saya beritahu ya bu Tantri banyak koruptor di dalam sana yang belum dimiskinkan pemerintah, siapa tahu Anda bisa jadi istri mudanya.” Rudi sengaja membuat Tantri semangat enam sembilan, dia tersenyum sambil menaikturunkan alis mata.


“Apa maksudmu?”


Tantri membuang muka sambil sedikit bersungut-sungut, padahal di dalam hati informasi yang diberikan Rudi tadi bak angin segar baginya.


“Apa dia pikir koruptor mau dengannya? Dapat daun muda saja bisa, untuk apa memungut suket teki.”


_


_


_

__ADS_1


Rencana Hana aku akhiri di bab 280 ya sudah include Extra part 🥲


__ADS_2