
“Ayo kita berangkat ke sana!” Hana yang malam itu sudah cantik mengenakan baju ala-ala Bollywood menarik tangan Kelana, dia tak sabar melihat bagaimana ramainya rumah Mina yang berada tepat di seberang rumahnya.
“Sudahlah nanti dulu, kita jalan lima langkah juga sampai,” ucap Kelana yang masih santai, padahal pria itu sudah mengenakan baju yang diberikan istrinya kemarin.
“Astaga! aku tidak pernah ikut pesta seperti ini, ayolah sayang! aku mau sekarang ke sananya,” rengek Hana, dia mengeluarkan jurus kedipan mata malaikat yang sukses membuat Kelana tak bisa menolak.
Setelah berpamitan ke Pak War, mereka berjalan menuju rumah Mina. Kerlap kerlip lampu menghiasi halaman rumah, deretan mobil mewah sudah memenuhi hampir seluruh blok. Hana pun langsung masuk dan disambut oleh sang empunya rumah, sedangkan Kelana langsung menjabat bapak-bapak blok yang kurang lebih berpenampilan sama seperti dirinya.
“Kita ini korupsi.” Pria bernama Skala melemparkan candaannya.
Kelana yang paling di antara bapak-bapak itu pun tidak mengerti, sampai Skala melanjutkan ucapannya tadi. “Korupsi – korban upaya senengin istri.”
Semua bapak-bapak itu terbahak, sedangkan Kelana hanya bisa membuka mulutnya dan pada akhirnya ikut tertawa. Ia menoleh mencari keberadaan Hana, terlalu banyak pria tampan di sana jadi Kelana takut kalau Hana sampai main mata.
__ADS_1
“Pak saya permisi dulu ya, haus,” pamit Kelana, padahal pria budak cinta itu sedang berusaha mencari sosok sang istri. Ia tidak menyangka ruang tamu tetangganya itu seperti ballroom, dan entah dari mana semua tamu undangan ini datang, wajah mereka sangat menawan, dan bahkan hidungnya membuat Kelana sampai memegang hidungnya sendiri. “Padahal hidungku sudah tergolong bangir,” gumamnya di dalam hati.
Kelana akhirnya bisa menemukan Hana, istrinya itu sedang berdiri bersama Mina dengan piring di tangan. Sudah dia duga pasti Hana tidak akan jauh-jauh dari makanan. Wajah wanita itu nampak riang, pantas saja Hana tidak mau makan malam di rumah lebih dulu.
“Apa kamu bercanda? di sana pasti banyak makanan enak jadi untuk apa kita makan dari rumah,” ucap Hana tadi, sudah mirip emak-emak wakanda yang hendak pergi kondangan. Mengosongkan perut agar bisa menikmati semua hidangan. Jika tidak malu emak pasti membawa tas besar, membungkus kue dengan tisu lalu memasukkannya ke dalam tas dan dibawa pulang.
“Bu Mina,” sapa Kelana ramah. Hana pun tersenyum lalu berkata makanan yang sedang dia makan itu sangat enak. Namun, Kelana menggeleng menolak saat sang istri ingin menyuapinya, dia memilih untuk menuju stand minuman.
Kelana terus memandangi Hana, entah kenapa matanya tidak bisa lepas dari paras istrinya itu. Menurutnya Hana adalah wanita tercantik malam itu, tanpa sadar Kelana bahkan tersenyum sendiri seperti orang gila sampai suara seseorang menghardiknya.
Kelana menoleh kaget, dia memutar bola mata malas melihat sosok anak SMA yang pernah menghardiknya dan Hana dulu. Marsha namanya, keponakan Mina yang ibunya bekerja sebagai dokter dan pemilik sebuah rumah sakit. Bahkan tempo hari ibu gadis di depannya ini mengirim ambulan ke rumahnya.
“Bukan urusanmu,” ketus Kelana.
__ADS_1
“Ganteng sayang galak,” cibir Marsha.
“Cantik tapi mulutnya tidak bisa dijaga,” balas Kelana.
Marsha pun kaget, tapi bukannya marah gadis itu malah memukul lengan Kelana bertubi-tubi. Ia bahkan meletakkan gelas ke meja dan menutup mulutnya dengan ke dua tangan, setelahnya berucap, “Astaga naga, akhirnya aku menemukan laki-laki bermulut pedas selain Om Jeramy.”
“Apa maksudmu?” tanya Kelana dengan kening terlipat halus.
_
_
_
__ADS_1
Sorry promo novel sendiri, jangan lupa hunny tamat baca novel Na PERNIKAHAN TAK TERDUGA ya, mamacih
Scroll lagi buat Gift away 👇