Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 223 : Membuat Malu


__ADS_3

Bagas tidak pulang ke rumah, pria itu memilih duduk sendiri di salah satu sudut sebuah klub malam untuk menghilangkan rasa gersang di dadanya. Iri, benci, masih berharap, dan ingin memiliki Hana bercampur satu. Sayangnya Bagas tidak bisa memilah mana perasaan yang sesungguhnya. Bagas tahu hari ini ulang tahun Hana, dia mengigat bagaimana dulu pertama kali dia melamar wanita itu saat berulangtahun. Bagas menunduk galau, dia merasa hatinya hampa, tidak merasakan perasaan nyaman dan tenang apalagi cinta. Hanya nafsu yang merajai, sampai dia pun bertanya-tanya. Mungkinkah benar dia mencintai Bunga?


Banyak yang bilang penyesalan datang di belakang, karena jika datang di depan biasanya kurir tokopakedi. Bagas merasakan itu sekarang, dia sedang menyesali perbuataannya sendiri. Satu perbuatan yang paling jahat adalah sengaja membuat Hana keguguran saat masih menjadi istrinya. Pria berhati iblis yang tega bersekongkol dengan selingkuhannya untuk membuat istri sah celaka. Bagas lagi-lagi menenggak minuman, memikirkan Hana hamil dia tiba-tiba teringat akan perbuatan membunuh darah dagingnya sendiri di masa lalu.


“Sialan, dia dulu gendut, tak bisa merawat diri sampai aku jijik melihatnya setiap hari. Tapi sekarang? Dia benar-benar seksi, rupawan. Apa yang bisa aku lakukan untuk membuatnya berpisah dari suaminya?”


Bagas yang sudah teler mulai meracau tidak jelas. Sementara, dia tidak tahu Bunga menunggu dengan cemas di rumah. Wanita itu, sepedas apa pun mulut dan tingkahnya tapi tetap saja memiliki keinginan kuat untuk bertahan dengan Bagas.


_


_


“Apa kamu benar-benar akan membuat Bagas malu di depan semua orang?” tanya Hana sambil membuat simpul pada dasi Kelana. Bukannya masih peduli pada mantan suami, hanya saja Hana takut jika sesuatu yang buruk menimpa Kelans. Ia tidak ingin hanya karena Bagas reputasi Kelana menjadi jelek.

__ADS_1


“Ya, aku akan mengakhiri semua ini untukmu dan calon anak kita. Dia akan aku tendang dari perusahaan. Aku tidak peduli. Jadi duduklah yang manis di sini dan tunggu kabar dariku!”


Hana ingin mematuhi ucapan Kelana, tapi dia sendiri ingin pergi ke rumah yang sudah diberikan suaminya itu sebagai hadiah ulang tahun kemarin. Alhasil Hana meminta izin, jika boleh dia ingin ke sana bersama Dinar.


“Mama sepertinya sekarang lebih menyayangimu dari pada aku.” Terdengar seperti sindiran tapi sebenarnya Kelana hanya bercanda. Ia rengkuh kedua sisi pinggang Hana setelah itu mencurukkan kepala ke leher istrinya.


“Karena aku menantu yang baik.” Hana tertawa. Ia balas melingkarkan tangan ke Kelana sebelum melanjutkan kalimat, “Aku meminjam pembantu Mama untuk bersih-bersih, masih ada beberapa tumpukan barang tak terpakai di belakang dan … “


“Dan apa?”


“Memang spreinya kenapa?” Kelana tersenyum menggoda. Pria itu melepas pelukan dan berjalan menuju laci meja tempatnya menyimpan koleksi jam tangan.


Hana yang memang memiliki selera humor sebelas dua belas dengan Kelana tak mau kalah. Ia mengambil handuk suaminya yang berada di atas ranjang dan melampirkannya ke tangan kiri. Hana sengaja mensejajari Kelana yang masih mematut diri di depan cermin.

__ADS_1


“Spreinya kotor setelah dipakai sama mama papa ebong buat beternak.”


Hana sekata-kata. Tidak bisa menahan gejolak geli di rongga perut, Kelana melingkarkan lengan ke leher Hana, bahkan karena terlalu gemas dia sampai membuka mulut - berpura-pura menjadi zombie dan hendak memakan kepala sang istri.


“Lagian kenapa membeli sprei dengan warna putih?” gerutu Hana.


“Kalau ada yang bertanya dan curiga, bilang saja itu iler.”


Kelana tertawa-tawa sendiri. Ya, dia yakin noda bekas percintaannya dan Hana pasti meninggalkan jejak seperti gambar awan .


_


_

__ADS_1


_


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2