Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Extra Part 4 : Melihat Penyu


__ADS_3

“Sana pergi sendiri!” Kelana gemas, hari sudah malam dan Hana tetap bersikeras untuk melihat penyu di pantai.


“Rafli sudah membayar paket tambahannya, sayang sekali jika tidak dipakai. Ayolah Sayang!” Bujuk Hana dengan nada manja, dia busungkan perut dan mengusap-usap lembut. “Ya sudahlah kalau kamu tidak mau, aku bisa pergi sendiri dengan Rafli, karena Rita juga tidak mau, kehamilannya membuat dia mager.”


Hana menyambar lotion anti nyamuk lalu membalurkannya pada seluruh permukaan kulit. Setelah itu dia memakai celana panjang dan jaket.


“Aku mau melihat penyu bertelur, mau melihat perjuangan betina mengeluarkan anak-anak dari perutnya,” sindir Hana. Tak lupa dia memakai selendang yang ditutupkan ke kepala, untung dia tidak memakai baju berwarna putih, jika tidak dia pasti bisa dikira Suzanti, artis yang selalu berhasil memerankan film dengan genre misteri.


Kelana diam, dia pandangi sosok istrinya sampai menutup pintu pondok. Namun, ujung-ujungnya pria itu juga tidak bisa hanya tinggal diam, di luar sangat gelap. Ia takut terjadi sesuatu ke Hana. Meski sudah sering dikunjungi wisatawan tapi keasriannya tetap terjaga karena menjadi daya tarik tersendiri.

__ADS_1


Sementara itu, meski tahu bahwa suaminya mengekor di belakang tapi Hana bersikap cuek, dia lebih memilih mendengarkan cerita tentang penyu di pulau itu dari Lucky.


“Dulu ada seorang mahasiswi yang berjuang dengan gigih mempertahankan keasrian pulau ini, dia benar-benar membuka mata kami bahwa jika kita mencintai alam maka alam akan balas mencintai kita, dengan melestarikan penyu dan menjaga Lepa tetap asri, kami pun mendapat manfaat dengan banyaknya pengunjung yang rela membayar mahal, bahkan reservasi sudah full sampai satu tahun ke depan,” ungkap Lucky panjang lebar.


Rafli dan Hana pun mengangguk paham, mereka masih terus berjalan menyusuri setapak dengan pohon kelapa yang menjulang tinggi di kanan dan kiri. Penerangan yang mereka dapat hanya dari sinar rembulan dan senter yang berada di tangan. Hana menunjukkan dengan jelas bahwa dia memiliki jiwa petualang, wanita itu sampai berucap ke Rafli-


“Aku akan membebaskan anakku nanti, dia harus melihat dunia ini dengan sisi yang berbeda, tidak perlu terkurung di satu kota, aku akan membuatnya melihat betapa indah dan megahnya semesta. Duit papanya banyak, buat apa?”


“Untung saja Rita tidak ikut, dia jelas sudah tidak bisa berjongkok,” ucap Rafli. Tangannya ditampar oleh Kelana karena memegang lengan Hana untuk membantu wanita itu jongkok.

__ADS_1


“Singkirkan tanganmu dari istriku!” amuk Kelana.


Rafli pun cemberut, dia usap tangannya yang sakit dan terasa panas. Setelah itu hanya diam karena Hana mulai marah, wanita itu menghardiknya dan Kelana.


“Jika sampai aku gagal melihat penyu karena kalian, lihat saja akibatnya nanti!”


Kelana menyenggol lengan Rafli, begitu juga sepupunya itu. Mereka akhirnya diam saat Lucky yang mengeluarkan perintah, pria itu menyerahkan sebuah alat bernama binocular ke Hana kemudian berbisik-


“Arah jam dua, ada satu penyu yang hendak mendarat, lih ….”

__ADS_1


Belum juga Lucky selesai dengan ucapannya, Kelana sudah menyambar binocular yang dia pakai. Kelana ternyata penasaran juga, dia sampai membuat Lucky jatuh tertuduk beralaskan pasir.


“Awas kalau itu bukan penyu, aku tenggelamkan pulau ini!”


__ADS_2