Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 117 : Makan Ati


__ADS_3

Hana masih berdiam diri, hanya saja dia sudah memakai pantiesnya. Ia benar-benar merasa malam ini seharusnya dilalui dengan suka cita. Bukannya malah duduk di dalam kamar mandi seperti ini. Ia mulai marah karena Kelana tidak mendatanginya atau sekadar bertanya kenapa dirinya berdiam diri lama di sana.


“Apa dia sudah tidur? Menyebalkan sekali, kenapa dia tidak berniat memanggilku, apa dia tidak takut aku pingsan di dalam kamar mandi?” gumam Hana. Ia akhirnya bangkit dan mengganti baju kekurangan bahan yang dia gunakan dengan piyama. Setelah itu keluar dari dalam kamar mandi.


Pipi Hana sudah menggelembung, bibirnya rapat terkunci. Ia diamkan Kelana yang masih duduk bersandar pada kepala ranjang dan hanya meliriknya sekilas.


Hana melempar baju kekurangan bahan miliknya ke keranjang cucian, setelah itu mengikat rambut dan berjalan keluar. Kelana yang melihatnya pun sedikit Heran hingga bertanya-


“Hunny apa yang mau kamu lakukan?”


“Makan,” ketus Hana.


Parah. Ini gawat dan darurat. Jika Hana yang biasanya anti makan malam tapi ingin makan itu berarti ada yang tidak beres. Kelana pun melompat dari atas ranjang. Ia susul sang istri yang sudah mengambil sebungkus mi instan dan mengisi panci dengan air.

__ADS_1


“Hana? Makan mi instan?” Gumam Kelana, sudah bisa dia pastikan bahwa istrinya itu sedang dalam kondisi hati yang tidak stabil.


“Hunny kenapa makan mi malam-malam?” tanya Kelana. Ia dekati Hana dan berdiri dengan jarak beberapa langkah kaki saja dari wanita itu.


“Dari pada makan ati malam-malam, memang aku ciripa anjingnya dulcemaria,” ketus Hana. Ia sobek mi instan dari bungkusnya dan membanting bumbunya ke pantry. Hana mengambil mangkuk meletakkannya dengan kasar, tak lupa sendok dan garpu yang juga dia banting ke dalam mangkok sehingga terdengar bunyi nyaring.


“Apa kamu tidak tahu berapa kalorinya? Kamu akan menimbun lemak Hunny,” ucap Kelana, pria itu masih mencoba membaca jalan pikiran Hana, dan tidak merasa bersalah, padahal sudah melukai harga diri sang istri. Wanita itu kecewa karena merasa ditolak saat ingin melakukan hohohehe.


Hana mengibaskan tangan dan hendak meraih tuas kran untuk mencuci tangan. Namun, Kelana dengan satu gerakan tangan membalikkan tubuhnya dan langsung menyembar bibir. Pria itu mencium Hana dalam-dalam bahkan menghisap dua belah bibirnya secara bergantian.


Hana memberontak, dia berniat mendorong tubuh Kelana tapi suaminya itu tak bergerak sedikit pun dan malah semakin mengunci badannya. Akhirnya Hana membiarkan Kelana menyesap manis bibirnya tanpa ingin membalas ciuman itu, Hana memilih pasif sampai Kelana menjauhkan wajah sambil menggigit bibir bawahnya.


“Apa kamu marah? apa ada yang salah?” tanya Kelana, belum juga dia melanjutkan ucapan Hana sudah menjawabnya cepat.

__ADS_1


“Ya salah, aku ingin bercinta denganmu tapi kamu malah menolakku. Apa karena dokter bilang kita tidak boleh sering melakukannya, tapi napsu siapa yang bisa menahannya. Apa kamu mau aku bermain dengan …. “


Hana terdiam seketika, netranya membeliak karena Kelana memasukkan lidah lalu menggelitik rongga mulutnya. Wanita itu sampai berhenti bernapas untuk beberapa detik. Tangannya sudah mengepal di dapan dada Kelana dan memukul pria itu. Ia semakin tak berkutik saat Kelana meremas bagian belakang tubuhnya lalu memegang pinggang dan mengangkatnya duduk ke atas pantry.


Kelana melepaskan tautan bibir dan tersenyum. Pria itu mengusap bibir Hana yang basah sebelum berkata,” Rudalku sudah siap diluncurkan.”


_


_


Hambuh Kel hambuh


skippp ya geng 🤣🤣🤣 langsung pagi harinya

__ADS_1


__ADS_2