
Hari keberangkatan Kelana dan tim HRD pun tiba. Namun, Kelana dan Hana memilih untuk sedikit menunda jamnya. Mereka seharusnya berangkat pagi-pagi, tapi Kelana dan Hana memutuskan untuk mengantar Arman kembali ke rumah lebih dulu.
“Ingat ya Bunga, Hana, Kelana, Bagas oleh-oleh buat Mama,” ucap Tantri. Ia absen semua nama anak dan mantunya bermaksud agar setiap orang membawakan oleh-oleh dari Jogja.
Ya, tak ingin kalah dari Hana, Bunga pun mengajak Bagas untuk melakukan hal yang sama. Mereka ikut menjemput Arman dan sejenak berbincang sebelum pergi hanya untuk sekadar basa-basi.
Hana yang awalnya cemas akhirnya bisa bernapas lega, menurut dokter kondisi Arman sudah stabil, tumornya sudah diangkat dan hanya butuh beberapa minggu istirahat dan check up rutin.
“Pastikan Papa minum obat tepat waktu, jangan banyak melakukan pekerjaan berat dulu!"
Hana menggenggam erat tangan Arman sebelum berpamitan. Pria tua yang dia ajak bicara pun mengangguk dan menepuk lengannya sebelum mengusir dirinya dan Kelana agar bisa cepat-cepat liburan.
_
_
Setelah dari rumah Arman, Kelana dan Hana pun langsung menuju perusahaan di mana sebuah bus mewah sudah menungu mereka.
Kelana cukup dibuat kagum dengan armada pilihan bawahan Bagas itu, selain keluaran tahun ini, bus itu memiliki fasilitas yang lumayan lengkap, selain ada kamar yang pasti diperuntukkan untuknya dan Hana, di dalam bus juga terdapat sebuah mini bar, sofa panjang dan perangkat audio untuk karaoke.
Kelana mencoba melupakan sejenak tujuannya melakukan liburan itu. Ia memilih untuk menikmati perjalanan dengan melihat istrinyal bernyanyi dan bercanda. Tatapan mata Kelana sungguh membuat setiap wanita yang melihatnya merasa iri, selain ada sorot kekaguman, ada juga cinta yang besar di sana. Bibir pria itu bahkan tersenyum manis, dia bahkan tidak melarang Hana melakukan apa yang wanita itu inginkan. Meski Hana terlihat konyol di depan Bagas, Bunga dan bawahannya yang lain.
__ADS_1
Perjalanan yang memakan waktu berjam-jam itu pun tak terasa melelahkan untuk semua orang. Mereka malah berteriak bahagia saat kendaraan yang mereka tumpangi memasuki kota tujuan.
“Kita langsung ke hotel ya.” Bagas menatap Bunga. Wanita itu malah mengernyitkan dahi karena bingung memahami ucapannya.
“Kamu tanya atau memberi perintah?” Bunga yang sejak berangkat harus memendam kesal karena sering diperintah Kelana ini itu pun bertanya dengan ketus.
“Aku bertanya, memang nada bicaraku memerintah, Ha?”
Beberapa staff yang mendengar percakapan dua orang itu pun saling tatap, mereka seperti merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres di antara Bunga dan Bagas. Apa lagi saat atasannya menjawab pertanyaan Bunga barusan.
“Kita langsung ke hotel, aku akan memberitahu rutenya ke sopir.”
Bunga melengos, dia berjalan ke depan menuju tempat sopir dan menunjukkan hotel yang akan mereka gunakan untuk menginap selama kurang lebih tiga hari.
Komentar sang sopir tidak dipedulikan oleh Bunga, dia mengiyakan dan berkata atasannya menginginkan hotel dengan suasana alam.
“Iyes Pak, lumayan dapat harga murah,” jawab Bunga yang sudah mengambil keuntungan dari tugasnya mencari hotel.
Sang sopir bus pun mengangguk, tapi untuk beberapa detik pria paruh baya itu melirik rekannya yang ikut menemani dalam perjalanan sebagai sopir pengganti.
_
__ADS_1
_
“Hunny kita sudah sampai Jogja,” bisik Kelana ke telinga sang istri yang masih terlelap.
Kelana menopang kepala di samping Hana, kakinya bahkan harus menekuk karena kamar di bus itu jelas tidak begitu luas. Kelana bahkan merelakan dirinya sedikit pegal agar pujaan hatinya itu bisa beristirahat dengan nyaman.
Hana menggeliat dan mengucek mata, dia lalu menyibakkan korden untuk melihat keluar. Kening Hana tiba-tiba mengernyit saat menyadari bus itu sepertinya tak melintasi jalan besar.
“Kita mau menuju ke mana?”
“Hotel. Adik tirimu yang memilihkan hotel ini. Aku memang meminta dicarikan hotel yang bernuansa alami."
"Kenapa begitu?" tanya Hana yang belum sadar sepenuhnya dari rasa kantuk.
"Karena membuat bayi dengan iringan kicauan burung sepertinya syahdu,” jawab Kelana dengan alis mata yang sengaja dia naik turunkan.
_
_
_
__ADS_1
Scroll ke bawah 👇