Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 139 : Basa-Basi


__ADS_3

Hana dan Kelana buru-buru pergi dari apartemen menuju rumah sakit setelah Tantri membalas dan menginformasikan di mana rumah sakit tempat Arman dirawat. Selama perjalanan Hana terus mengirim pesan untuk mendapat update-an kondisi papanya.


Jika bisa merubah masa lalu Hana jelas ingin terlibat dan mengenal lebih jauh Tantri, sebelum menjadi istri papanya dulu, tapi jika itu sampai terjadi jelas dia tidak akan bisa bertemu dengan Kelana, dan tahu betapa buayanya Bagas.


“Tenang Hunny, Papa pasti baik-baik saja,” ucap Kelana.


“Iya, aku tahu. Kata ibunya Bunga, papa tadi kesakitan sampai harus dibawa ke rumah sakit, dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi, dan Bagas membayar jaminannya dulu,” ungkap Hana setelah membaca balasan pesan dari Tantri, Ia kunci layar benda pipih di tangannya lantas memasukkannya ke dalam tas.


“Apa Bunga juga di rumah sakit, malas juga aku bertemu dengannya.” Kelana geleng-geleng, dia merasa adik iparnya itu keterlaluan sampai meminta maaf atas kesalahannya pun enggan.


“Pasti dia datang bersama Bagas.”


***


Namun, nyatanya saat sampai di rumah sakit, Hana dan Kelana tidak mendapati keberadaan Bunga di sana, hanya ada Bagas dan Tantri yang sedang berbincang di depan kamar perawatan Arman. Keduanya pun menoleh saat melihat Hana dan Kelana berjalan mendekat.

__ADS_1


“Apa papa tidur?” tanya Hana yang sudah tahu bahwa papanya diminta melakukan puasa sebelum operasi. Ia sudah cukup membaca penjelasan Tantri via aplikasi berbalas pesan dan tidak ingin menanyakan lagi. Hana bahkan seperti tidak sudi melihat wajah ibu tirinya.


“Di mana Bunga? apa dia di dalam?” Hana mencoba mencari tahu, dia berpikir Bunga sudah berubah menjadi anak yang berbakti.


“Dia tidur seperti babi.” Bagas menjawab dengan seenak hati, dia tak sadar dengan kata yang baru dia katakan sampai Tantri melotot dan menanyakan kenapa putrinya yang cantik bak model majalah bobi itu dikatai babi.


“Karena dia tidur meski aku goyangkan dan tampar pipinya tetap saja dia tidak bangun,” jawab Bagas, dia memang sejak dulu tidak begitu hormat pada mertuanya yang mata duitan.


Kelana dan Hana saling lirik, mereka jelas sudah tahu bahwa baik Bunga, Tantri dan Bagas memiliki sifat yang sebelas dua belas. Kelana memilih menghentikan peperangan mata antara Bagas dan Tantri dengan bertanya ke Bagas berapa biaya rumah sakit yang sudah dia bayarkan karena dia ingin menggantinya.


Namun, sejatinya Bagas hanya basa-basi. Kelana pun tak ambil beban saat pria yang bekerja sebagai manager HRD di perusahaannya itu menolaknya mengganti biaya. Kelana dengan tenang malah berucap-


“Terima kasih, syukurlah Papa memiliki menantu baik sepertimu.”


Ekspresi wajah Bagas pun berubah, Hana yang belum tahu maksud jawaban sang suami hanya bisa melongo, tapi melihat sudut bibir Kelana sedikit tertarik, dia pun sadar - belahan jiwanya itu sedang mengerjai Bagas. Hana menunduk menyembunyikan tawa, setelah itu menatap Bagas dan mengucapkan terima kasih juga.

__ADS_1


Bagas cengo, sedangkan Tantri seperti tidak terima karena jelas Bagas hanya membayar dua puluh juta hanya untuk DP kamar dan operasi. Wanita itu menyentuh pergelangan tangan Kelana dan menggoyangkannya.


Tantri lalu berucap, “Dia hanya bayar DP saja, operasi dan obatnya kalau ditotal masih puluhan juta, jadi lunaskan sekalian. Bagas mana kuat?”


_


_


 


Bersambung dulu ❤


...Hei, Terima kasih pembaca baru yang sudah mampir...


...kenalin Nasya presiden nya Mahahiya, mahasiswa di kampus halu yang kuliah tapi ga lulus², yang sukanya mata kuliah hohohehe Hehaheha 🤣🤣...

__ADS_1


__ADS_2