Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 175 : Siapa Yang Memberi ?


__ADS_3

Namun, niat jahat yang selalu berhasil hanya ada di dalam sinetron yang tayang di saluran burung berenang. Membuat tokoh utama selalu dalam kesulitan, nelangsa dan menangis terkadang memang dinantikan oleh para penonton juga penjahat di cerita, tapi tidak berlaku di kisah Hana.


Hidup wanita itu sudah cukup menderita dan pikiran bodoh Bunga itu hanya kehaluan semata.Ia sering menonton sinetron saat menjadi pengangguran, sehingga otaknya terkontaminasi dengan dugaan-dugaan yang sering muncul di layar televisi, termasuk pelet yang ada di laci Hana.


“Aku pasti akan menemukannya, aku tahu pasti ada sesuatu di laci itu, Hana pasti menyimpan perantara peletnya di sana,” ujar Bunga.


Setelah bertanya ke bagian sarana prasarana Wanita itu menuju gudang, di sana ada beberapa karyawan yang sedang sibuk bekerja menginventarisasi barang.


Meski terkadang seenaknya sendiri, tapi kali ini Bunga menunjukkan tata krama. Ia meminta izin lalu bertanya di mana meja kerja sektretaris Kelana yang lama. Matanya berbinar saat salah satu karyawan menujuk apa yang dia cari. Bunga semringah, dia bahagia, tak sabaran sampai berlari untuk menuju meja yang dia cari.


Bunga membungkuk, dia berjongkok dan seketika kecewa. Laci dan lemari kecil yang ada di meja itu sudah terbuka. Ia tidak melihat satu barang pun di sana. Tanpa Bunga tahu kecurigaannya benar, tapi bukan pelet. Di laci meja itu memang ada rahasia, Hana menyimpan perjanjian pernikahannya dan Kelana.


Namun, sebelum Bunga menyadari meja kerjanya ganti, Kelana lebih dulu memerintahkan karyawan yang menukar meja itu untuk mengeluarkan semua barang dari laci dan lemari.


Kelana duduk di kursi kerjanya, dia memandangi satu kardus ukuran sedang berisi barang-barang Hana. Pria itu tertawa, dia tak menduga sang istri menyimpan baju ganti di sana.

__ADS_1


“Dia pengertian, dia tahu aku terkadang bisa lepas kendali, pintar sekali,” puji Kelana. Otaknya kembali berpikiran mesum saat melihat sofa di mana dia dan Hana beberapa kali melakukan peperangan.


“Ah … Hunny-ku, apa yang dia lakukan sekarang? Kenapa tidak mengabariku? Apa dia tidak rindu padaku? sibuk sekali sampai tidak menanyakan apa aku sudah makan siang atau belum.” Kelana berbicara sendiri sembari menatap layar ponsel, dia menggeser-geser galeri untuk melihat foto-foto liburannya bersama Hana.


“Rumah untukmu sudah hampir jadi, kamu pasti akan menyukainya,” ujar Kelana penuh percaya diri.


_


_


“Jadi Amanda menghubungimu juga? Lha … nenek hanya memberitahu nomor kontak Kelana bukan nomormu, jadi dari mana dia mendapat nomormu?” Ayu bingung, dia tampar punggung tangan Dinar yang lagi-lagi ingin mengambil bakpia miliknya.


“Bukan! bukan aku,” tolak Ayu mentah-mentah. “Wah … si Amanda itu kenapa juga dia bohong. Orang aku hanya memberinya nomor Kelana.”


“Lalu, selain Nenek dan Mama, siapa lagi yang tahu nomorku?” Hana heran, dia bertopang dagu sambil terus memikirkan hal itu.

__ADS_1


“Mana mungkin si Tatang, dia memang sempat meminta nomormu, katanya ingin mengajakmu bertemu dengan istrinya Rafli agar bisa berbagi resep cara cepat hamil.” ujar Dinar. Ia tidak menatap Hana tapi Ayu. Wanita itu memohon pada ibunya agar diperbolehkan makan satu biji bakpia lagi.


Dinar mendesah sebal karena Ayu tetap tak mau berbagi dengannya. Ia akhirnya menatap Hana dan melanjutkan ucapannya tadi, “Kata Tata, dia akan meminta istrinya Rafli menginjak jempol kakimu agar cepat ketularan hamil.”


“Cih … mana ada hal seperti itu, kupikir Mama kekinian ternyata kekunoan,” cibir Hana. Ia pun mengingat bahwa tamu bulanannya belum juga datang. Hana pun berniat mampir ke apotek untuk membeli alat uji kehamilan nanti.


“Ma … Nek, jika aku hamil bulan ini, apa Mama dan Nenek akan memberiku hadiah?” goda Hana.


“Kalau kamu hamil, Mama akan berikan apa yang kamu mau, katakan! Kamu mau apa? jangan bilang mobil, itu sudah biasa, jet pribadi? Sudah banyak juga orang kaya yang memberikan benda itu sebagai hadiah ke anak-anaknya,” ujar Dinar.


“Lalu kamu mau memberikan apa ke Hana?” tanya Ayu yang malah tak sabaran melebihi Hana.


_


_

__ADS_1


_


bersambung dulu geng 🙈


__ADS_2