Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 231 : Jangan Main-main!


__ADS_3

Dinar masih santai saat pembantunya mengabari, tapi setelah mengingat di mana rumah menantu dan putranya berada, dia pun melompat dari kursi.


“Oh … iya geng sultini,” ucap Dinar dengan mata melebar. “Ih … Hana apa kamu belum kenalan sama tetangga? Kamu harus bisa masuk geng komplek ini Hana, harus!” Dinar sampai tak sabar dan menarik lengan Hana agar segera bangkit dari kursi.


“Astaga Mama, apa sehebat itu mereka?” Hana merasa mertuanya sangat berlebihan, tapi saat bertemu dengan beberapa ibu-ibu itu, Hana seketika sadar.


Beberapa wanita yang mendatangi rumahnya memakai baju dinas dengan merek yang sama. Mereka memakai daster keluaran brand dunia, bayangkan saja perbedaannya! Bahkan saat Kelana menawarinya untuk membeli baju yang serupa, Hana berkata-


“Nanti di jogja aku akan belanja daster banyak-banyak, jika membeli merek itu aku hanya bisa mendapat satu tapi di Jogja aku bisa dapat berkodi-kodi.”


Hana menuduk menyapa, begitu juga Dinar yang berbinar mendapati dirinya bisa bertemu langsung dengan geng fenomenal itu. Benar-benar di luar dugaan, benar jika para anggotanya dijuluki vampir, karena meski sudah tua mereka nampak masih awet muda.


“Kami lihat ada tetangga baru jadi kami mau menyapa, iya ‘kan bu ibu?” Bu Dewan sang dedengkot buka suara, ucapannya diiyakan oleh beberapa anggota yang lain.


Hana bingung, dia memang sengaja belum menyapa karena belum resmi menempati rumah itu. Namun, sepertinya ibu-ibu itu tidak sabar, mungkin takut memiliki tetangga yang tidak satu frekuensi dengan mereka. Akankah Hana akan mendapat ujian pertamanya sebagai penghuni blok Kamboja?


_


_


_

__ADS_1


“Pak Bagas mengundurkan diri?”


Dewi dan yang lainnya kaget saat Bagas menyerahkan sebuah surat. Pria itu bahkan sudah mengemasi beberapa barangnya ke dalam kotak. Mereka bingung, masih berpikir bahwa ucapan Kelana tadi hanya sekadar gurauan.


“Hem … aku tidak akan bekerja lagi di sini, aku titip surat ini,” ucap Bagas.


“Kenapa buru-buru dan mendadak, Pak?”


Bagas tak mau menjawab, padahal sebagai manager HRD dia pasti tahu tidak bisa keluar mendadak seperti ini, biasanya harus memberitahu minimal satu bulan sebelumnya, karena jika posisi yang ditinggalkan sangat krusial pasti akan mengacaukan pekerjaan yang lain.


“Karena aku spesial,” jawab Bagas. Ia memilih langsung pergi dan membuat semua staffnya kebingungan. Biasanya mereka akan membuat acara perpisahan, tapi dalam kondisi yang mendadak seperti ini jelas mereka belum persiapan.


Bagas memilih memesan taksi, dia mengirimkan pesan ke Bunga untuk membawa mobilnya pulang nanti.


“Tidak!aku tidak boleh kalah dengan mudah. Aku akan menghadapi Kelana. Ia memakai cara licik dan aku juga akan melakukan hal yang sama.” Bunga menyeringai, dia menginjak pedal gas untuk menambah kecepatan mobil.


***


Setelah sampai di perusahaan, Bunga cepat-cepat naik ke lantai di mana ruangannya berada. Ia sudah mempersiapkan skenario untuk menghadapi Kelana. Dengan penuh percaya diri, Bunga pun mengetuk pintu ruangan sang atasan.


“Siapa?”

__ADS_1


“Saya, Bunga.”


Kelana yang tengah sibuk membaca laporan langsung menegakkan badan, dia sudah bisa menerka apa pilihan Bunga. Bagas pasti sudah memberitahu wanita itu dan Bunga menjadi tidak berani datang Sky hotel.


“Masuklah!” titah Kelana dengan suara lantang. Ia tersenyum dengan sudut bibir saat Bunga melangkah masuk dengan membawa berkas di tangan.


“Apa kamu belum menyelesaikan tugasmu?” tanya Kelana tanpa basa-basi. Ia semakin heran karena Bunga berani merapat ke mejanya dan meletakkan berkas itu ke meja.


“Saya tidak bisa datang ke sana Pak, karena …. “


“Karena apa?” tanya Kelana melihat gelagat yang mencurigakan dari Bunga.


“Karena kamu ingin menjebakku.” Bunga tersenyum sinis, wanita itu dengan sengaja membuka kancing kemejanya dengan kasar lalu menurunkan bagian pundaknya, dia juga menarik tali bra. Bunga mengacak-acak rambut dan kemudian mengancam Kelana. “Jangan pernah main-main denganku!”


_


_


_


 

__ADS_1


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2