Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 210 : Mendatangi Kantor


__ADS_3

Hana mengangguk, tak kuasa juga dirinya untuk menolak apa yang suaminya ucapkan karena ini juga sangat dia inginkan. Hana bahkan menggeliat di atas pangkuan Kelana saat pria itu menyasar perpotongan lehernya. Kelana menyesap permukaan kulit Hana yang putih bersih, hingga meninggalkan bekas merah di sana. Menghentikan aksi untuk sementara, mata mereka beradu dan senyum penuh kasih mereka berikan untuk menghangatkan hati satu sama lain.


Bibir ranum Hana menjadi incaran Kelana berikutnya, pria itu mnyentuhkan telunjuk ke dagu Hana dan perlahan mendekatkan wajah, dia tersenyum sebelum menempelkan bibirnya ke bibir sang istri, lembut dengan ritme yang sangat pelan, hingga lama kelamaan menjadi sedikit rakus bak orang kehausan. Hana pun membalas ciuman Kelana tak kalah semangat, dia bahkan menelusupkan lidah hingga sang suami sedikit kesulitan untuk meladeni.


Masih dengan bibir yang bertautan, Kelana memilin puncak melon Hana yang sudah mengeras. Wanita itu sudah mulai menggeliat seperti kehilangan kewarasan. Palungnya mulai terasa basah dan geli. Karena takut menindih istrinya, Kelana pun mengerlingkan mata. Memberi kode posisi apa yang ingin dia gunakan untuk bercinta. Hana yang memang sudah berpengalaman dalam urusan ranjang langsung tahu tanpa perlu sang suami sebutkan. Ia berbaring miring memunggungi Kelana, membiarkan tangan pria itu melingkar dari bawah dan kembali meremas dua benda kenyal yang biasanya ditutupi oleh bra.


Hana melebarkan paha, memberi ruang agar Kelana bisa memasukinya dari sana. Desaahan lolos secara bersamaan dari bibir keduanya, dengan lembut Kelana mulai menumbuk pelan, dia sebisa mungkin tidak membuat bagian perut Hana terguncang. Keduanya berperang dengan kalem, benar-benar menikmati penyatuan itu setelah absen lebih dari satu minggu. Hana menggigit dan menyesap jari telunjuk Kelana, meski tak bisa melihat ekspresi wajah satu sama lain, tapi perasaan saling memberi dan menerima dengan tulus bisa mereka rasakan, hingga sensasi terbang melayang di atas awan didapatkan. Kedunya tanpa penyesalan malah tertawa dan berpelukan, padahan baru saja membuat sprei ranjang berharga puluhan juta basah dan kotor dengan cairan percintaan.


_


_


Di sisi lain, Ayu yang murka benar-benar mendatangi kantor Kelana. Ia berpikir cucunya itu sedang bekerja. Semua orang yang melihat kedatangan wanita itu ketakutan, apa lagi Dinar dan Tata juga ikut bersama. Gosip tentang perjanjian pernikahan di akun lambe lumer jelas sudah tersebar, kini karyawan yang melihat Ayu malah menjadi yakin bahwa yang melakukan perjanjian itu memang sang atasan dan mantan sekretarisnya.

__ADS_1


“Ma, mama malah membuat orang-orang berpikir bahwa itu memang perjanjian antara Kelana dan Hana,” ucap Dinar, dia malu dan bahkan menyembunyikan mukanya di balik tas centelnya yang berharga ratusan juta.


“Biar! Dia memang harus diberi pelajaran. Aku tahu awalnya Hana tidak menyukai Kelana, tapi karena mereka menikah. Aku pikir mereka sudah saling cinta, tapi nyatanya apa?” amuk Ayu.


Untung saja jalan Ayu seperti keong jadi untuk sampai ke lift dia butuh waktu. Tata yang gemas ingin sekali menggendong mamanya agar bisa cepat sampai ke ruangan Kelana. Ia tak sabar melihat sang keponakan terkena murka.


“Cepat Ma jalannya!” bisik Tata. Seketika dia melotot dan mengaduh karena dipukul oleh Dinar di bagian lengan.


“Siapa bilang Hana tidak suka? Mama ada-ada saja.” Dinar masih berusaha membujuk Ayu. “Ayo lah Ma, jangan seperti ini! Kalau Mama memukuli putraku aku tidak akan tinggal diam, aku akan melaporkan Mama ke polisi karena tindak penganiayaan,” bentak Dinar. Ia tidak memiliki cara lain selain mengancam wanita yang melahirkannya itu.


“Laporkan saja! lalu aku akan melaporkan anakmu yang kurang ajar itu dengan pasal penipuan, dia berani-beraninya menikah hanya untuk main-main.” Ayu masuk ke dalam lift, sedangkan Dinar masih terus berusaha menahan. Namun, dasar Tata, dia menyingkirkan tangan sang kakak dari tombol dan bergegas menutup lift.


Dinar mengeram. Dia ingin menjambak rambut Tata, tapi sadar jika melakukan itu Ayu sudah pasti akan memukulnya dengan tongkat yang ada di tangan.

__ADS_1


“Mama ‘kan tahu Hana hamil, bahkan Kelana membuat pesta spesial saat Hana bilang ingin makan tambak-food" Dinar terus berusaha.


"Lalu Ma, jika pun itu memang Kelana, bukankah foto perjanjian di akun lambe lumer robek-robek? bisa jadi mereka sudah mengakhiri perjanjian itu tapi ada orang jahat yang memanfaatkan untuk menjatuhkan Kelanaku.” Dinar melirik Tata, entah kenapa dia merasa curiga, dan ucapannya barusan benar-benar seperti pengacara yang membela kliennya.


Ayu terdiam karena ucapan Dinar. Ibunda Kelana itu berhasil membuat Tata kelabakan. Sang adik yang tak mau kalah kembali mencoba mengompori Ayu.


Tata berucap, “Mana ada? Menurutmu siapa orang yang kurang kerjaan mengumpulkan potongan kertas dan menyatukannya?”


“Itu yang akan aku cari tahu, jika sampai ketemu aku akan membeli harimau seperti peliharaan sultan Dubai dan mengumpankan orang itu sebagai snack.” Dinar menatap tajam Tata sebelum berkata lagi,” Itu pun jika memang perjanjian itu milik anak dan menantuku.”


_


_

__ADS_1


_


met malam met bobok 😍


__ADS_2