
“Hunny!”
Kelana kaget, setelah mematung cukup lama menekuri ponselnya dia pun menoleh, wajahnya bingung cenderung tidak percaya.
Kelana buru-buru berjalan mendekat dan menunjukkan ponsel ke Hana. Semua grup yang dia miliki di aplikasi berbalas pesan hampir semua membahas hal yang sama. Kelana tidak mau menjawabnya meski namanya dibawa-bawa.
“Sayang!”
Hana pun kaget melihat foto perjanjian yang memang miliknya dan Kelana. Wanita yang tengah berulangtahun itu bangkit dan mengikat rambut sembarangan. Ia fokus ke layar benda pipih Kelana di mana suaminya itu mulai berselancar di dunia maya.
“Apa-apaan ini? kenapa surat perjanjian kita bisa sampai viral?”
Kelana masih tak habis pikir, dia membaca beberapa komentar di akun lambe lumer lantas mengeram. Kelana mengunci ponsel sehingga layarnya padam. Ia baru saja membaca komentar jahat tentang si wanita dan karena sudah yakin itu surat perjanjian mereka, maka jelas komentar buruk yang dia baca ditujukan untuk Hana. Kelana berharap istrinya tadi tidak sempat membaca komentar jahat itu.
“Kenapa bisa? bukankah punyamu sudah kamu lenyapkan? Dan kamu juga melihat aku merobek milikku di rumah ma …. “
Lisan Hana terjeda, dia menutup mulut. Sama sepertinya, Kelana juga terkejut, tapi pria itu menggeleng. Dia yakin pasti bukan Dinar, jika pun Dinar tahu, ibundanya itu pasti akan langsung menemui dan menanyakan hal itu.
__ADS_1
“Kenapa aku bodoh? kenapa tidak memastikan surat itu lenyap?” Hana menyesal, matanya bahkan merambang karena dia tahu efek dari keteledorannya kini menyebabkan kekacauan. Nama baik, reputasi Kelana. Hana akhirnya menangis memikirkan itu.
“Jangan berpikir macam-macam, jangan merasa bersalah! Biarkan saja, gosip seperti ini pasti akan menghilang dengan sendirinya.” Kelana merengkuh tubuh Hana, menenangkan agar ibu dari calon anaknya itu tidak merasa terpuruk.
Mereka cukup lama terdiam, bahkan Kelana sengaja membiarkan ponselnya berkedip lagi. Kelana tak berniat untuk mengangkat panggilan yang ternyata dari Bunga.
“Untuk apa dia meneleponku?” gumam Kelana. Dia membiarkan panggilan itu mati dengan sendirinya.
Setelah Hana bisa menguasai perasaannya. Kelana pun mengutarakan apa yang ada di pikirannya. Dia yakin bukan Dinar yang menyebarkan surat perjanjian mereka.
“Tapi itu memang fitnah Sayang, tapi kali ini benar. Itu perjanjian kita.” Hana menghapus air mata. Ia bahkan menggunakan punggung tangan untuk menyeka hidungnya yang basah.
“Aku akan menghubungi mama, aku yakin dia pasti sudah tahu tentang hal ini.” Kelana bergegas menghubungi Dinar, tapi harus dibuat kecewa karena wanita itu menolak panggilannya.
“Apa mama marah?” tanya Hana, dia takut kalau kali ini Dinar tidak akan mau mendengarkan suaminya. “Sayang, bukankah kita sudah saling mencintai jadi isi perjanjian itu sudah tidak berlaku lagi? katakan pada mama, aku tidak ingin mama membenciku.” Hana ketakutan, dia baru saja mengecap manisnya mendapat sosok ibu yang sayang. Hana tidak ingin Dinar membencinya karena ini.
Kelana bingung harus bagaimana, dia sadar jika jujur dia pasti akan kehilangan pabrik gula yang sudah diberikan Ayu. Karena didapat dengan cara curang, Ayu pasti akan meminta pabrik itu kembali dan bahkan mungkin akan mencoret dirinya dari daftar penerima warisan.
__ADS_1
“Kita harus jujur Hunny. Aku harus bertanggungjawab dengan apa yang sudah aku lakukan. Aku tidak ingin menjadi ayah yang memiliki cela di mata anak kita nanti. Ayah yang gila harta sampai menghalalkan segala cara,” kata Kelana.
“Sayang,” lirih Hana. Ia merasa bangga dengan sosok suaminya, Hana terharu dan kembali meneteskan air mata.
“Tenang saja! aku tidak akan membuatmu dalam kesulitan, aku akan menanggungnya sendiri.”
Hana menggeleng, dia tentu tidak ingin pria yang dicintainya berada dalam masalah seorang diri. Hana meraih tangan Kelana, meyakinkan sang suami kalau dia juga ingin ikut bertanggungjawab. Saat mereka membeku dan saling tatap, ponsel Kelana berkedip lagi. Dan kali ini nama Dinar tertera di sana. Kelana kaget, dia seolah mencari persetujuan dengan memandang Hana. Wanitanya itu mengangguk dan barulah Kelana berani membuka pesan itu.
[Maaf Mama tidak bisa menerima panggilanmu, Mama anggap kamu sudah tahu apa yang terjadi. Kalau pun belum buka saja akun lambe lumer, dan … jangan pergi ke mana-mana, di manapun kamu berada tetap lah di sana, Mama tidak ingin mukamu tampanmu bonyok ]
_
_
_
Scroll ke bawah 👇
__ADS_1