Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Bab 153 : Ceritakan!


__ADS_3

Bunga tak bisa melakukan apa-apa, dia pasrah saat Bagas mendorongnya hingga terjerembab ke atas ranjang. Karena kamar yang digunakan Bunga memang diperuntukkan dua orang, ranjangnya pun terpisah. Bagas semakin bergairah berpikir akan merasakan sensasi baru bercinta di atas ranjang yang ukurannya hanya muat untuk satu orang.


Dengan sedikit kasar Bagas meremas dada Bunga dan memainkan ujungnya. Ia bahkan menggigit puncak bukit itu dari luar hingga erangaan pelan keluar dari bibir sang istri.


“Mas Bagas.”


Bunga menyebutkan nama suaminya itu di sela desakan dan dorongan yang dilakukan oleh Bagas. Ia telungkup dengan kedua tangan memeluk erat bantal, sedangkan pria yang sejak berangkat liburan berpura-pura tidak mengenalnya itu, meringsak dan menikmati pijatan lembut yang dilakukan bibir bawahnya ke teripang.


“Emmm …. Mas Bagas.” Bunga menggigit bibir bawah, matanya memejam dan membuka seirama dengan hentakan Bagas yang kian cepat untuk bisa segera menempus nirwana.


“Oh … Bunga, milikmu memang selalu bisa membuatku terbang melayang-layang,” puji Bagas yang semakin mencurukkan teripangnya masuk agar himpitan dan pijatan semakin terasa.

__ADS_1


Sementara, Bagas dan Bunga sibuk merengkuh nikmatnya surga dunia. Kelana dibuat pusing karena harus membujuk Hana yang marah. Pria itu membelai pipi sang istri dengan lembut, mengecupi pundak dan bahkan leher. Namun, nihil. Hana tetap saja memilih memunggungi dirinya tanpa berniat sedikit pun untuk bersuara.


“Hunny, kenapa marah? aku bisa menjelaskan semuanya,” bisik Kelana, seolah tidak tahu bahwa Hana sedang kesal, pria itu kembali mengoda dengan meniup-niup lubang telinga sang istri.


“Hentikan! Kamu tidak akan berhasil membuatku napsu, aku sedang marah. Jangan ganggu aku! kenapa tidak kamu ganggu saja mantan terindahmu itu.” Hana menepis tangan Kelana yang hampir melingkar ke pinggangnya. Ia bangun tapi bukan untuk berbicara dan menyimak penjelasan sang suami. Hana menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut sampai sebatas leher.


“Hunny, apa kamu cemburu? padahal aku jujur. Amanda memang mantan terindahku.”


“Sudah lah! aku sudah tahu jadi tidak kerlu kamu katakan lagi, yang ada nanti aku malah tambah kesal,” cerocos Hana, Ia mengungkapkan isi hati karena marah. Ya, Hana cemburu, tapi jika dipikir lagi. Siapa sih wanita di dunia ini yang tidak akan kesal, saat tahu bahwa suaminya masih berhubungan dekat dengan mantannya.


“Hunny … “ panggil Kelana masih dengan nada penuh kelembutan. Ia sengaja meletakkan dagu di lengan Hana dan kembail berkata, “Jika jujur membuatmu marah, haruskah ke depannya aku berbohong saja jika kamu tanya soal wanita lain?”

__ADS_1


“Beraninya!” Hana reflek memutar badan, dia kaget karena ternyata Kelana tidak menggeser posisi. Hidung mereka nyaris bersentuhan, tapi Hana memilih untuk memundurkan kepala. Ia tutup mulutnya dengan punggung tangan, dia seolah tidak mau jika sang suami tiba-tiba saja menciumnya.


“Hunny, selain untuk menjebak Bagas tujuan kita ke sini juga untuk honeymoon lho. Kenapa kamu malah menutup diri. Jauhkan tangan dan selimut itu!” Kelana mencoba menurunkan tangan Hana. Ia merasa Hana pasti sudah tahu bahwa dia mengincar bibir.


“Tidak ada honeymoon sampai kamu katakan dan jelaskan dengan gamblang apa urusanmu dengan Amanda. Apa dia berhutang uang yang nominalnya sangat besar, sampai dia ingin menggantinya? Dan kenapa nenek ayu memberikan nomor ponselku pada wanita itu?”


“Kalau soal itu kamu bisa tanyakan ke nenek gayung sendiri, yang pasti saat berpacaran dulu aku memang sering membantu dia …. “ Kelana menjeda kata. “Ah … bukan dia, keluarganya lebih tepatnya.”


“Apa?” Hana tergelak ironi lalu mencubit pinggang Kelana dengan gemas. “Ceritakan dengan jelas dan detail padaku! jika kamu tidak mau bercerita, maka aku akan mengembalikanmu ke hotel bernuansa alam gaib tadi biar kamu bobok ditemani mba kunti!"


_

__ADS_1


_


Scroll ke bawah 👇


__ADS_2