Diceraikan Karena Gendut

Diceraikan Karena Gendut
Extra Part 29 : Nanggala Lingga


__ADS_3

Hana dipindah ke ruang inap setelah melahirkan spontan di ruang pemeriksaan UGD. Kelana terus menemani istrinya itu, sedangkan Dinar datang tepat setelah sang menantu melahirkan.


Mereka kini berada di ruang inap, mengumbar kebahagiaan karena hadirnya bayi laki-laki yang begitu menggemaskan. Pipinya chubby dengan warna kemerahan seperti tomat, serta rambut hitam lebat.


“Ya ampun, dia gemesin banget.” Dinar langsung menggendong bayi Hana ketika perawat baru saja membawa masuk setelah dibersihkan sebelumnya.


“Ma, aku mau gendong,” kata Kelana karena bayinya langsung diambil oleh Dinar sebelum dirinya bisa menggendong.


“Husss … nggak usah! Kamu udah sama Hana saja. Biar si tampan ini sama Mama,” tolak Dinar sambil menghalangi tangan Kelana yang terulur dengan punggung.


Kelana melongo melihat sikap ibunya, bagaimana bisa wanita itu tidak mengizinkannya menggendong bayinya sendiri. Dia lantas menoleh Hana, memasang mimik wajah memelas seolah minta dikasihani.


Hana yang melihat mertua dan suaminya berebut pun tertawa, belum lagi saat Kelana bersiap merengek bak anak kecil kepadanya karena tidak diberi kesempatan menggendong bayi mereka.


“Biarkan Mama yang gendong dulu, sayang. Lagian nanti kamu juga bisa gendong dia,” ucap Hana agar suaminya mengalah.


Kelana pun akhirnya mendekat ke ranjang karena tidak dipedulikan oleh Dinar, pria itu lantas duduk di tepian ranjang masih dengan tatapan tertuju ke sang mama yang sedang menggendong bayi mereka.


Bayi lelaki itu seolah memberikan kebahagiaan tersendiri untuk Dinar, membuat Hana tidak tega menghancurkan kebahagiaan wanita itu hanya untuk menuruti keinginan sang suami.

__ADS_1


“Apa kita jadi memberi nama seperti yang sudah kita siapkan?” tanya Hana untuk mengalihkan perhatian Kelana dari Dinar yang sedang menggendong bayi mereka.


Kelana menoleh Hana, dia mengusap lembut punggung tangan istrinya saat mengingat perdebatan yang terjadi sewaktu memilih nama yang akan disematkan ke putra mereka.


"Iya, Nanggala Lingga Pramudya. Anak laki-laki bijaksana yang akan menjadi pelindung dan lambang kekuasaan," jawab Kelana.


Hana tertawa mendengar jawaban sang suami, saat mencari nama itu, mereka memang sempat berdebat beberapa kali.


“Kekuasaan apa? berkuasa di ranjang?"seloroh Hana waktu itu.


Kelana langsung melotot mendengar candaan Hana, kemudian memilih mencubit hidung istrinya itu karena gemas.


_


_


_


"Hunny apa benar tidak boleh hahahihi?" baru saja Hana mengingat perdebatannya kala itu, tapi Kelana sudah menanyakan seolah bisa membaca pikirannya.

__ADS_1


“Iya! Tidak boleh berperang sampai empat puluh hari atau masa nifas selesai. Jadi kamu harus pu-a-sa.” Hana mengeja kata puasa saat bicara dengan Kelana.


Kelana tertawa mendengar balasan Hana, dia hanya menggoda dan siapa sangka istrinya akan menanggapi seserius itu. Dia pun akhirnya memilih merangkul pundak Hana, merapatkan tubuh istrinya sambil memandang ke arah bayi yang sedang ditimang Dinar.


“Sepertinya kita akan kalah dengan Mama,” ucap Kelana saat melihat bagaimana sang mama menimang dan mencium berulang kali bayi mereka.


“Biarkan saja, mungkin ini salah satu cara kita untuk bisa membahagiakan Mama,” balas Hana yang juga memandang Dinar. Ia melihat kebahagiaan di wajah wanita paruh baya itu.


“Hem... iya,” balas Kelana. Dia lantas menoleh Hana, melihat bola mata istrinya itu berkaca-kaca.


“Hunny, nama tadi akan kita berikan ke dia 'kan?” tanya Kelana.


Hana menoleh hingga mata mereka saling bersitatap.


“Tentu saja, itu nama yang bagus, cocok untuknya, semoga dia menjadi pria yang kuat nantinya, jangan seperti Papanya yang manja,” jawab Hana dengan nada candaan.


Kelana gemas mendengar ucapan Hana yang terus menggodanya, hingga kemudian membenturkan keningnya ke kening sang istri sedikit keras.


“Kalian ini asyik bercanda seolah Mama tidak ada di sini. Kalau kalian mau seperti pengantin baru lagi, bayi kalian biar Mama yang rawat ya,” pinta Dinar.

__ADS_1


“Jangan!” teriak Kelana dan Hana secara bersamaan.


__ADS_2