
Lan Xihe terus menjelaskan dengan semangat yang menggebu-gebu.
"Berikutnya adalah gerakan kedua, Daun Beracun. Dengan energi qi pada dantian mengalir deras keluar, itu juga memompa beberapa racun yang ada pada tubuh. Mengeluarkan racun itu dari keringat, menjadikan keringat sebagai uap untuk mengelabui musuh. Membuat mereka merasakan racun energi qi tak murni dari tubuh pengguna teknik."
"Realisasi plum mulai terkandung dalam asap, namun itu masih permulaan karena gerakan terakhir lah yang akan memberikan realisasi yang sebenarnya. Sampai di sini, apa ada yang ingin kamu tanyakan?" ucap Lan Xihe yang masih membenamkan pipi lembutnya di pergelangan Yan Xu.
Yan Xu yang mendengarkan mengangguk dan bertanya, "Gerakan pertama diperuntukkan untuk menyerang dengan daya tembak yang sangat kuat sambil memanfaatkan gaya gravitasi. Namun, jika dipatahkan menggunakan kekuatan fisik yang lebih besar, bukankah gerakan pertama akan terpotong?"
"Itulah kenapa kamu harus menggunakan kecerdikan dan pemilihan waktu yang tepat, seperti yang sering kita lakukan dalam mengelabui pandangan lawan. Di saat kamu yakin lawan telah berpikir bahwa gerakan selanjutnya tetap berada di tanah, di situlah tanda kalau kamu bisa melanjutkan ke udara."
"Tidak, Guru. Bukan begitu, yang Murid maksud adalah ketika lawan kita memiliki fisik yang sangat kuat hingga bisa mematahkan atau menahan gerakan tusukan yang kita keluarkan."
Lan Xihe mengelus dagunya sambil berkata, "Sekuat apapun fisik seorang kultivator, mereka hanyalah pakan di atas talenan yang siap di potong kapan saja saat lengah. Itulah kenapa, teknik ini lebih cocok digunakan saat kamu benar-benar ingin mengakhiri pertarungan setelah sekian lama berjuang."
"Elemen kejutan pada setiap gerakan adalah esensi dari Teknik Jalur Pedang Bunga Plum. Mekar dengan indah, memberikan kesan akan kelembutan juga wangi namun akan membunuhmu secara perlahan saat lengah."
Dengan kata lain, Teknik Bunga Plum ini dikategorikan sebagai jenis teknik pembunuh.
Yan Xu mengangguk dan masih keras dengan pendiriannya, "Mari kita asumsikan saja itu terjadi, apa yang harus dilakukan dengan gerakan yang terhenti di tengah jalan?"
"Maka kamu akan merasakan seperti ini ..." Lan Xihe memeluk erat pergelangan tangan Yan Xu sehingga pembuluh darahnya tersumbat, membuat tangannya terasa mati rasa.
Yan Xu yang sedikit mendapatkan gambaran umumnya, menunggu penjelasan selanjutnya sambil meneguk ludah dengan keras.
"Dikarenakan energi qi mu dipompa secara paksa dengan aliran yang begitu cepat, itu akan tersumbat karena pelepasan yang tidak selesai."
__ADS_1
"Berikutnya, kamu akan mati rasa seperti sekarang dan seluruh titik dantian akan meledak! Pembuluh darahmu juga akan meledak akibat pengaruh ledakan dari aliran energi qi yang menyebabkan luka dalam parah."
Yan Xu berpikir sejenak dan mengangguk setuju, "Murid mendapatkan wawasan baru atas penjelasan Guru!"
Lan Xihe mengangguk senang dan berkata, "Bagus, pemahamanmu memang selalu yang terbaik dari seluruh murid."
Yan Xu tertawa canggung karena merasa tidak enak membicarakan tentang para murid di bawah naungan yang sama dari belakang mereka.
Selang beberapa detik, suara Yan Xu menggelitik telinga Lan Xihe, "Lalu, bagaimana dengan gerakan ketiga, Guru?"
Sesaat, tubuh Lan Xihe sedikit merosot menandakan kalau dia sedang berada dalam masalah dan tidak dapat menemukan satupun solusi. Yan Xu yang menangkap reaksi ini sudah mengutuk keras di dalam hatinya.
'Ah! Aku keceplosan! Mulut sialan ini benar-benar sangat handal menusuk tepat ke titik tersakit lawan bicaranya!' teriak Yan Xu di dalam hatinya.
Lan Xihe nampak ragu untuk membuka mulutnya. Bibir merah muda yang indah itu berkerucut, seolah-olah ingin menangis. Dia menghela napas panjang dan ekspresinya menunjukkan kalau tebakan Yan Xu memang benar.
Faktanya, Lan Xihe telah mencoba beberapa kali agar dapat menciptakan gerakan terakhir sebagai penutupan. Namun, banyak sekali gerakan yang tidak sinkron dengan pelepasan racun energi qi tak murni dari tubuh.
Pelepasan asap itu sendiri sudah menguras banyak tenaga, akan sulit untuk melakukan serangan kritis dengan daya tembak yang besar ketika tidak memiliki tenaga penuh.
Lan Xihe mencoba untuk mencari kalimat yang cocok untuk menjelaskan situasinya kepada Yan Xu, namun karena terlalu malu dia tidak dapat memikirkan satu kalimat apalagi lebih.
Yan Xu yang mengingat seluruh gerakan dan bagaimana efek juga kekurangannya, mulai memberikan sedikit gambaran yang bisa dia pikirkan.
"Jika gerakan pertama sudah seperti penutupan, gerakan kedua adalah pengalihan juga memperlemah musuh, maka gerakan ketiga yang merupakan penutupnya ..."
__ADS_1
Dia menyadari bahwa kedua gerakan juga pembukaan sudah memakan terlalu banyak energi qi jika tidak, gurunya sendiri tidak akan kebingungan hingga seperti ini.
Mengambil teori kebalikan, dimana semuanya berubah dari yang awal menjadi akhir dan sebaliknya, Yan Xu mulai menyuarakan pendapatnya.
"Guru, bagaimana kalau menggunakan teknik itu pada avatar? Guru hanya tinggal melakukan gerakan yang sama atau mencampurkan efek itu pada avatar dan gerakan ketiga adalah ..."
"Pelepasan avatar?" tanya Lan Xihe sebelum Yan Xu menyelesaikan kalimatnya.
Yan Xu mengangguk, "Tepat, dengan begitu tidak perlu takut akan pembatalan terhadap gerakan yang sedang berlangsung. Tinggal ledakan saja avatarnya dan itu akan menjadi umpan yang bagus juga."
"Tapi, bagaimana caranya agar kita bisa meledakkan avatar itu?! Bukankah avatar yang meledak juga akan mempengaruhi pemiliknya?!" Lan Xihe yang tercengang dengan pemikiran Yan Xu, secara tidak sengaja langsung bersemangat dan meninggikan suaranya.
Yan Xu mengangkat jari telunjuknya, di situ muncul sebuah pedang energi dengan ukuran lima sentimeter. Kemudian, di atas pedang energi itu, tercipta lagi dua pedang energi mini dengan ukuran dua sentimeter.
Dia mengambil kebalikan dari bagaimana seharusnya gerakan penutup dangan daya tembak dahsyat, berubah menjadi daya tembak yang lebih kecil dari keduanya.
Akan tetapi, bagaimana kalau ternyata itu adalah sebuah pengalihan lain yang berakhir dengan penggabungan antara hasil efek dari kedua gerakan sebelumnya?
Kemudian Yan Xu berkata, "Buatlah avatar kecil yang tidak perlu terhubung dengan pemiliknya."
Mata Lan Xihe melebar setelah menerima pencerahan itu. Kulitnya semakin berwarna karena bahagia dan mata merahnya telah menemukan cahaya kembali. Dia juga tersenyum lebar seperti anak-anak yang baru saja mempelajari hal baru.
Melihat itu, Yan Xu tersenyum lembut di sudut mulutnya. Dia memiliki kebiasaan dalam merasakan suatu kesenangan saat melihat orang-orang di sekitarnya berkembang dari waktu ke waktu. Seperti seorang pengamat, Yan Xu akan ikut senang walau itu bukan dia.
Tak lama setelah itu, akhirnya mereka tiba di depan aula utama dan mata Yan Xu langsung tertuju kepada Tetua yang selalu dia temui di pusat administrasi. Dia sudah menyiapkan ikan spiritual di balik lengan jubah abadinya sebagai alat transaksi.
__ADS_1
Yan Xu : "Tetua Fan, mari kita bertransaksi seperti biasanya! ಡ ͜ ʖ ಡ"