Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pertunjukan Pertama Untuk Menghibur Kakak Senior


__ADS_3

Ular hitam bercorak emas masih belum menyadari sesuatu yang salah dari sekitarnya dan tetap memperhatikan pergerakan sosok yang mendekati wilayah persembunyiannya.


Sementara itu, Yan Xu yang sudah berlari menjauh masih memberikan instruksi kepada Wang Jia Li.


"Mundur lagi enam langkah ke arah jam enam. Kemudian beri jeda dua detik, menghindar ke arah jam sembilan. Ular itu sedang bergerak sambil mengamati, kamu akan tetap aman selama bergerak mengikuti instruksi."


Dengan instruksinya, saat ini Wang Jia Li berada di jarak 7000 kaki dari tempat Yan Xu menonton pertunjukan.


Tebing yang ada di wilayah ini berbentuk datar yang menonjol. Pada saat ini, ular hitam bercorak emas sedang merayap keluar dari tempat persembunyiannya dari celah sempit. Jalur yang dilalui oleh ular hitam bercorak emas tertutupi batu dan akan sulit bagi mereka yang berada di dekat lapangan pertunjukan mengetahui pergerakan tersembunyi binatang buas tersebut.


Kepala ular hitam bercorak emas menyatu dengan bebatuan, mengawasi dengan tatapan tajamnya. Dia sudah merasakan adanya kehadiran seseorang melalui pergerakan Wang Jia Li dan lima pembunuh bayaran yang mengejarnya. Namun, Jenderal Lao yang berada di langit masih tidak menyadari pergerakan ular hitam bercorak emas.


Pertunjukan yang dibuat secara mendadak oleh takdir ini benar-benar menghemat waktu Yan Xu, dengan ini dia mendapat tujuan utamanya dengan mudah tanpa harus berurusan dengan ular hitam bercorak emas.


Saat ini Yan Xu dalam kondisi penuh konsentrasi.


Dia harus mengatur aura ginseng yang ia tinggalkan agar ular hitam bercorak emas tidak curiga bahwa barang berharganya telah dicuri—uhuk! Maksudnya, jatuh ke tangan orang yang tepat. Selanjutnya dia masih harus memberikan instruksi kepada Wang Jia Li dalam membimbing para ikan ke mulut hiu. Sementara melakukan kedua hal itu, dia juga harus mengawasi pergerakan ular hitam bercorak emas dengan teliti dan penuh perhitungan karena nyawa Wang Jia Li dipertaruhkan di sini.


Para ikan digiring dengan sangat mulus oleh umpan yang sangat nikmat.


'Dia sudah dekat!'


Sekarang Wang Jia Li hanya berjarak seribu kaki dari batas wilayah jangkauan ular hitam bercorak emas!


Perhatian ular hitam bercorak emas sudah terpikat pada pertempuran antara beberapa kultivator manusia di dekat wilayahnya. Ular itu menempel di dekat dinding bebatuan, secara perlahan merayap ke depan menunggu mereka sampai ke wilayah jangkauannya.

__ADS_1


Binatang buas itu merupakan jenis pemburu yang sangat handal, dia sangat berpengalaman dalam berbagai macam jenis penyergapan. Dia tetap sabar menunggu mangsa yang perlahan mendekat ke area yang dapat ia jangkau. Saat mereka tiba di jangkauannya, para kultivator manusia hanyalah sebongkah daging siap sembelih di atas talenan.


Yan Xu bisa membayangkan betapa mengerikan dan serunya ketika ular sepanjang sepuluh kaki keluar tanpa peringatan, mungkin di saat itu dia akan bertepuk tangan tanpa suara dan melompat-lompat dari tempatnya mengawasi.


Yah, bagaimanapun juga dunia ini begitu tegas akan kekejian yang ada.


Setelah merasakan tanda-tanda ular itu sudah bergerak kembali, Yan Xu masih terus mengirimkan transmisi suara ke Wang Jia Li.


"Maju lima ke arah jam tiga, mundur sepuluh kaki ke arah jam tujuh. Binatang buas itu sudah mengincar mu. Dengarkan arahan ku dengan seksama. Ketika aku mengatakan 'lompat!', gunakan seluruh energi qi untuk melompat setinggi mungkin tanpa ragu!"


Wang Jia Li mengangguk sedikit sebagai tanda mengerti. Dia terus mengarahkan pedangnya untuk menghadapi berbagai serangan dari para pembunuh bayaran yang mengejar.


Gerakan keduanya yang hanya bertahan kini mulai bervariasi seperti mengembalikan serangan jarak jauh dan memantulkan senjata tersembunyi yang mengarah padanya. Yan Xu hanya sekilas melihat itu karena dia masih harus fokus untuk memberikan tanda kepada Wang Jia Li.


Di udara, Jenderal Lao berdiri di dekat Mo Li memberikan perlindungan kepadanya dari miasma qi.


"Jenderal Lao, jangan sampai Wang Jia Li berhasil kabur lagi kali ini atau kamu akan menanggung konsekuensinya!"


"Tidak perlu khawatir, nona Mo Li. Kali ini kita sudah menutup jalur kaburnya, dia juga sudah kehabisan artefak untuk melarikan diri," ucap Jenderal Lao dengan suara dalamnya. Dia menatap tajam ke arah Wang Jia Li lalu melanjutkan, "Energi yang ada di dalam tubuhnya sudah terkuras banyak hingga tidak dapat memanggil avatar. Hanya menunggu waktu sampai dia kehabisan energi qi dan tidak dapat bergerak sama sekali."


Ekspresi Mo Li berubah saat dia mengangguk lalu berkata, "Aku akan mempercayai ucapanmu. Setidaknya untuk saat ini, Jenderal Lao."


Jenderal Lao menjawab dengan suara rendah, "Yakinlah pada kinerja pelayan tua ini, nona Mo Li."


Wajah Jenderal Lao terlihat agak kusam seolah-olah ingin mengatakan sesuatu.

__ADS_1


Melihat ekspresi Jenderal Lao yang tidak biasa, Mo Li sudah tahu apa yang dia pikirkan dan segera memperingatkan, "Cukup pikirkan tentang pekerjaanmu saat ini," setelah itu Mo Li tutup mulut, begitu juga dengan Jenderal Lao dengan bahu yang menyusut kebawah.


Mo Li mengepalkan tangannya, menatap Wang Jia Li yang masih berusaha melawan di bawah mereka.


Sementara itu, Wang Jia Li sudah berada di garis jangkauan ular hitam bercorak emas.


Yan Xu yang menonton pertunjukan dengan mata menyala segera menginstruksikan "Lompat!" kepada Wang Jia Li melalui transmisi suara.


Wang Jia Li segera memusatkan seluruh kekuatannya pada kedua kaki ramping itu dan segera melompat setinggi mungkin, sementara para pembunuh bayaran terus maju ke garis jangkauan ular hitam bercorak emas demi mengejarnya, tanpa mengetahui apa yang menanti mereka.


Kelima pembunuh bayaran sudah sampai di jangkauan ular hitam bercorak emas!


Suara gerakan yang besar terdengar di udara. Ular hitam bercorak emas yang menunggu dengan sabar mangsanya, melompat keluar dari tempat persembunyiannya tanpa peringatan!


"Mundur!" teriak Jenderal Lao, tapi ular itu sudah berhasil mengunyah dua dari mereka.


Gigi tajam merah itu menyedot kehidupan kedua pembunuh bayaran yang tertangkap, lalu mengunyah mereka hingga suara renyah terdengar di sekitar.


Dari tempatnya menonton pertunjukan, Yan Xu bertepuk tangan dan mengangkat kedua jempol kakinya untuk penampilan memukau dari ular hitam bercorak emas!


Tiga pembunuh bayaran yang tersisa mencoba untuk mundur sekaligus, namun ular hitam bercorak emas tidak akan membiarkan mereka kabur dengan mudah karena dia juga sudah sangat kelaparan.


Beberapa jarum ditembak keluar dari ekornya, menyebabkan salah satu pembunuh bayaran jatuh ke tanah sehingga menghalangi jalan keluar dua orang lainnya. Sisik di tubuhnya mulai terbuka dan mengeluarkan asap hitam yang sangat beracun, menelan kedua orang yang tersisa.


"Ternak biadab, beraninya kau!"

__ADS_1


Raungan marah itu berada dari atas. Sosok jenderal tua itu memanifestasikan avatar berbentuk manusia dengan tinggi 20 kaki, bergegas ke bawah dengan kecepatan tinggi menyerang langsung ular hitam bercorak emas.


Ular hitam bercorak emas merasakan adanya gelombang energi kuat yang sedang melaju kencang ke arahnya dari atas. Dia mendongak dan mengarahkan tanduk ungu gelapnya yang bersinar ke arah avatar yang menerjang. Petir ungu keluar dari tanduk itu dan mengarah langsung ke penyerang!


__ADS_2