
Di sisi lain, ketika Yan Xu menstransferkan umurnya kepada Wang Jia Li juga Xiu Ruolan.
"Ding! Murid Tertua ‹Yan Xu› sedang dalam bahaya!"
".... Membuat tugas ... →Tugas dibatalkan!"
"Ding! Murid Tertua ‹Yan Xu› sedang dalam bahaya!" ಠ﹏ಠ"
".... Sistem dalam proses membuat sebuah tugas— tugas dibatalkan!"
"Menghitung partisipasi Host ...."
"Ding! Mendapatkan hadiah tugas! ...."
"Ding! Murid Tertua «Yan Xu» sedang dalam bahaya, Host harus segera menyelematkan Murid Tertua!!!!" (+9,999,999,999,999 ...)
Satu persatu, pesan notifikasi tentang Yan Xu membanjiri jendela pemberitahuan antarmuka sistem Lan Xihe. Dia sampai memijat keningnya ribuan kali, matanya sudah memerah karena melihat notifikasi peringatan, misi maupun hadiah yang hampir sama!
Lan Xihe yang mondar-mandir dengan kedua lengan disilangkan bergumam kecil, "Murid nakal itu, apa yang dia lakukan?! Bisakah sedetik saja tidak memberikan spam troll kepada sistemku?! Apa setelah ini aku harus mematahkan seluruh bagian tubuhnya, agar dia tidak kemana-mana lagi?!"
Lan Xihe tanpa sadar mendongak ke atas dan berteriak dengan keras, "Hais! Murid Nakal, aku akan mematahkan seluruh bagian tubuhmu ketika pulang nanti!"
Suara Lan Xihe bergema ke seluruh arah, memancarkan gelombang energi qi yang dapat menyakiti seluruh makhluk hidup yang terkena.
Beberapa guncangan di dalam hutan kekacauan terjadi, burung-burung di kedalaman hutan segera terbang menjauh dan beberapa binatang buas yang mengintai dari kegelapan lari terbirit-birit ke arah yang berlawanan dari sumber suara.
Su Yueyin yang berada di dekat Lan Xihe juga dipukul mundur hingga beberapa puluhan meter. Beruntung, dia sempat membuat perisai energi seadanya, namun dia masih merasakan dampak benturan keras.
Di sudut bibir kecilnya mengalir sedikit darah, dari depan terlihat dua buah parit yang tercipta dari kedua kaki rampingnya saat menahan tekanan kuat gelombang kejut tadi.
'Senior Xihe tidak pernah menahan diri kalau amarahnya sudah berada di puncak! A-aku tidak yakin sebutan Gadis Suci Sekte Abadi Luo akan terlihat cocok dengannya saat ini!'
Dalam hati, dia hanya bisa menangis karena senior yang galak ini benar-benar tidak pernah menahan diri saat mengeluarkan amarahnya.
Su Yueyin buru-buru menghapus darah dari sudut mulutnya kemudian berjalan mendekati Lan Xihe dan bertanya, "Senior, apa yang terjadi?"
Sadar dari keadaan amarahnya yang memuncak berkat suara dingin Su Yueyin dari sampingnya, Lan Xihe menghela napas berat kemudian jari rampingnya segera memijat kening yang sudah pusing bukan main.
__ADS_1
Dia menggelengkan kepalanya beberapa kali lalu berkata, "Sepertinya, ada sesuatu yang terjadi pada kedua murid di saat kita menunggu bala bantuan datang."
Mata indah hitam Su Yueyin melebar karena terkejut, dia buru-buru bertanya, "Apakah mereka aman saat ini?" wajahnya yang dingin dipenuhi dengan ekspresi khawatir.
Lan Xihe mendengus ringan lalu menghembuskan napas hingga terlihat sangat kelelahan. Wajah cantik bak peri abadi itu dipenuhi dengan ekspresi dari berbagai ketidakpastian.
Dia menepuk pundak Su Yueyin dengan lembut kemudian berkata, "Kamu dapat yakin bahwa murid nakal itu pasti akan memikirkan jalan keluar tentang masalah mereka, sementara itu— ...."
Lan Xihe berhenti di tengah kalimat, dia merasakan kehadiran beberapa kultivator mengarah pada mereka. Dia segera menajamkan kesadaran ilahinya, memberikan sedikit tekanan kepada beberapa kultivator yang datang.
Dari jauh, suara berat seorang kultivator pria terdengar melalui teknik transmisi suaranya, "Su Weiyan menghadap Senior Xihe yang tak pernah menua!"
"Keparat! Kamu benar-benar mencari jalan menuju ke neraka dengan cepat, humph!" Urat kepala Lan Xihe muncul beberapa garis, dia segera menghentakkan tanah dan tubuhnya menghilang di telan kegelapan.
Su Yueyin segera membentuk sebuah perisai di depannya, dia juga meningkatkan kesadaran ilahinya untuk melihat apa yang akan terjadi setelahnya.
Duar! Gedebuk! Debukk! Bukk!
Sebuah ledakan energi qi putih murni menyambar begitu cepat pada jarak ratusan kaki dari mereka. Sesosok bayangan pria tua terlempar ke arah Su Yueyin, sosok itu terlontar hingga jatuh ke tanah sebanyak tiga kali sebelum berhenti karena menabrak pohon besar yang kokoh!
Krakk!
Pria tua yang dipukuli secara brutal itu bangkit sempoyongan, namun tidak sampai beberapa detik kemudian, bayangan putih melesat maju ke arahnya lagi.
Pria tua itu segera menggunakan perisai energi dengan ratusan lapis rune, dia juga berteriak dengan tergesa-gesa dan keringat dingin yang sudah membasahi seluruh tubuhnya.
"Se-senior! Tolong tenangkan dirimu! Kita berada di pihak— ufghh!"
Belum selesai bicara, sebuah tendangan dengan kuat datang dari depan hingga memecahkan perisainya seperti kaca pecah. Membuat wajahnya terpukul oleh gelombang kejut yang sangat kuat hasil dari benturan sebelumnya.
Pria tua itu kembali menabrak pohon besar yang sebelumnya, sehingga batang pohon besar yang kokoh tumbang dalam benturan kedua!
Pria tua itu memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya. Dia segera menekan titik dantiannya yang bergejolak, agar energi qi yang mengalir pada seluruh dantiannya lebih tenang dan pendarahan luka dalam segera berhenti.
Dia kembali berteriak, "Senior! Tolong tenangkan dirimu!" dengan menangkupkan kedua tangannya dan bersujud menggunakan satu lutut, seolah-olah menyapa seorang tetua yang derajatnya lebih tinggi.
Kretek! Kretek! Kretek!
__ADS_1
Suara gesekan antara gigi Lan Xihe masih terdengar, matanya yang memerah menunjukkan tanda-tanda bahwa dia sangat marah. Bisa dikatakan bahwa keselamatan Su Weiyan sedang dipertanyakan pada detik ini.
Su Yueyin yang melihat itu hanya bisa diam dan memperkuat perisai energi qi untuk melindungi tubuh kecilnya sendiri juga para murid yang masih tergeletak tak sadarkan diri.
Dia tidak bisa memikirkan hal lain karena trauma akan ketakutan terhadap kekuatan Lan Xihe kembali menghantuinya.
Lan Xihe yang melayang beberapa senti di atas tanah maju dengan perlahan, aura energi qi putihnya sangat pekat dan besar seperti kobaran api yang membara, itu juga terlihat siap melahap apapun di depannya.
Gedebuk!
Su Weiyan segera bersujud dan segera berteriak, "Mohon ampuni kesalahan junior yang tak beradab ini, Senior!"
Masih tidak ada jawaban, namun perasaan mengerikan yang dipancarkan oleh aura energi qi putih Lan Xihe masih bisa terasa hingga ke masing-masing tulang tuanya.
Dia buru-buru menambahkan lagi, "Kecantikan Senior yang bagaikan peri abadi akan selalu begitu adanya. Senior adalah peri abadi yang sangat suci, tidak terkalahkan dan sangat rasional!"
"Junior yang tak beradab ini meminta pengampunan atas dosa-dosanya! Senior, tolong ampunilah dosa besar junior tak beradab ini!"
".... —Junior juga akan memberikan kompensasi sebisanya kepada Senior dan juga Puncak Angin!"
Begitu kalimat itu keluar, kecaman aura energi qi putih Lan Xihe menghilang dengan perlahan, dia segera mendongak untuk melihat ke arah senior galak itu.
Lan Xihe yang berbalik dengan datar berkata, "Aku akan memegang kata-katamu, jika kamu memainkan trik untuk berkomplot melawanku. Lain kali, akan datang pukulan yang lebih mengerikan daripada sebelumnya, humph!"
Udara dingin di sekitar mereka kembali menjadi normal, pria tua itu menghela napas lega dan segera meneguk pil penyembuhan dari kantung penyimpanan dimensinya.
Dalam sekejap, luka-luka yang ia derita segera sembuh namun trauma rasa sakit dari pemukulan tak bermoral dari Lan Xihe tidak akan pernah menghilang sampai ke ujung tulangnya.
'Senior Xihe masih galak seperti biasa, aku merasa kasihan kepada para muridnya. Untung saja guru kami tidak galak dan semengerikan Senior Xihe! Jika Guru galak seperti itu, aku yakin kami semua sudah kabur terbirit-birit dari sekte!'
Su Weiyan menggelengkan kepalanya sambil memberikan rasa iba kepada para murid yang juga merupakan keponakannya dalam hubungan antar anggota sekte.
...----------------...
Ilustrasi guru kesayangan kita, Lan Xihe.
__ADS_1
Sisanya kemungkinan akan saya gambar sendiri kalau masih belum menemukan yang cocok dan ada waktu luang.