Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kakak Senior Akan Mengikuti Ekspedisi


__ADS_3

Sudah beberapa bulan sejak mereka memulai latihan kultivasi dan mempelajari berbagai macam teknik dari gurunya.


Dengan kecepatan yang tidak masuk akal, hanya butuh satu bulan bagi murid termuda mencapai ranah kondensasi qi tahap kesembilan!— walau itu cuma di permukaan untuk mengelabui semua orang— tetap saja, kecepatan itu terlalu menentang surga!


Apalagi dengan bakat Yan Xu, dia segera menaikkan basis kultivasinya sebanyak satu ranah dari adik juniornya untuk menunjukkan senioritas meskipun mereka bergabung di hari yang sama. Lan Xihe sebagai guru yakin bahwa anak itu memiliki basis kultivasi yang lebih mendalam, bahkan dia benar-benar tidak bisa merasakannya lagi secara samar.


Dalam beberapa bulan ini, arahan untuk Yan Xu telah lebih jauh daripada untuk Miao'er karena kecepatan pemahaman antara keduanya. Miao'er sudah bisa tergolong cepat belajar namun Yan Xu ini karena sikap ingin tahu, dia terkadang menunjukkan pemahaman yang lebih mendalam dibandingkan milik gurunya sendiri. Pada saat memantau murid-murid nakal itu juga, Lan Xihe melihat Yan Xu mengajari Miao'er setiap pukul empat pagi untuk menjelaskan bagian mana yang tidak adik juniornya mengerti dengan sabar dan singkat juga mudah dipahami.


Kecepatan kultivasi para murid yang terus meningkat membuat Lan Xihe harus selalu mengevaluasi materi yang dia ajarkan, kadang dia akan mabuk-mabukan di tengah malam karena stres kekurangan referensi ajaran apalagi yang perlu dia ajarkan kepada murid tertuanya.


Tidak hanya ajaran dalam teknik kultivasi, kebiasaan Lan Xihe untuk mengingatkan selalu berhati-hati juga sudah melekat dan mendarah daging dalam kulit para muridnya.


Semenjak seminggu sebelumnya, Yan Xu sudah tidak melakukan sifat jenakanya yang selalu ia lakukan berulang kali. Sepertinya dia sudah berhenti karena itu tidak menguntungkan lagi untuknya, begitulah pikir Lan Xihe. Dia senang bahwa muridnya benar-benar bertindak sesuai situasi, tetapi di sisi lain rasanya ada yang kurang karena dia tidak menerima lamaran pernikahan dari murid tertuanya lagi.


'Bu-bukannya aku senang saat muridku sendiri mengajak untuk menikah denganku!' Lan Xihe terus menolak perasaan itu di dalam hatinya.


Sekarang, di bawah pohon besar di samping danau, dia sedang mengajari seperempat dari materi yang sudah ia ajarkan kepada murid tertuanya untuk murid termudanya, Ye Miao'er. Sementara itu, Yan Xu yang sudah mencapai ranah pembentukan fondasi tahap akhir dibebaskan dari pengajaran kultivasi dasar sehari-hari karena dia harus memperkuat basis kultivasinya untuk membangun pagoda sebelum meningkatkan basis kultivasi ke ranah selanjutnya— walaupun jelas, dia pasti sudah membentuk pagoda itu sejak lama!— begitulah yang dipikirkan oleh Lan Xihe sebagai gurunya.


"Karena kamu sudah mencapai puncak kondensasi qi dan bersiap untuk pembangunan fondasi, Guru akan mengajarkanmu beberapa hal yang harus diketahui sebelum mencapai ranah tersebut."


"Baik, Guru!"


"Miao'er, ada beberapa rahasia yang hanya beberapa ahli mengetahuinya. Rahasia ini harus kamu simpan setelah mengetahuinya! ..." Lan Xihe membentuk perisai kedap suara berlapis di sekeliling mereka lalu berkata, "Saat menaiki ranah pembentukan fondasi, kulitmu akan lebih mulus dan cerah seperti peri. Hehehe ...." Tawa nakal muncul di bibir merah kecil Lan Xihe.


"Gu-guru, tolong jangan bercanda saat pelajaran berlangsung!" Miao'er segera melambaikan kedua tangannya di depan, dia tidak ingin lagi merasakan hukuman bulan lalu karena kalah taruhan dengan gurunya!


'Heh ... Murid Nakal! Kamu tidak bisa menyembunyikan itu dari gurumu! Jelas sekali kamu sudah berada di ranah pembentukan fondasi! Kali ini, Guru akan bermain sedikit trik denganmu, tunggu saja!' Lan Xihe sudah menyiapkan berbagai macam hukuman saat murid termudanya tertangkap basah nanti.


Seperti biasa, Lan Xihe menyembunyikan niatnya dan berkata, "Tidak, tidak, Guru serius dan ini adalah topik ..." Lan Xihe mendekatkan mulut kecilnya ke telinga Miao'er dan melanjutkan, "Gadis awet muda mendapatkan hati pria yang dia suka."


"Hng!" Mendengar bisikan Iblis Lan Xihe, telinga Miao'er memerah hingga ke pipinya.


Tidak sampai disitu, Lan Xihe masih menambahkan minyak ke kayu bakar, "Dan kamu tahu muridku tersayang ..." Lan Xihe mengerang dengan nada yang lembut dan rendah sambil berkata, "Usiamu sebenarnya sudah cukup untuk melakukan kultivasi ganda, dengan penampilan awet muda saat pembentukan fondasi ...."


Lan Xihe masih sampai di seperempat jalan dengan leluconnya namun aura di tubuh Miao'er melonjak drastis dan apa yang dia tunggu akhirnya terjadi.


Miao'er telah mencapai ranah pembentukan fondasi tahap pertama!


"Eh?" Miao'er terkejut karena teknik penyembunyian ranahnya lepas kendali sedikit gara-gara bisikan iblis gurunya!


'Bisikan Guru sangat beracun! Walaupun masih jauh dari basis kultivasi asli, tetap saja Guru sangat beracun! Aku harus lari!'


Ketika dia mengumpulkan energi qi dan bersiap menerobos penghalang berlapis, sebuah tangan peri sudah mencengkram erat tekuk lehernya. Dia bisa merasakan sensasi panas dan keringat dingin membasahi punggungnya. Tubuhnya bergetar tak karuan karena takut.


"Kena kau, Murid Nakal!" Teriak Lan Xihe dengan semangat dan membawa gadis nakal itu ke dalam gubuk untuk dihukum.


"Aaaaa!!! Guru, kecantikanmu tiada tara bagaikan peri abadi! Guru adalah wanita tercantik di dunia! Aiya! Sakit sekali Guru! Guru, tolong ampuni dosa murid ini!!!"


Dari tempat Yan Xu, dia bisa mendengar suara jeritan dan kalimat pujian hingga permohonan ampun dari adik juniornya. Sebagai kakak senior, dia juga tidak bisa apa-apa karena yang mereka lawan adalah guru mereka. Tidak mungkin dengan basis kultivasinya saat ini untuk mengimbangi beberapa gerakan dari guru.


"Tahan saja, Adik Junior. Itu salahmu sendiri karena terkena bisikan iblis Guru begitu mudah." Yan Xu menggelengkan kepalanya dan kembali berlatih kultivasi.

__ADS_1


...


Saat ini dia sedang berada di atas danau mencoba untuk melatih teknik pelarian air, dimana pengguna teknik itu dapat bergerak bebas di dalam maupun permukaan air. Selama di kehidupan sebelumnya, Yan Xu memiliki trauma terhadap berenang maupun menyelam karena saat kecil dia sudah pernah tenggelam hingga hampir mati. Saat ini, Yan Xu sudah memantapkan keberaniannya untuk melawan trauma itu dibantu dengan ingatan akan kesengsaraan semenjak ratusan juta tahun lalu.


Teknik pelarian air mengandalkan energi qi untuk memanipulasi tekanan udara di sekitar tubuh hingga bisa bernapas, juga membutuhkan kecocokan dengan elemen air untuk memanipulasi bentuk tubuh menjadi cair agar dapat bergerak bebas. Teknik ini mengandalkan kecepatan dan pengetahuan tentang rute, arus hingga tekanan di dalam air.


Yan Xu sudah berlatih beberapa minggu ini bersama adik juniornya. Dia akan menenggelamkan diri untuk melatih mental dan juga mempelajari apa yang dibutuhkan, peran adik juniornya adalah menarik dia ke permukaan dan menjaga mereka dari pengawasan guru. Dalam percobaan itu, Yan Xu beberapa kali hampir kehabisan napas dan mengalami cedera saat tiba-tiba guru mereka keluar untuk memeriksa sekitar dan melemparkan botol anggur kosong ke danau tempat dia menenggelamkan diri, botol itu terkadang mengenai dia tepat sasaran dan menimbulkan luka dalam seolah-olah gurunya memang mengincar dia.


Pernah sesekali Yan Xu berpikir bahwa guru mereka sudah mengetahui basis kultivasinya yang asli, tapi pikiran itu langsung sirna ketika dia melihat guru selalu menjebak adik juniornya saat ada kesempatan. Jadi, sudah jelas guru tidak tahu basis kultivasi Yan Xu yang sebenarnya. Ada juga kadang dia ingin memberitahukan semuanya kepada guru mereka, tapi bukan rahasia dan kartu truf lagi namanya apabila ada orang lain tahu termasuk Adik Junior yang sudah lulus pemeriksaan.


Yan Xu menggelengkan kepalanya dan kembali fokus.


Dia mengumpulkan energi qi sekitar, membuat sirkulasi udara di seluruh bagian tubuh dan menanamkan pikiran bahwa dia adalah air, menyatu dengan air, bergerak seperti air dan air adalah lingkungan utamanya.


Tubuh Yan Xu menghilang, menyisakan percikan air kecil di permukaan.


Saat ini dia bergerak dengan bebas dan kecepatan tinggi di dalam air. Menelusuri berbagai jalur di danau selama mungkin yang dia bisa. Seperti yang diharapkan, dia hanya bisa bertahan selama 10 jam tanpa bantuan apapun. Setidaknya dengan pil menyelam, dia bisa menambah durasi selama 3 jam dengan efek obat tersebut.


Yan Xu kembali muncul di permukaan danau dan berjalan beberapa langkah. Dia kembali berubah menjadi aliran air dan menghilang. Dalam beberapa saat, dia kembali muncul di dekat gubuk dimana Guru sedang menghukum adik juniornya.


Sebenarnya dia tidak ingin datang namun karena Guru memanggil, jadi dia terpaksa harus tunduk.


"Adik juniormu sudah memasuki ranah pembentukan fondasi, jadi sudah tugasmu untuk memberikan dia beberapa bimbingan."


Yan Xu menangkupkan tangannya dan berkata, "Murid menerima perintah dari Guru!"


"Bagus, bagus. Aku akan melanjutkan kultivasiku dulu dan Miao'er ..." Lan Xihe tersenyum nakal dan berkata, "Dilarang mencuri malam."


Lan Xihe tertawa terbahak-bahak. Dia bergerak dengan cepat dan hanya meninggalkan bayangan di belakangnya.


Setelah guru mereka pergi, kedua murid itu mengangguk dan mulai memeriksa seluruh tempat di gubuk.


"Apa kamu menemukan sesuatu Kakak Senior?"


"Tidak ada, bagaimana di sisimu?" tanya Yan Xu balik sambil menggeledah seluruh sudut ruangan.


"Sama."


Setelah melakukan penggeledahan dengan teliti selama tiga kali, mereka membuat perisai kedap suara dengan ratusan lapisan!


Setelah memastikan bahwa kemungkinan guru mereka tidak dapat menguping, mereka kembali membuka diskusi.


"Jadi, bagaimana Guru menjebakmu hari ini?" tanya Yan Xu penasaran.


"I-itu! ... dia bilang ... tentang ... kul ... ti ... vasi ...." suara Miao'er terus mengecil dan wajahnya memerah.


Yan Xu tidak menanyakan lebih lanjut karena dia bisa menebak bahwa Guru pasti membicarakan hal yang tidak senonoh dan topik yang sensitif untuk fokus adik juniornya. Dia sangat ingin memperbaiki kekurangan ini karena itu berpotensi membuat adik juniornya dalam bahaya, tetapi setelah melihat kinerja Miao'er beberapa bulan ini sepertinya hanya Guru yang bisa mengenai titik lemah adik juniornya. Jadi, dia tidak akan memusingkan hal itu karena itu adalah urusan Adik Junior, bukan masalah pribadinya.


Melihat Yan Xu yang tidak bertanya, Miao'er segera mengalihkan topik pembicaraan mereka. Dia juga sudah menstabilkan ekspresinya, seperti tidak terjadi apa-apa sebelumnya.


"Apakah Kakak Senior sudah berhasil menguasai teknik pelarian air?"

__ADS_1


"Ya, baru saja saat Guru menghukummu."


"Ugh ... tolong jangan tambahkan topik itu dalam pembicaraan kita!" Miao'er memukul bahu Yan Xu dengan kedua tangan perinya.


Yan Xu hanya tersenyum tanpa melawan balik. Dia menjauhkan kedua tangan peri itu dan berkata, "Bagaimana denganmu, apakah ada kesulitan dalam kultivasimu?"


"Ada sedikit, seperti bagaimana membentuk pagoda hingga dua puluh lima tingkat seperti milik Kakak Senior," Miao'er menjulurkan ujung lidahnya malu-malu.


Yan Xu meletakkan jari di dagu mencoba untuk menyusun kalimat sederhana. Setelah beberapa saat, dia berkata, "Sebenarnya, ada kemungkinan legenda batasan tingkat pada pagoda itu adalah palsu."


"Oh ...." Mata Miao'er langsung berbinar-binar.


"Ini seperti kamu membangun sebuah rumah, menyusun balok dari bawah ke atas hingga menyentuh pembatas langit. Batasan langit itu sepertinya tergantung pada bakat dan kemauan karena saat aku membentuk tingkat ke-21, ada tekanan yang sangat berat dan kamu juga ingat bukan itu hampir menyadarkan Guru saat dia mabuk. Aku hampir menghancurkan fondasi yang sudah susah payah aku bangun dan semua itu berkatmu yang rela mengalihkan perhatian Guru hingga menerima berbagai hukuman mengerikan darinya, kakak seniormu bisa mencapai sejauh itu. Sungguh, Kakak Senior sangat berterima kasih kepadamu, Adik Junior!" Yan Xu memberikan penghormatan kepada adik juniornya.


Miao'er cuma mengangguk sebagai jawaban dan pada menu antarmuka sistem miliknya, dia telah mendapatkan pemberitahuan bahwa sistem sudah mendapatkan pengetahuan yang dibagikan oleh kakak seniornya. Entah kenapa, setiap kultivasi kakak seniornya meningkat dengan cepat, poin pengalaman yang dia miliki juga akan meningkat. Namun untuk menaiki suatu ranah, dia tetap harus menerima bimbingan, lebih tepatnya sistem yang sedang ada bersamanya. Melalui pelajaran singkat Yan Xu, sistem milik Miao'er sudah mendapatkan banyak pemahaman tentang jalur kultivasi, teknik maupun wawasan baru yang membuat dia benar-benar tidak ingin terpisah lama dari kakak seniornya!


'Ya, benar! Aku tidak mau berpisah lama dari Kakak Senior karena keuntungan untuk sistemku akan berkurang tanpa dia!' seru Miao'er dalam hatinya.


Agar tidak terlalu tidak sopan, setelah kakak seniornya selesai memberikan arahan, Miao'er akan menyajikan teh dan makanan ringan lalu mereka akan membicarakan berbagai macam jenis percakapan hingga pukul empat pagi.


Tepat sekali, sekarang yang hanya dapat dilihat oleh guru mereka hanyalah puncak gunung es dari kedua muridnya yang nakal!


"Kakak Senior, kenapa kamu tidak melamar Guru lagi?" tanya Miao'er penasaran.


"Karena saat ini, aku harus menekan basis kultivasiku sebelum mengembangkan teknik menyembunyikan basis kultivasi," jawab Yan Xu jujur.


"Apakah Kakak Senior akan memasuki ranah mistis atau di atasnya?"


Yan Xu mengangguk santai.


"Hebat! Kakak Senior benar-benar mengelabui Guru!" mata Miao'er langsung berbinar-binar sebening berlian dan sangat kagum dengan kakak seniornya.


"Sebelum itu, aku harus mencari beberapa bahan obat dalam ekspedisi yang akan datang," jelas Yan Xu.


"Eh? Apakah Kakak Senior akan meninggalkan puncak?" Miao'er terkejut dengan kakak seniornya yang tiba-tiba mau meninggalkan puncak.


Yan Xu mengangguk dan berkata, "Ekspedisi ini cukup spesial karena kita semua harus mengikutinya setiap beberapa bulan sekali untuk menentukan performa juga nilai dalam kultivasi. Kamu juga akan mengikuti ekspedisi itu, tapi ingat pesanku ...." mata Yan Xu menatap tajam ke wajah cantik adik juniornya.


Gluk!


Miao'er meneguk ludahnya yang terasa pahit dan menjawab, "Agar tidak terlalu mencolok!" jawabnya dengan tegas.


"Betul!" Yan Xu membelai kepala adik juniornya dengan lembut lalu pamit untuk pulang ke gubuknya.


Sesudah kakak seniornya pergi, Miao'er bergumam dengan nada kecil. "Padahal, kalau dia mau ...."


Miao'er segera menggelengkan kepala kecilnya dan membenamkan wajahnya yang memerah juga sudah terlalu panas ke bantal dengan permukaan lembut.


...----------------...


Update sudah terjadwal 1 bab/hari karena saya memiliki masalah keuangan, jadinya menggunakan sistem update ini supaya nanti update tetap jalan walaupun akan off untuk waktu yang lama. Tapi tetap diusahakan agar bisa update stok bab ketika bisa online kembali.

__ADS_1


__ADS_2