Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Kesepakatan Antara Kakak Senior Dan Bibi Yueyin


__ADS_3

Tak lama setelah kunjungan Xiu Ruolan, pintu masuk dibuka dengan kasar oleh kaki ramping Su Yueyin.


Dia memberikan salam dengan ekspresi dan suara dinginnya yang lesu, "Yo, jangan lupa perjanjian kita."


Yan Xu menyipitkan matanya sedikit menatap pada kehadiran sosok Bibi Yueyin, sejujurnya dia sudah menduga bahwa cepat atau lambat hari ini akan tiba.


Jika dipikirkan dengan sifat dingin dan nuansa lesunya, sudah dipastikan bahwa Su Yueyin harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin untuk emosinya.


Yan Xu tidak bisa menahan untuk tidak tersenyum lembut walaupun hatinya sedikit takut dan berkata, "Silakan duduk, Bibi Yueyin."


Dia merasa kasihan kepada Su Yueyin karena beberapa fasilitas yang belum disiapkan secara matang, membuatnya harus menunda kesepakatan mereka demi hasil yang maksimal.


Tentu saja, kalau bisa dia ingin lekas-lekas membuatkan pil itu untuk menghilangkan dingin yang sangat menusuk dari Su Yueyin.


Pengalaman dari beberapa pemurnian pil maupun ramuan yang sudah dia coba dari gabungan ajaran Lan Xihe dan pengalaman kehidupan di Bumi juga panduan dari kitab obat yang ia dapatkan di perpustakaan Puncak Angin, membuatnya ingin segera mencoba juga.


Sekarang Su Yueyin mengambil inisiatif untuk bertemu dengannya, bisa dibilang ini adalah kesempatan yang baik untuk memulai persiapan terlebih dahulu.


Di dekat pintu masuk ruangannya, Su Yueyin memiliki ekspresi dingin dengan temperamen yang menyendiri dan tidak dapat dibaca dari luar bagaikan puncak gunung es.


Wajahnya halus tanpa ada kecacatan seperti porselen antik yang sangat terawat, matanya berbinar dan bergerak seperti permata menawan. Mengenakan jubah abadi khas tetua Puncak Angin, menonjolkan bentuk lekukan indah tubuh rampingnya dan terlihat sangat cantik.


Ekspresi dingin itu sudah menjadi cukup untuk menunjukkan seberapa putus asanya Su Yueyin dalam menunggu. Ketika dia mendengar bahwa Yan Xu akhirnya sudah bisa keluar dari pekerjaan administrasi, dia bergegas menemuinya namun Yan Xu telah hilang selama seminggu lebih.


Ini membuat Su Yueyin merasa sedikit kesal dan agak— rindu dengan hari-hari dimana hanya ada mereka berdua di satu ruangan.


Tampaknya yang dikatakan oleh Kepala Puncak— Lan Xihe benar adanya bahwa Yan Xu saat ini sedang beristirahat. Jika tidak, tidak mungkin Su Yueyin bisa merasakan basis kultivasi yang sebenarnya dari pria ini.

__ADS_1


Melihat Su Yueyin tidak bergerak, Yan Xu sekali lagi mengundangnya, "Ada apa Bibi Yueyin? Mari, silakan duduk terlebih dahulu."


"O-oh ...."


Su Yueyin tersadar dari pemikirannya dan segera duduk dengan gerakan yang menawan di sisi seberang Yan Xu.


Dia masih berekspresi dingin dan bersikap acuh tak acuh. Meskipun demikian, dia masih diam-diam menyebarkan kesadaran ilahinya untuk memastikan kondisi maupun kebutuhan Yan Xu di ruangan ini terpenuhi.


Terlihat jelas selama periode istirahatnya, Yan Xu benar-benar sedang dalam masa pemulihan ke masa puncaknya. Di sisi lain, dia malah menjadi lebih tidak sabaran dan hampir saja menyeret Yan Xu ke Paviliun Selatan atas keegoisannya sendiri.


Pada saat ini, dia merasakan sensasi aura milik Yan Xu yang masih belum stabil dan jauh dari kesan bagaimana ia terlihat sangat tenang di permukaan.


Melihat bagaimana basis kultivasi Yan Xu saat ini membuat Su Yueyin merasa sedikit terpana karena dia bisa lolos dari insiden saat itu.


Semakin dia memperhatikan dengan seksama, semakin dia sadar akan bakat yang dimiliki oleh Yan Xu walau masih berada di ranah inti emas tahap akhir sebelum penempaan.


'Tidak mungkin Kepala Puncak akan memukuli Yan Xu hingga membuatnya terluka dalam, atau mungkin penyakit iblis mentalnya masih kambuh? Apa dia harus memerlukan pengobatan dengan racun dariku secepatnya?'


Melihat reaksi datar di permukaan wajah tampan nan abadi Yan Xu, Su Yueyin berpikiran begitu dari dalam lubuk hatinya.


Pada saat yang sama, dia juga mengkonfirmasi satu hal. Yan Xu tidak pernah memberi tahu anggota terbaru Puncak Angin tentang penyakit iblis mental yang masih menyiksanya sampai sekarang.


Namun, itu sudah menjadi aturan tak tertulis bagi masing-masing anggota wanita Puncak Angin bahwa Yan Xu tidak bisa disentuh oleh gadis lain secara sembarangan.


Ini membuat suasana hati Su Yueyin merasa sangat rumit. Sebenarnya Dia memiliki kegembiraan yang ia sendiri juga tidak tahu apa penyebabnya.


'Yan Xu selama ini menahan penderitaannya sendirian karena tekanan penyakit iblis mental itu. Meskipun dia terlihat datar dan ceria akan kejenakaannya di permukaan, dia pasti merasa agak kesepian.'

__ADS_1


Tatapan dingin Su Yueyin jatuh lurus ke arah Yan Xu, semakin memperkuat pemikiran yang sebelumnya.


Ada banyak sekali hal yang disembunyikan oleh pria tampan dengan pesona maksimal yang berada tepat di depannya.


Yan Xu merupakan pribadi yang bersembunyi terlalu dalam, bahkan orang yang lebih kuat dari basis kultivasinya harus berhati-hati saat mengetahui bagaimana ia bertindak.


Hanya saja, kejenakaan yang selalu ia lakukan di permukaan membuat orang lain menjadi kurang waspada akan bakat mengerikan yang tidak mereka sadari darinya.


Terlebih lagi, tidak ada yang tahu apa tujuan dari pribadi Yan Xu ini walaupun sudah berapa kali membawakan hasil yang luar biasa dari setiap tindakannya.


Bahkan terakhir kali, mereka tiba-tiba menyelesaikan kurangnya staf di setiap divisi Puncak Angin dengan membawa bakat yang melebihi Puncak Surgawi.


Dari luar terlihat seperti dia sedang membawa keuntungan bagi Puncak Angin, tetapi Su Yueyin merasa ada sesuatu yang tertinggal dan sangat dalam akan hal tersebut.


Berbagai spekulasi kasar mengenai tujuan besar Yan Xu masih ada di benaknya, tapi dia segera menepis berbagai macam kemungkinan karena hanya akan membuat kecurigaan yang tidak perlu terhadap orang di sekitarnya.


Sebelumnya dia yakin bahwa Yan Xu adalah murid yang biasa-biasa saja, sama seperti yang lainnya. Namun, melihat bagaimana cara dia mengembangkan Puncak Angin hingga mengubah suasana hati Kepala Puncak, mematahkan penilaian tersebut.


Akan tetapi, apapun tujuan Yan Xu sekarang masih belum terlalu penting untuk dia pikirkan. Ini hanyalah murni dari keingintahuan yang lebih dari Su Yueyin secara pribadi dan sepihak akan Yan Xu.


Su Yueyin sangat ingin memahami tentang pihak lain namun di sisi lain, dia juga tidak ingin pihak lain mengetahui bahwa dirinya sedang menjadi minat keingintahuannya.


"Apakah kamu masih ingat dengan kesepakatan kita saat memintaku untuk membantu dalam pekerjaan kuli bangunan?"


Su Yueyin memulai pembicaraan yang sama untuk memecah kesunyian saat ini dan tidak bisa menahan diri mengingatkan pihak lain akan kebutuhannya.


"Tentu saja Murid masih mengingat jelas bagaimana kesepakatan kita saat itu," balas Yan Xu dengan senyum hangat, walaupun dia merasakan kulitnya sudah ditusuk oleh hawa dingin dari tatapan Su Yueyin semenjak kedatangannya.

__ADS_1


Su Yueyin mengangguk dan berkata, "Baguslah kalau kamu masih mengingatnya."


__ADS_2