Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Perangkap Hutan Ilusi


__ADS_3

Masih di dalam hutan, jauh dari lokasi Tuan Pertama yang mereka ikuti, para pengikut itu masuk semakin dalam namun tidak pernah menemukan jalan keluar.


Sekeliling mereka dipenuhi dengan kabut abu-abu, suara binatang buas yang menyerupai serangga di musim panas dan penuh akan aura gelap namun tidak memiliki ketertarikan sedikitpun pada kelompok mereka.


"Kita ... Sudah berada di jalan yang tepat, bukan?" tanya Yueqin memastikan pada yang lain.


Sambil memperhatikan sekitar dengan kesadaran ilahinya, Jiqing memberikan kode untuk tidak bicara.


Semua orang menjadi lebih siaga dari biasanya, itu karena mereka saling bergantian untuk memata-matai sekitar dan sekarang adalah giliran Jiqing. Ketika dia memberikan isyarat, itu artinya ada sesuatu yang akan tiba.


Benar saja, kabut semakin tebal namun ada juga yang perlahan memudar dari arah barat laut mereka. Seekor harimau iblis setinggi dua setengah kaki keluar dari kabut itu, menatap mereka dengan keempat mata merahnya yang menyala.


Sebagai pemimpin, Jiang Nalan segera menilai kemampuan lawan menggunakan mata kebenaran. Hanya beberapa saat, kedua mata indah Jiang Nalan berdarah dan ia segera menutup kelopak matanya.


"Apa yang terjadi?" tanya Ahn mengambil posisi di depan Jiang Nalan yang mengalami kebutaan sementara waktu untuk melindunginya.


Jiang Nalan yang sedang mengobati matanya terengah-engah sambil berkata, "Binatang buas itu— haaah ... Huft ... — dia setidaknya berada di tingkat menengah. Semuanya, hati-hati!"


Mendengarkan peringatan Jiang Nalan, semua orang mengambil posisi.


Lima orang mengelilingi Jiang Nalan, sementara Yueqin dan Ahn mengambil garda depan sebagai penyerang. Jiqing mengamankan posisi di belakang bersama dengan sisa anggota, sambil bersiap melakukan serangan jarak jauh dan mempersiapkan jebakan untuk mengurangi kecepatan lawan.


Rata-rata dari mereka masih berada di ranah puncak Pembentukan Fondasi. Melawan binatang buas tingkat menengah, setidaknya akan memakan satu hingga tiga korban terlepas dari seberapa berhati-hatinya mereka.


Harimau iblis mulai berlari mengelilingi mereka, seolah-olah memberikan tekanan agar mangsanya menjadi kebingungan.


Jiang Nalan yang memperhatikan pergerakan lawan melalui kesadaran ilahinya memberikan peringatan kepada anggota lain, "Jangan sampai terkecoh! Karakteristik binatang buas yang satu ini adalah senang mempermainkan lawannya, kalian semua longgarkan sedikit penjagaan dan biarkan dia menyerang terlebih dahulu! Yueqin, Ahn, Kalian bersiaplah untuk melakukan pertahanan cepat dari segala arah untuk membuka serangan balik! Jiqing, persiapkan beberapa jebakan dan formasi untuk mengunci pergerakannya, siapkan juga beberapa pil penyembuh untuk pertolongan pertama apabila mereka berdua terluka berat saat menahan serangan pertamanya!"


" "Dimengerti!" "


Semua orang menjawab serempak dengan penuh semangat. Inilah salah satu kelebihan Jiang Nalan yang masih tidak dimiliki oleh peringkat atas lainnya. Dia dapat bertindak dan mengambil keputusan dengan cepat sesuai keadaan, terlepas dari bagaimana kondisi tubuhnya sekarang.


"Grrrr ...."


Harimau iblis menggeram, memberikan tekanan lebih kepada mereka. Sesuai dengan instruksi Jiang Nalan, beberapa orang sengaja menaikkan kewaspadaan dan memasang wajah takut dengan kaki yang gemetar tak dapat bergerak.


Menikmati pertunjukan palsu mereka, harimau iblis tersenyum hingga memperlihatkan taringnya.

__ADS_1


"Datang!"


Jiqing yang memiliki pemikiran ilahi merasakan pergerakan baru dari harimau iblis. Dengan kecepatannya untuk memprediksi pergerakan musuh, dia segera memberikan peringatan kepada yang lain karena harimau iblis mulai menerjang ke arah mereka.


Benar saja, tak lama setelah peringatan Jiqing, Harimau Iblis melompat dengan gesit menuju ke arah Jiang Nalan yang merupakan terlemah menurutnya.


Peng!


Cakar besar Harimau Iblis melayang ke leher Jiang Nalan, namun segera dihentikan oleh Yueqin dan Ahn menggunakan teknik pertahanan fisik mereka yang sangat kuat. Cakar tajam itu menggores kulit jubah abadi hingga kulit mereka, memberikan luka yang cukup dalam terhadap tubuh mereka.


"Berikan penyembuhan kepada mereka, sisanya ikut aku mengaktifkan formasi rantai, regu pelindung Jiang Nalan siapkan serangan balik segera!" Jiqing segera mengambil alih komando.


Semua orang segera mengikutinya. Mereka sadar ketika rantai komando beralih, itu artinya pemikiran ilahi Jiqing telah aktif dan akan lebih efektif dalam pengambilan keputusan, sementara Jiang Nalan dapat fokus menyembuhkan kedua matanya segera.


"Gaaawwrrr!!!"


Harimau Iblis meraung keras, ingin mengambil jarak mundur. Namun, itu sudah terlambat karena pengambilan keputusan Jiqing lebih cepat dibandingkan tindakannya.


"Aktifkan formasi rantai!" teriak Jiqing.


Rantai emas mengikat sekujur tubuh maupun seluruh kaki Harimau Iblis, membuatnya tidak berdaya dan mengambang di udara. Mereka tidak akan membiarkan Harimau Iblis itu menyentuh tanah sedikitpun, mengunci pergerakan binatang buas itu sepenuhnya.


Sebelum rantai itu hancur, kelompok mereka segera mengambil jarak. Ketika jarak mereka sudah dinilai Jiqing cukup aman, dia segera memberikan perintah komando selanjutnya.


"Sekarang, gunakan formasi serangan!" teriak Jiqing.


Pelindung Jiang Nalan mulai mengaktifkan formasi serangan gabungan. Berbagai macam kilatan cahaya, api, air, logam dan sulur akar pohon menyerang Harimau Iblis.


"Gaawrrr!!!"


Raungan dari Harimau Iblis menghambat serangan mereka, kemudian dia dapat melepaskan diri rantai pengikat dan bergerak untuk menghindar. Binatang buas itu segera masuk dan menghilang ke dalam kabut yang semakin tebal, menghilangkan keberadaannya yang sudah berasimilasi dengan kabut.


"Yueqin, Ahn, bagaimana keadaan kalian?" tanya Jiang Nalan yang telah selesai menyembuhkan kedua matanya.


"Luka yang kami derita cukup dalam. Kalau kami menerima satu serangan penuh lagi, sepertinya masih mungkin. Tetapi, setelahnya kami harus melakukan penyembuhan secara total agar dapat bertarung kembali," jawab Ahn yang sudah menilai kondisi mereka berdua.


Jiang Nalan mengangguk, kemudian dia menggunakan mata kebenarannya kembali, mencoba untuk melacak jejak Harimau Iblis lalu berkata, "Kita akan menggunakan formasi bertahan agar Ahn dan Yueqin tidak menerima berbenturan langsung, kalian tidak perlu lagi melindungi ku. Jiqing tetap pertahankan formasi bagian belakang, bagian depan biar aku yang atur."

__ADS_1


"Baik," balas Jiqing.


Mereka kembali mengatur ulang posisi dimana garda depan diisi oleh lima orang yang meliputi Jiang Nalan, Yueqin, Ahn dan dua anggota sepuluh besar lainnya yang memiliki fisik terkuat di antara semua pengikut. Sisa dari yang melindungi Jiang Nalan berdiri di bagian tengah sebagai spesialis serangan balik lanjutan dan membantu penyembuhan. Jiqing dan beberapa anggota yang bersamanya tetap di posisi belakang menjaga punggung kelompok, memberikan bantuan untuk garis depan dan serangan jarak jauh.


Melihat sekeliling sambil dibantu oleh kesadaran ilahinya, Jiang Nalan berhasil melacak jejak Harimau Iblis.


"Dia bersembunyi di antara kabut, masih berkeliling dan menunggu kesalahan kecil dalam pergerakan kita. Selagi dia menunggu kesempatan, Ahn pasang beberapa perangkap sementara barisan belakang, gunakan waktu luang ini untuk membaca mantra teknik pengikat dan penyembuhan secara terpisah. Yueqin, kamu ikut aku untuk menarik perhatian Harimau Iblis."


"Oke, aku segera datang!" Yueqin bergegas lari memisahkan diri bersama Jiang Nalan.


Mereka berdua masuk ke dalam kabut, kemudian Jiang Nalan memegang lengan ramping Yueqin agar mereka tidak terpisah.


"Apa ada yang salah?" tanya Yueqin yang bingung akan tindakan Jiang Nalan.


Suara kecil Jiang Nalan datang dari sampingnya, "Maaf, sepertinya tidak semua dari kita akan kembali dengan selamat. Selama itu, kita harus sembunyi di tempat aman terlebih dahulu."


"Apa?! Apa ini rencana kamu yang sebenarnya, membiarkan Ahn, Jiqing maupun anggota lainnya membiarkan diri mereka menjadi umpan, sementara kitalah yang lari dari pertempuran?!" tanya Yueqin marah dengan keputusan Jiang Nalan.


Jiang Nalan segera memberikan isyarat agar Yueqin menurunkan suaranya. Yueqin yang tidak tahu harus berkata apa, tertunduk diam dengan kepalan tangannya yang mengeras. Dia tahu bahwa mereka tidak mungkin mengalahkan binatang buas itu melalui percobaan pertama, itulah mengapa Jiang Nalan mengambil keputusan yang paling terbaik dengan meninggalkan mereka, sementara mereka berdua akan bertahan hidup.


Hanya dengan digabungkannya kemampuan maupun berkah Yueqin dan Jiang Nalan, mereka sudah setara dengan ketiga belas anggota lainnya. Namun, Yueqin masih berpikir mungkin saja ada peluang selain pilihan milik Jiang Nalan. Sayangnya, pendapat pihak lain lebih realistis dibandingkan pemikirannya sehingga dia tidak memiliki hak untuk menyalahkan Jiang Nalan.


...


Sementara kedua peringkat atas telah masuk ke dalam kabut untuk bersembunyi, mereka yang tinggal telah mengetahui rencana dari Jiang Nalan dan bersiap untuk eksekusi terakhir mereka sebagai pengikut setia Tuan Pertama. Mereka tahu hari ini akan datang, namun masih tidak percaya kalau itu akan terjadi secepat ini ketika fraksi mereka barus saja terbentuk. Berdasarkan rasa saling percaya, mereka telah menetapkan sebuah prioritas dimana saat kelompok menghadapi bahaya, kehidupan Jiang Nalan dan Yueqin akan lebih diprioritaskan dibandingkan anggota lainnya karena posisi mereka tidak dapat tergantikan.


"Mereka sudah pergi," ucap Jiqing.


"Ya, memang seharusnya begitu. Lagipula, keberadaan mereka berdua sudah cukup untuk mengisi posisi kosong yang kita tinggalkan, hanya saja ... Rasanya cukup kosong ketika memikirkan sampai di sini saja perjuangan kita demi Tuan Pertama."


"Ya, kamu ada benarnya Ahn. Aku harap di kehidupan selanjutnya, kita bisa mengikuti Tuan yang sama lagi, persis seperti hari ini," balas Jiqing tersenyum pasrah.


"Haha! Pasti! Sama seperti hari ini, aku juga akan memberikan semua yang kumiliki demi melayani Tuan Pertama!"


Menyambut semangat Ahn, semua orang setuju dan terdapat kehangatan di antara rasa dingin yang sedang mengancam nyawa mereka.


'Buang rasa takut, lawan mereka dengan berbangga diri karena telah berguna untuk Tuan Pertama!'

__ADS_1


Semua orang telah menyatukan tujuan mereka.


__ADS_2