Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Perubahan Mendadak Bibi Yueyin, Membawa Kegemparan Pada Puncak Angin


__ADS_3

Setelah lima jam lebih, akhirnya Lan Xihe berhenti memukuli Yan Xu yang sudah tepar di tanah seperti mayat hidup.


Tubuhnya bergetar setiap bergerak, dia juga terlihat sangat babak belur dan urak-urakan. Ketika dua murid lainnya ingin membantu Yan Xu, Ye Miao'er menahan mereka dengan tangannya. Dia menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar mereka tidak ikut campur.


Meskipun dia adalah orang yang menghentikan kedua murid lainnya, masih terdapat kekhawatiran di dalam mata Miao'er. Dua murid lainnya mengerti bahwa dia juga menahan diri, jadi mereka juga akan mengikuti tindakannya yang lebih berpengalaman.


Lan Xihe yang sudah berada di depan mereka bertiga terbatuk sekali dan melirik ke sisi sampingnya, "Tidak biasanya kamu terlambat, apa ada masalah sebelum kemari? Katakan saja, aku akan menghajar siapapun yang mengganggumu termasuk Su Yinfeng— eh? Siapa kamu?"


Di atas awan putih, Su Yueyin yang berada di atasnya tampil dengan gaya berpakaian yang beda dari biasanya. Wajah dinginnya dipenuhi dengan aura pesona yang tak tergambarkan hanya dengan satu kata, kulit tubuh rampingnya yang putih dan halus diperlihatkan dengan sopan dan anggun.


Bersamaan jubah abadi biru muda yang memperlihatkan lekukan indah tubuh kecilnya, dapat dikatakan bahwa ia tampil dengan riasan wajah yang sangat indah bagaikan peri dari negeri abadi dunia lain!


Ketiga murid wanita yang lain menjatuhkan rahangnya. Mereka tidak pernah melihat ada bidadari abadi di Puncak Angin yang miskin ini. Beberapa dari mereka sudah tidak dapat menahan keinginan untuk mencubit pipinya sendiri.


Sementara itu, di mata cokelat cerah Ye Miao'er terdapat kilatan yang menandakan kewaspadaan penuh terhadap peri yang dengan anggun nan penuh pesona sedang terbang ke arah mereka.


'Aiya! Adanya Guru, Kakak Senior Jia Li bahkan Saudari Ruolan saja sudah benar-benar memberikan beban yang sangat berat kepadaku!— Sekarang, Bibi Yueyin juga?!'


Sang Peri abadi sudah tiba di depan mereka, wajah dinginnya yang khas dengan riasan juga perhiasan pada bagian tubuhnya membuat mereka hampir tidak mengenali Su Yueyin!


Alis Lan Xihe terangkat sebelah, dia mengerutkan keningnya sambil berkata, "Apa ini? Ganti kulit? Apa kamu sedang berada di masa puber atau semacamnya?" rentetan pertanyaan curiga tanpa ampun muncul dari mulut kecilnya.


Mengabaikan pertanyaan beruntun dari Lan Xihe, Su Yueyin segera berlutut menggunakan satu kaki dan menangkupkan kedua tangannya dengan ekspresi dingin.

__ADS_1


Dia memberikan penghormatan kepada Lan Xihe dengan suara datar yang dingin dan acuh tak acuh, "Su Yueyin, Tetua sementara Puncak Angin selama 10 tahun menyapa Kepala Puncak."


Gedebuk!


Bukan hanya Lan Xihe yang tersentak hingga jatuh ke tanah dengan bokongnya lebih dulu, itu juga sama dengan Ye Miao'er dan Wang Jia Li yang sering melihat penampilan sederhana juga sikap semena-mena dingin Su Yueyin.


Mata ketiga peri itu bergetar sambil bergerak menilai dari atas ke bawah pada Su Yueyin dengan kulit barunya. Wajah mereka menunjukkan ketidakpercayaan akan apa yang ada di depan matanya. Xiu Ruolan yang masih belum tahu apa-apa, hanya berdiri diam mengamati.


Orang pertama yang bersuara tentu saja adalah Lan Xihe dengan suara yang bergetar, "Ka-kamu, Su-su-su Yu-Yu—Yueyin!?"


"Benar, Kepala Puncak," Su Yueyin masih menggunakan sikap pada jam kerja bahkan wajah dingin dan riasan wajahnya sangat kontras, seperti wanita kantoran idaman para pria.


Lan Xihe bergegas bangun seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dia berdeham sekali kemudian berkata, "Selamat datang di Puncak Angin, kebetulan kamu datang di waktu yang tepat karena aku akan melakukan ritual penerimaan murid dan menetapkan beberapa aturan tertulis Puncak Angin yang baru."


Setelah menjawab, Su Yueyin bangun dari salamnya. Dia berdiri dengan tegak dan meletakkan kedua lengan di belakang punggungnya seperti seorang ahli dengan cara yang anggun. Imej urak-urakan sebelumnya sudah hilang sama sekali.


Lan Xihe menggaruk pipinya dan berkata, "Umm ... Yin'er, bisakah kamu bersikap seperti biasanya? Aku benar-benar tidak terbiasa dengan kulit barumu," terdapat ekspresi tidak berdaya pada wajahnya.


Su Yueyin menggelengkan kepalanya dengan lembut, ekspresi dingin masih tetap kokoh pada wajahnya, "Tidak bisa, Kepala Puncak. Saat ini, Yueyin sedang bertugas sebagai seorang tetua dan tidak dapat melibatkan emosi."


Lan Xihe menghela napas lelah, dia memijat kening sambil memindahkan pandangannya ke arah Murid Nakal. Dia berpikir kalau itu dia, mungkin akal bulusnya dapat digunakan untuk situasi seperti ini. Jika tidak, Puncak Angin akan dikelilingi banyak masalah karena perubahan mendadak Su Yueyin.


"Yan Xu," Panggil Lan Xihe dengan lembut. Meskipun begitu, suaranya bisa langsung sampai ke telinga Murid Nakal yang berada jauh.

__ADS_1


Yan Xu segera bangkit sambil memegangi bagian dada dan punggungnya. Dia berjalan dengan kondisi menyedihkan ke arah pohon besar. Setelah dia sampai, ia segera melompat ke samping Lan Xihe karena terkejut.


"Guru, siapa dia?! Apakah dia adalah musuh yang sedang menyamar?—Aiya!" bisik Yan Xu, terdapat beberapa kecurigaan dalam nada suaranya.


Lan Xihe segera menepuk kepalanya dengan keras sambil berkata, "Dia adalah Bibi Yueyin-mu!"


"Eh? Benarkah?" Yan Xu mengalihkan pandangannya kepada Su Yueyin, dia menilai pihak lain dari kepala hingga ujung kaki indahnya yang putih ramping nan mulus.


Su Yueyin yang mendapatkan tatapan tajam dari Yan Xu menundukkan kepalanya dengan ekspresi dingin malu-malu, dia menutupi setengah wajahnya dengan pipi merah dan bicara dengan suara kecil.


"Xu'er, Bibi merasa malu kalau kamu terlalu menatapku seperti ini ...."


Tap! Tap! Tap! Gedebuk!!!


Yan Xu secara tidak sadar melangkah beberapa kaki ke belakang hingga punggungnya menyentuh batang pohon besar.


Dia tersentak hingga menjatuhkan bokongnya ke tanah dengan ekspresi wajah tampan bernuansa aura keabadian yang kebingungan dan terlihat sangat menyedihkan. Matanya melebar sambil bolak balik menatap keempat peri yang ada di depan saat ini, seolah-olah meminta penjelasan.


Ketika titik pandang Yan Xu jatuh ke wajah Miao'er, dia merasakan tusukan pedang yang sangat tajam akan segera mengantarkan ia kepada maut dengan secepatnya. Tubuhnya sudah bergetar dipenuhi keringat dingin karena melihat perubahan yang mungkin saja menandakan sebentar lagi langit akan runtuh.


Yan Xu menggelengkan kepalanya beberapa kali dengan keras untuk mengatakan kepada adik juniornya, dia benar-benar tidak tahu apa-apa dengan peri yang baru saja tiba ini! Namun, pihak lain sepertinya tidak peduli dan membuang muka terhadapnya.


Sementara itu, Yan Xu merasakan sebuah tangan ramping memegangi bahunya. Wajah peri dengan nuansa keabadian berbalutkan kain putih yang suci, dapat terlihat dengan jelas pada senyuman menawan Sang Peri. Itu adalah Guru yang secara khusus memberikan suatu kode kepada Murid Nakal.

__ADS_1


__ADS_2