
Penginapan menjadi lebih dingin dari sebelumnya ketika kata "iblis" disebutkan. Meskipun dimensi mereka sudah terpisah, itu masih tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada beberapa iblis yang bisa lewat ke dimensi manusia berada.
Saat ini, Du Du yang masih bersujud menjelaskan dengan rinci dan tidak berani menyelipkan kebohongan apapun di setiap kalimat yang dia ucapkan.
"Menjawab pertanyaan Nyonya Leluhur, enam bulan yang lalu ada pergolakan di dalam wilayah Ibukota Kekaisaran Agung Ming, tepatnya di bagian Tenggara dan Barat Laut."
"Beberapa orang telah dilaporkan menghilang secara misterius dan lebih buruknya, keluarga kekaisaran juga sudah bergerak secara diam-diam namun tidak ada satupun dari petugas keamanan yang menemukan jejak dari para korban."
"Ketika mereka sudah cukup lama melakukan pencarian dan tidak membuahkan hasil apapun, pihak istana hanya membuat propaganda bahwa orang yang hilang telah ditemukan tewas karena ulah suku asing."
"Mereka melakukan eksekusi mati di depan umum agar para warga tidak meragukan propaganda tersebut. Dengan begitu, kasus itu ditutup namun kejadian hilangnya beberapa orang masih terjadi."
Lan Xihe mengernyit heran, "Apakah tidak ada yang melaporkan tentang kasus ini?"
"Sudah banyak laporan yang dilakukan oleh warga, namun pihak istana hanya memberikan jawaban bahwa mereka akan memberikan perlindungan dan kompensasi sebisanya terhadap keluarga para korban. Jadi, tidak ada lagi yang dapat dilakukan oleh para rakyat Kekaisaran Agung Ming."
Lan Xihe memijat keningnya sambil berkata, "Sepertinya, Kaisar memiliki keturunan yang busuk dan berhati binatang."
Tidak ada yang menjawab pernyataan itu, namun di hati masing-masing orang setuju dengan pendapat Lan Xihe. Tidak ada kemanusiaan yang terlihat sama sekali dari tiap gerakan yang diambil oleh pihak istana. Rakyat juga sudah menyerah untuk mengharapkan mereka.
"Kemungkinan besar, salah satu masalah yang menyebabkan tugas dan komplain adalah ini," ucap Lan Xihe menyimpulkan melalui transmisi suara kepada Yan Xu.
Yan Xu mengangguk setuju, "Kamu ada benarnya. Sepertinya, mereka membuat berbagai tugas dan komplain bertujuan agar menahan para kultivator di Ibukota Kekaisaran Agung Ming. Setidaknya, itu akan memberikan rasa aman kepada mereka."
"Lalu, bagaimana dengan keluarga Jiang?" tanya Lan Xihe.
"Seperti yang dikatakan Du Du, kemunculan iblis ini awalnya berada di wilayah Tenggara dan Barat Laut. Kemungkinan besar mereka terlibat langsung atau menjadi korban dari iblis itu sangat besar."
Yan Xu mengerucutkan bibirnya, seolah-olah tidak ingin mengatakan kalimat pahit ini.
Dia segera memulihkan kondisi mentalnya dengan menekan beberapa titik dantian. Kemudian dia menatap ke arah Yaoyao, "Bagaimana dengan anak ini?"
"Dia hanyalah seorang anak biasa dan tidak terlibat apapun dalam kasus ini. Du'er menemukan dia hampir sekarat dua tahun lalu dan memberikan dia tempat untuk bernaung."
"Jadi, dia bukan kerabat atau sesama anggota keluarga Du?" tanya Lan Xihe.
__ADS_1
"Benar, Nyonya Leluhur. Kami berdua hanyalah sebatang kara yang saling berbagi nasib dan telah dipertemukan oleh takdir kejam ini," jawab Du Du dengan ekspresi pahit.
Sesaat ada keheningan dan suara embusan angin malam dapat terdengar melewati jendela.
Sebuah lengan besar yang terbuat dari energi qi membawa tubuh Yaoyao ke depan Yan Xu. Dia mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap tubuh gadis kecil itu. Sampai dia menelusuri ke titik utama dantian Yaoyao, di sana terdapat sesuatu yang memberikan perasaan akan ketidaknyamanan terhadap Yan Xu.
Ketika Yan Xu mencoba untuk memeriksanya lebih dalam, sebuah gelombang energi qi menyerangnya dengan sangat kuat hingga dia mundur beberapa langkah.
Yan Xu mengeluarkan sedikit darah dari sudut mulutnya. Dia menekan dadanya untuk menenangkan gejolak energi qi yang baru saja melakukan serangan balik.
Tatapan tajam dari Yan Xu mengarah ke Du Du dan suara dalamnya yang serius keluar, "Anak ini memiliki benih iblis di dalam inti dantiannya. Apakah kamu pura-pura tidak tahu akan hal ini?"
Gedebuk!
Du Du membenturkan kepalanya ke lantai hingga berdarah sambil berkata, "Du'er mengetahuinya! Namun, dia belum menunjukkan tanda-tanda perubahan dan masih berperilaku seperti manusia! Mohon Leluhur—..."
"Diam!"
Yan Xu segera menyela permintaan merepotkan itu. Dia menyuntikkan energi qi nya ke tubuh Yaoyao secara sedikit demi sedikit, mencoba untuk merobek benih iblis yang ada di dalam inti dantiannya. Namun, beberapa kali dia mencoba, tetap saja dia akan terpukul oleh gelombang kejut energi qi dari tubuh gadis kecil itu.
'Kenapa? Lagipula kami hanyalah manusia, bahkan seseorang yang sekuat istriku tidak dapat berbuat apa-apa, apalagi aku dengan kultivasi yang lebih rendah dan sistem rusak ini!' pikir Yan Xu.
Du Du mendongak untuk mencuri pandang, dia melihat ekspresi Yan Xu yang muram. Itu berarti, memang tidak ada cara lain untuk menolong Yaoyao.
Ketika Du Du ingin membuka mulutnya, suara dingin Yan Xu segera terdengar.
"Jangan mencoba bernegosiasi denganku tentang masalah ini. Tidak ada cara yang lebih baik selain memberikan kematian, daripada membiarkan dia menjadi iblis dan membunuh banyak orang yang tidak bersalah."
Kali ini, Yan Xu mencoba bernalar panjang dengan Du Du. Meski Yan Xu mengerti bahwa pihak lain masih enggan, dia tidak bisa membiarkan sesuatu yang akan menjadi sumber masalah di kemudian hari masih ada.
Apalagi kalau kesempatan menghilangkan sumber masalah itu sudah tepat berada di depan mata!
Saat dia mengangkat tangannya, Du Du bergegas menyerang dari belakang menggunakan tombak energi. Yan Xu membuat perisai energi berlapis dan menghiraukan serangan itu, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
"Masih belum!"
__ADS_1
Du Du mengeluarkan sebuah senjata tombak perak yang pernah dimiliki oleh leluhurnya. Dia menyerang perisai energi qi Yan Xu menggunakan tombak perak dengan keras.
Benturan keras itu menyebabkan gelombang kejut menyebar ke sekitar dan setelah beberapa serangan, terdengar suara retak dari perisai energi qi Yan Xu.
Tak tinggal diam, Yan Xu menghentakkan ujung kakinya ke lantai dan dari bawah, akar kayu biru menjulur keluar, menghalangi pergerakan Du Du.
"Keparat! Jangan halangi aku! Teknik intervensi tombak!"
Du Du menggunakan teknik serangan tombak yang diselimuti aura qi miliknya. Satu tusukan dari gerakan tombaknya, sama seperti ditusuk sebanyak seribu kali. Namun, akar kayu biru terus tumbuh seolah-olah itu tidak ada apa-apanya, dibandingkan dengan regenerasi yang dimiliki akar kayu biru.
Yan Xu memandang rendah ke arah Du Du yang dengan putus asa ingin menyelamatkan Yaoyao, "Kenapa kamu ingin menyelamatkan nyawa gadis kecil ini kalau kekuatanmu cuma segitu?"
Mendengar kalimat provokasi Yan Xu, Du Du mengerutkan keningnya sambil berkata, "Leluhur, Du'er sebelumnya berpikir bahwa kamu adalah orang yang masuk akal. Namun, Du'er tidak menyangka bahwa kekejamanmu melebihi binatang buas!"
"Pikirkan saja sesukamu, aku tidak membutuhkan pendapat apapun dari orang lemah," ucap Yan Xu dengan suara dalam.
Du Du mengerucutkan bibirnya. Dia mengeluarkan inti emas yang cahayanya sudah redup. Tak ada lagi niat untuk pergi hidup-hidup, semuanya ingin dia pertaruhkan dengan satu serangan pada energi qi terakhir yang tersisa.
Melihat itu, Lan Xihe segera memukul tengkuk leher Du Du hingga dia pingsan.
Bam!
"Kamu ...." Du Du menatap tajam ke arah Lan Xihe sebelum kesadarannya hilang.
Lan Xihe hanya tersenyum lembut seolah-olah berkata tidak akan ada hal buruk yang terjadi, hingga akhirnya kesadaran Du Du juga inti emas yang dia keluarkan menghilang sepenuhnya.
Lan Xihe mengangkat bahu dan berkata, "Suamiku sayang, apa yang akan kamu rencakan dengan gadis kecil itu?"
Wajah dingin Yan Xu perlahan berubah menjadi datar tanpa sedikitpun fluktuasi emosi, seolah-olah tidak terjadi apa-apa sebelumnya.
"Gadis ini adalah sebuah pengalihan dan subyek yang cocok untuk dijadikan bahan acuan dalam mencari tahu keadaan anggota keluarga Jiang."
Yan Xu berbalik dan berjalan ke kursinya. Dia menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk menjernihkan sedikit rasa pusing akibat terlalu banyak menggunakan energi qi.
"Benih iblis yang ada di dalam inti dantiannya sudah mengakar lebih dari sembilan bulan, namun tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perubahan juga aura iblis," lanjut Yan Xu sambil mempelajari tubuh Yaoyao.
__ADS_1