Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Guru Menderita Rasa Sakit Demi Mencari Tahu Keadaan Kakak Senior


__ADS_3

Sudah lima jam berlalu, semenjak kedatangan Lan Xihe dan Su Yueyin.


Mereka bertiga mulai merencanakan untuk melakukan pencarian pada murid yang tersisa.


Lan Xihe mengelus dagunya sambil berkata, "Ini aneh, aku bisa merasakan aura keberadaan mereka berdua. Namun, sesaat kemudian itu menjadi samar-samar dan lokasinya tidak menentu."


Su Yueyin yang sudah menenangkan diri dan menambah wawasannya tampak seperti akan kembali pada kondisi sebelumnya. Dia segera berpindah ke belakang gurunya.


"Senior, apakah mereka ...." Su Yueyin menelan kata-kata selanjutnya, dia benar-benar merasa takut untuk melanjutkan.


"Tenang saja, mereka masih tidak dalam kondisi berbahaya," jawab Lan Xihe santai, sementara di dalam hati dia melanjutkan, 'Lagipula sistem berhenti mengirimkan spam tentang keadaan Yan Xu.'


Wajah dingin Su Yueyin masih muram. Dia kehilangan kata-kata dan hanya menundukkan kepalanya. Secara tidak sadar, dia menggigit bibir bawahnya hingga mengeluarkan sedikit darah.


Su Yinfeng yang melihat itu segera menenangkan murid termudanya, "Tidak perlu cemas, selama Kakak mengatakan mereka tidak dalam situasi bahaya, itu artinya kita tinggal mencari keberadaan mereka."


Lan Xihe juga mengangguk setuju dengan pendapat Su Yinfeng, dia sangat malas menggunakan terlalu banyak kata hanya untuk menenangkan Su Yueyin. Lagipula, anak itu bukanlah gadis kecil lagi.


Dia meningkatkan kesadaran ilahinya untuk memindai murid nakal itu, namun masih tidak bisa ditemukan. Ada beberapa pemikiran di dalam benaknya, namun dia segera menghapuskan kemungkinan terburuk.


'Anak nakal itu sangat pintar bersembunyi, mungkin saja dia menggunakan teknik dan artefak untuk menyembunyikan lokasi mereka.'


Anehnya, Lan Xihe masih ragu dengan pemikirannya karena murid nakal itu seharusnya tidak punya artefak yang memiliki kekuatan khusus penyembunyian tingkat lanjut.


Setidaknya, untuk mengelabui kesadaran ilahi mereka dibutuhkan gabungan dari teknik penyembunyian dan artefak yang setidaknya tingkat surgawi.


Mau seberapa licik Yan Xu, dia masih sangat tahu bahwa murid nakalnya tidak mungkin mendapatkan artefak tingkat surgawi.


Lan Xihe mulai berbicara kepada sistem di kepalanya.


'Sistem, adakah cara untuk mengetahui keberadaan murid nakal?'


"Ding! Dengan membayar 500,000 koin, sistem akan memberikan informasi akurat murid tertua setidaknya 10 menit."


'500,000 koin hanya untuk 10 menit? Apakah sistem ini mulai menjadi pelit saat berurusan dengan fungsi yang berkaitan dengan para murid?!'


'Ini sama saja perampokan di siang bolong!'

__ADS_1


Lan Xihe menggelengkan kepalanya tak berdaya, dia tidak bisa mengeluarkan 500,000 koin hanya untuk mencari lokasi murid nakal itu.


Setidaknya, dia bisa mendapatkan gambaran umum tentang kondisi Yan Xu. Sepertinya mereka terjebak di suatu tempat dengan hukum ruang, itulah kenapa banyak koin dibutuhkan untuk mencari koordinat yang tepat.


'Apa aku harus membuang 500,000 koin berhargaku cuma demi murid nakal itu? Tidak! Lebih baik aku mencarinya sendiri!'


Lan Xihe menghembuskan napas panjang, ekspresinya masih datar namun hatinya sudah ingin menangis karena hampir dirampok oleh sistem lintah darat!


Suara Su Yinfeng muncul dari seberang, "Apa yang harus kita lakukan, Kak?"


"Panggil Guru dari keempat murid itu, kita juga membutuhkan tetua yang ahli dalam hukum ruang. Aku berasumsi kalau mereka terjebak di dalam suatu penghalang, sama seperti Yin'er dan kedua murid lainnya."


"Setidaknya, kita dapat yakin bahwa mereka tidak mengalami situasi yang berbahaya. Hanya saja, mereka terperangkap dalam dimensi yang membuat orang di luar tidak bisa menemukan titik koordinat geografis yang tepat."


Setelah menjelaskan, Lan Xihe menatap tajam ke Su Yinfeng.


"Kamu kembali ke sekte, ketua sekte tidak bisa jauh terlalu lama dari wilayah sekte. Setelah kamu tiba, segera kirimkan orang-orang yang dibutuhkan kemari. Aku akan memberikan waktu lima hari."


"Jika dalam lima hari tidak ada yang datang ..." Lan Xihe membuat gerakan memotong leher dengan tangan rampingnya.


Su Yinfeng mengangguk dengan kuat seperti ayam mematuk tanah. Dia bergegas mengeluarkan sebuah miniatur pedang, kemudian melemparkannya ke udara.


"Aku sudah mengirimkan pesan singkat kepada para tetua juga guru mereka, mereka akan sampai setidaknya paling cepat dalam 3 hari!" Setelah selesai berteriak, Su Yinfeng segera tancap gas.


Pedang besar itu terbang melesat ke depan dan hanya meninggalkan garis cahaya di belakangnya.


"Sekarang, dia sudah pergi. Su Yueyin, kamu istirahat terlebih dahulu. Simpan energi qi dan anggurmu, aku takut nanti akan terjadi pertempuran mendadak. Kita harus selalu bersiap kapanpun."


Su Yueyin menangkupkan tangannya dan berkata, "Junior mengikuti perintah Senior!"


Tepat ketika Su Yueyin duduk bersila dan ingin memulai meditasinya, dia teringat sesuatu dan segera bertanya.


"Senior, kenapa kedua murid itu tidak ikut bersama Guru saat dia kembali ke sekte?" Kilatan penasaran dapat terlihat di pupil hitam cerah Su Yueyin.


Lan Xihe tersenyum kecut sambil mengangkat kedua bahunya, "Aku melupakannya."


Dia mengibaskan lengan jubah peri abadinya dan berkata, "Lupakan itu! Cepat mulai meditasimu!"

__ADS_1


Su Yueyin segera memulai meditasinya, dia tidak berani lagi bertanya hal lain karena takut akan dipukuli oleh senior galak itu.


Setelah memastikan Su Yueyin telah memasuki kondisi meditasi penuh, Lan Xihe berjalan dengan santai menuju kedua murid yang tidak sadarkan diri.


Kedua tangan rampingnya mendarat ke kening kedua murid itu, kemudian dia bergumam dengan suara kecil, "Saatnya melihat dan mengubah sedikit ingatan kalian."


Energi qi putih mulai tersalurkan dari lengan rampingnya ke kening kedua murid, berbagai macam ingatan dari ekspedisi dimulai memasuki kepala Lan Xihe.


Ekspresi Lan Xihe yang datar berubah menjadi sedikit kesakitan, dari sudut mulutnya keluar sedikit darah. Setelah selesai, dia segera menarik energi qinya dan menenangkan aliran energi qi yang bergejolak pada pusat dantiannya.


Teknik yang dia gunakan adalah sajak kedua juga ketiga dari teknik pencarian jiwa, itu berhubungan dengan menyelidiki jiwa seseorang. Sedangkan sajak ketiga dipergunakan untuk memodifikasi jiwa.


Sebenarnya teknik ini dapat memberikan rasa sakit yang luar biasa kepada targetnya, namun Lan Xihe mengubah arah rasa sakit itu kepada dirinya sendiri dengan pembalikan empat kali lipat.


Dengan kata lain, dia menanggung rasa sakit dari kedua murid itu sebanyak delapan kali lipat dari yang seharusnya!


Setelah beberapa saat menenangkan tekanan energi qi yang bergejolak, dia mulai menstabilkan napasnya yang masih terengah-engah. Aura di sekitarnya mulai stabil dan dia telah memasuki kondisi normalnya.


Lan Xihe memilah beberapa detil penting yang bisa dia dapatkan dari pencarian jiwa kedua murid, tetapi dia masih tidak menemukan seseorang yang memiliki artefak tingkat surgawi untuk membuat penghalang dengan hukum ruang tingkat lanjut.


Dia cuma teringat bahwa ada satu tetua yang memiliki artefak seperti itu, tetua itu juga merupakan ahli hukum ruang kelima setelah murid keempat Su Yinfeng. Dia adalah Fan Jiaodao yang juga merupakan guru dari Wang Jia Li.


Lan Xihe mengelus dagunya sambil bergumam kecil, "Apakah ada kemungkinan bahwa Fan Jiaodao juga ikut terlibat?"


Dia menghela napas kecil lalu berseru, "Lupakan! Aku akan menyerahkan itu kepada takdir saja! Semuanya akan terungkap pada waktunya! Tidak perlu repot-repot!"


Dengan begitu, dia dengan santai selalu menatap ke arah jendela notifikasi sistemnya sambil menunggu bala bantuan tiba.


'Murid Nakal, Guru sudah merasakan rasa sakit yang sangat mengerikan hanya demi memastikan keadaanmu! Jangan membuatku kecewa dengan skema picikmu nanti!'


Kelebihan informasi yang dimiliki oleh Lan Xihe adalah dia dapat menggabungkan beberapa detil dari masing-masing ingatan, penyelidikan kesadaran ilahinya dan pesan notifikasi dari sistem lalu menghasilkan gambaran yang lebih jelas tentang situasi sekarang.


Dia mendapatkan kesimpulan bahwa tangan murid nakalnya memainkan banyak peran dalam menggagalkan skema licik dari pihak lawan.


Dia yakin murid nakal itu juga tidak akan melepaskan kesempatan untuk mencari keuntungan dalam kemalangan. Itu juga termasuk membalaskan orang-orang yang membuatnya terlibat dalam situasi yang merepotkan.


'Yan Xu itu serigala gigih dengan sifat pendendam dan berbulu ratusan kulit domba gemuk. Dia sangat licik, tidak akan melepaskan targetnya dan selalu melakukan apapun sesuai situasi.'

__ADS_1


'Ketika ada domba malang yang telah menyaksikan setidaknya seperempat dari kulit asli serigala, mana mungkin serigala licik penuh skema itu akan melepaskan saksi mata begitu saja.'


Lan Xihe hanya bisa merasakan kasihan kepada korban yang menari di atas tangan murid tertuanya yang nakal. Terkadang, murid tertuanya mengingatkan dia akan sifat seseorang yang penting dalam kehidupan sebelumnya.


__ADS_2