Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Iblis Kecil Yaoyao (2)


__ADS_3

Pedang energi yang tertancap pada tubuh kecilnya, membuat dia tidak dapat bergerak karena diolesi ramuan juga dilengkapi menggunakan mantra pengikat.


Yan Xu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Serangan balik yang kamu lakukan, jelas sekali menandakan bahwa sejak awal kamu tidak pernah tidur. Apalagi sandiwara bangun tidur dan menyebutkan bahwa kami akan membunuhmu itu terlihat sangat meyakinkan."


Prok prok prok!


Yan Xu bertepuk tangan dengan keras sambil tersenyum lebar dan melanjutkan, "Semakin meyakinkannya sehingga itu terlihat sangat palsu!"


Yaoyao mendongak, mencuri pandang. Kedua alis Yaoyao mengerut, "Kalau kamu tahu aku cuma berpura-pura, mengapa kamu tidak membunuhku saat itu juga!?"


Plak!


Yan Xu menampar pantat kecil Yaoyao yang masih bersujud di lantai.


"Apa tadi kamu mengatakan sesuatu?"


Mata Yaoyao yang meneteskan air mata, menatap tajam ke arah Yan Xu. Ketika dia ingin membuka mulutnya— ....


Plakk! Plakkk! Plakk!


Yan Xu tertawa terbahak-bahak sambil berkata, "Apa? Kamu tadi ingin bilang sesuatu?"


"Kamu ....— Aiya!" Yaoyao menggeram sambil merasakan sakit pada bokongnya yang bengkak dan lebam akibat tamparan tak bermoral dari Yan Xu.


Plakkk!!!


"Ah, maaf! Tanganku terpeleset lagi~♪ Ahahaha ...."


Yan Xu menggaruk punggung kepalanya sambil menampar bokong mungil Yaoyao beberapa kali hingga membuat iblis kecil itu menangis.


"Duh, maaf, maaf ... aku berlebihan, ehe~♪" Yan Xu mengulurkan lidahnya malu-malu.


"Huaaaa!!! Kamu merundungku! Bahkan— Aiya!!!"


Plakk!!


"Eh?! Tanganku terpeleset lagi~♪"


"Hwaaaaaaa!!!! Kamu manusia yang tidak bermoral dan suka melecehkan anak-anak!— Aiya! Hwwaaaaaaaa!!!"


Yaoyao tidak mempedulikan kehormatannya. Dia menangis keras juga meraung-raung dengan sangat menyedihkan.


Lan Xihe yang menikmati pertunjukan hanya diam sambil mengamati. Wajah serius dari peri yang berbalutkan kain putih ini terlihat sedang mencari sesuatu. Namun, tidak ada orang yang di sana menyadarinya.

__ADS_1


'Aneh, kenapa banyak sekali iblis yang bermunculan!? Bukankah saat itu kami sudah memisahkan dimensi dengan rapat!?'


...


Saat ini, Yaoyao berada di pangkuan Yan Xu dengan posisi tengkurap dimana bokongnya yang bengkak dan lebam mengarah ke atas. Dia masih menangis meraung-raung kesakitan.


Yan Xu dengan santai mengelus rambut lembut Yaoyao, seperti seorang ayah yang sedang memanjakan anaknya dengan ekspresi puas.


"Huuaaaaa!!! Ayah sangat jahat!" rengek Yaoyao.


"Jika kamu menyebut aku sebagai ayah, seharusnya kamu tidak boleh berbohong kepada orangtuamu," ucap Yan Xu dengan lembut, namun di dalam hati dia sudah tertawa terbahak-bahak.


"Hiks! A-aku .... — Aiya! Lagi-lagi Ayah memukul bokong indahku— aiya! Ayah itu sakit!" Yaoyao semakin meraung dengan keras tak berdaya, kehormatannya sebagai wanita benar-benar sudah diinjak hingga ke dasar kubangan lumpur, begitulah pikirnya.


"Kalau kamu tidak mau diam ..." Yan Xu mengangkat sedikit tangannya dengan ekspresi serius.


"Hieek!" Yaoyao mengeluarkan pekikan lucu dan segera menutup mulut dengan kedua tangan kecilnya.


Yan Xu mengangguk senang, setelah sekian lama akhirnya dia merasa puas sesudah menghukum iblis kecil nakal yang mencoba bermain trik mereka. Ketika melihat istrinya masih termenung, dia segera memanggilnya.


"Istriku, kamu terlihat kurang baik. Apakah sebentar lagi Yaoyao akan memiliki adik?"


Mendengar itu, dahi Lan Xihe mengernyit dan dia menghela napas panjang lalu berkata, "Yaoyao, semenjak kapan iblis melewati batas dimensi ke dunia manusia?"


Sebelum Yaoyao menjawab, Yan Xu menutupi mulutnya kemudian berkata, "Semenjak kita bertemu."


"Aku juga serius," balas Yan Xu menatap dingin langsung kepada Lan Xihe.


Kerutan di wajah indah Lan Xihe semakin banyak, "Mana buktinya kalau ucapanmu benar?"


Yan Xu mengangkat bahunya sambil terkekeh geli.


Sebuah tangan energi muncul di samping Lan Xihe, sepertinya dia sangat marah dan ingin mulai memukuli suaminya. Yan Xu tidak tinggal diam, dia mengaktifkan beberapa susunan formasi pedang energi di sekeliling mereka, menciptakan pemisahan antar dimensi.


Saat pukulan dari tangan energi meluncur, tangan energi itu berubah menjadi bintik-bintik cahaya dan menghilang kemudian. Yan Xu menjulurkan lidahnya sambil tertawa cekikikan.


Dia mengirimkan transmisi suara dengan nada nakal, "Istriku, kamu terlihat sangat cantik saat marah."


"Kamu ...." Lan Xihe menggertakkan giginya dengan keras.


Dia menciptakan sepuluh pedang energi putih yang mengarahkan bilahnya menuju Yan Xu.


Sementara itu, Yaoyao yang ketakutan berkata, "Ayah, kenapa Ayah membuat Ibu semakin marah!? Jika terus begini, kita berdua akan menjadi daging potong di atas talenan!"

__ADS_1


Yan Xu tersenyum lembut sambil berkata, "Tenang saja, kalau memang begitu, maka biarlah."


'Sinting! Kedua orang ini benar-benar sinting!' pikir Yaoyao di dalam benaknya.


Plakkk!


Merasakan tatapan Yaoyao seperti dia sedang mengatakan hal buruk tentangnya, Yan Xu menampar pantat kecil Yaoyao lagi.


"Aiya!— Ayah ...."


Yan Xu meletakkan jari telunjuknya di depan mulut, "Sshhtt! Kamu diam dan lihat saja."


Yaoyao hanya bisa mengangguk tak berdaya karena dia adalah tawanan dan bahan bercandaan untuk pihak lain.


Suara dingin Lan Xihe kembali terdengar, "Aku peringatkan sekali lagi, jangan membuatku marah lebih dari ini."


Yan Xu menjawab dengan seringai nakalnya, "Terus apa? Kamu ingin memukuli aku di sini?"


Lan Xihe mengibaskan lengan jubahnya, seketika pedang energi yang mengarah kepada Yan Xu menghilang di udara. Dia menghela napas berat dan memutar matanya.


Yan Xu yang melihat itu terkekeh lalu mengalihkan pandangannya ke arah Yaoyao.


"Kamu lihat itu, ibumu sangat galak dan siap memukuli siapapun yang membuat dia marah. Ayah sarankan agar kamu tidak mengatakan kebohongan yang akan mengantarkanmu ke dalam lubang neraka lebih cepat."


Gluk!


Yaoyao menundukkan kepalanya dengan patuh sambil meneguk ludah sehingga membuat suara tegukan yang keras.


Yan Xu menghilangkan penghalang yang dia buat, kemudian memberikan kode kepada istrinya untuk melakukan interogasi. Sementara dia yang memangku Yaoyao, secara diam-diam merasakan fluktuasi pada emosi juga energi qi di dalam tubuhnya.


Rencana Yan Xu adalah menarik ketakutan Yaoyao terhadap mereka berdua, sehingga dia tidak berani melakukan trik apapun lagi. Ini juga untuk menyelaraskan sifat ibu yang galak agar Lan Xihe tidak perlu terlalu memikirkan karakternya.


Sementara itu, dia sebagai ayah yang memberikan hukuman lebih ringan akan menjadi tempat pelariannya untuk berlindung. Rencana ini harus dilakukan agar Yaoyao menerapkan karakteristik seorang anak yang patuh pada dirinya sendiri secara tak sadar.


'Seperti kata pepatah, ketika Ibu sedang marah, kamu bisa berlari ke pelukan Ayah. Hehehe ... tenang saja, Ayah akan menggunakanmu dengan sangat baik dan cermat!' Yan Xu terkekeh geli dalam hatinya.


Lan Xihe kembali ke ekspresinya yang lembut dan penuh dengan kehangatan, "Jadi, Yaoyao anakku, kapan para iblis bisa menyeberang ke dunia manusia?"


Yaoyao melirik ke arah ayahnya dengan ekspresi ragu. Dia mendapatkan anggukan yang mengatakan, 'Jawab dengan jujur dan jangan membuat ibumu marah!' dari Yan Xu.


Yaoyao menarik napas dalam-dalam kemudian menenangkan diri, "Para iblis telah tinggal di dunia manusia sejak ribuan tahun lalu."


"Mengapa mereka tiba-tiba aktif saat ini?" tanya Lan Xihe.

__ADS_1


"Yaoyao juga tidak tahu, Ibu. Seperti yang dikatakan oleh Ayah, mungkin saja faksi lama yang mendukung masa kebengisan sedang melakukan pergerakan mereka."


"Oh? Apakah dunia iblis telah melakukan reformasi besar-besaran terhadap tradisi mereka?" ekspresi wajah Lan Xihe menunjukkan ketertarikan.


__ADS_2