Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Latu Goblin Melah - 3


__ADS_3

Dalam kegelapan yang pekat, suara mengerikan itu datang terus menerus ke arahnya.


'Me ... De ...... ngan ...... ku!'


"Tidak!"


Ke'er — Ratu Goblin Merah— berteriak histeris dalam mimpinya.


'MENIKAHLAH DENGANKU!'


"TIDAAAKKKKK!!!"


Bangun dari tidurnya, Ke'er duduk secara tidak sadar dengan tubuhnya yang basah karena keringat.


Dia segera memeriksa tubuh rampingnya yang kecil dengan seksama dan tidak menemukan satupun perubahan. Bahkan, pakaian yang ia kenakan masih rapi dan tidak pernah dibuka.


Melihat dia sedang berada di singgasana, Ke'er segera berlari keluar, melihat apakah pria gila itu telah pergi atau belum.


Tak jauh sebelum dia bisa melihatnya, suara hangat namun bagai neraka itu terdengar kembali di telinga Ke'er.


"Oh? Sudah bangun? Kamu sering bermimpi buruk beberapa malam ini, jadi aku—"


"Plia gila! Ke-ke-kenapa kamu masih di sini?!"


Ke'er gemetaran karena dia masih trauma akan perbuatan Yan Xu beberapa hari yang lalu. Namun, dia masih memberanikan diri untuk berhadapan dengannya. Kalau dia kabur, dia akan menjadi pihak yang kalah pada saat ini.


Tertawa kecil, Yan Xu yang sedang memanggang daging buruan, menodongkan daging itu ke arah Ke'er dan berkata, "Mau?"


Hap!


Tanpa suara, Ke'er telah melahap daging itu karena dia sudah tidak makan beberapa hari. Naluri untuk bertahan hidup Ke'er seketika aktif, namun dia segera berlari menjaga jarak dari pria tercela itu. Dia takut, kejadian buruk yang sama akan terulang kembali.


Memperhatikan sikap Ke'er, membuat Yan Xu menjadi tidak enak. Dia juga sudah menangkap banyak buruan, jadi sebagai permintaan maaf ketika gadis kecil itu bangun, dia akan memberinya banyak daging sesuai rencana Yan Xu.


Tetapi, siapa tahu kalau perbuatan Yan Xu telah meninggalkan trauma mendalam bagi seorang gadis kecil seperti Ke'er?


'Ugh, akan makan beberapa waktu agar dia bisa pulih kembali pada kondisi normalnya.'


Sebagai pria yang bermoral— menurut pemikirannya sendiri—, Yan Xu akan merawat gadis itu sementara waktu agar dia dapat pulih. Setelah selesai, barulah dia pergi melanjutkan perjalanan yang tidak jauh dari lokasi selanjutnya.


Ke'er yang terus makan dengan lahap, tanpa disadari telah duduk di sebelah Yan Xu dengan tenang. Apabila ada orang lain yang melihat mereka dari belakang, mungkin mereka mengira bahwa kedua orang itu seperti ayah dan anak yang sedang makan bersama.


Menyerahkan daging tusuk, Yan Xu tersenyum tipis dan berkata, "Meskipun tubuhmu kecil, nafsu makan mu cukup banyak."


"B-belisik! Plia mana tau yang baik untuk pertumbuhan wanita!" dengus Ke'er.


"Iya, iya, jadi ... Siapa nama mu?" tanya Yan Xu memulai sedikit pendekatan.


Namun, ketika ditanya nama, Ke'er menghentikan aktivitas makannya dan menatap Yan Xu dengan heran.


'Kamu ingin menikahi ku, tapi tidak tahu siapa aku? Kamu gila?' Ke'er yang keheranan tidak dapat menahan rasa ingin menyumpah serapahi pria di sebelahnya.


"Tidak mau kasih tahu?"


Yan Xu menarik daging yang ingin dia berikan, membuat wajah lucu Ke'er menjadi cemberut.


Ke'er dengan cepat merebut daging di tangan Yan Xu.


Dia mengalihkan wajahnya ke samping dan terdengar suara kecil dari gadis itu.


"Ke'er ...."


Menurut tradisi ras goblin merah, ketika seorang pria menanyakan nama dari wanita mereka, itu menandakan bahwa ia sedang melamar. Apabila pihak wanita memberikan namanya, itu berarti dia telah menerima lamaran dari sang pria.


Ke'er yang merasa malu, membuang wajah ke samping sementara pria di sebelahnya tidak menganggap tradisi itu dan hanya mengangguk paham.


Tidak, dia tidak tahu kalau saat ini mereka sedang prosesi lamaran. Sejauh pengetahuan dari pemilik tubuh sebelumnya, dia cuma tahu kebiasaan umum mereka. Sementara yang satu ini, jarang diketahui oleh kebanyakan orang.


Bisa dikatakan, tradisi adat tersebut hanya diketahui oleh sesama ras dan orang yang dekat dengan mereka.

__ADS_1


Rasa penasaran Yan Xu masih belum terjawab, jadi dia langsung saja menanyakan hal tersebut.


"Kenapa bentukmu lain dari kebanyakan ratu goblin merah lainnya?" tanya Yan Xu penasaran.


"Kalena ayahku seorang kultivatol manusia, sementala ibuku adalah seolang latu goblin melah," terdapat jejak kesepian pada raut wajah gadis yang kesepian itu.


Kalau dilihat-lihat lagi, dia bukanlah seperti orang jahat. Lagipula Yan Xu belum mencari tahu alasan mereka menangkap para wanita manusia. Hanya melihat dengan satu sudut pandang, bukanlah hal yang tepat untuk mengambil kesimpulan.


Mengangguk sekali, Yan Xu mengacak-acak rambut Ke'er sambil tertawa ringan lalu berkata, "Jangan pasang raut wajah sedih begitu. Itu sangat tidak cocok dengan seorang ratu."


"Laut wajah sepelti apa yang cocok untuk seolang latu?" tanya Ke'er dengan wajah polosnya.


Yan Xu mengusap wajahnya, kemudian wajah tampan itu menunjukkan ekspresi yang benar-benar datar dan memandang rendah pada pihak lain.


"Begini," ucap Yan Xu dengan suara dalam, namun menyejukkan tetapi dapat memberikan sebuah tekanan bagi siapapun yang mendengarkan.


Tegas, berwibawa, menatap semuanya seperti setara selain diri sendiri dan bagaikan makhluk abadi yang telah meninggalkan hasrat dunia. Begitulah kesan yang Ke'er dapatkan saat melihat wajah Yan Xu.


"Apa kamu tidak lelah selalu belsandiwala?" tanya Ke'er dengan suara kasihan.


"Sandiwara? Bagaimana bisa aku selalu bersandiwara?" Yan Xu memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.


Ke'er menunjuk ke arah alis Yan Xu lalu berkata, "Bagian ini, tellihat datal. Namun, kalau kamu pelhatikan dengan seksama, ada sudut yang miling ke bawah di bagian samping wajah. Itu menandakan sebuah kekecewaan, kesedihan, kelinduan, keinginan untuk melindungi yang tellalu kuat juga sesuatu yang tersembunyi dan hanya kamu saja yang mengetahuinya."


"Hmmm ... Terus, apa ada yang lain lagi?"


".... "


Terdiam sejenak sambil menundukkan kepalanya, Ke'er mendongak dan menatap langsung ke arah mata Yan Xu.


Mata bulat yang besar itu terlihat berduka, akan tetapi Yan Xu sama sekali tidak memahami maksud dari bagaimana cara Ke'er menatapnya.


"Penyesalan."


"...."


Satu kata dari Ke'er, benar-benar memukul titik belakang kepala Yan Xu, serasa seperti dipukuli oleh pali godam.


Diamnya kedua orang itu, membuat gemericik air di danau buatan terdengar. Suara angin yang lewat menjadi semakin jelas. Udara dingin yang awalnya sejuk, kini telah menyelimuti sekitar mereka.


Tidak tahan dengan situasi yang senyap ini, Ke'er menarik lengan jubah abadi Yan Xu dan berkata, "Selama kamu hidup, penyesalan apapun itu masih bisa dibayal kembali dengan usaha. Apabila itu menyangkut kematian, hanya dengan hidup sambil mengingat meleka, melupakan hal yang halus kamu bawa hingga akhil hayat mu. Jangan menyesali setiap keputusan yang kamu pilih, masih ada makna di balik pilihan mu. Jika kamu telsesat, ingatlah bahwa kamu tidak sendilian. Aku yakin, banyak olang yang menyayangimu sepelti kamu menyayangi meleka dengan sepenuh hati."


Kedua lengan ramping Ke'er melingkari leher Yan Xu dan menurunkan kepala pria itu agar bersandar di bahu kecilnya.


Saat Ke'er menatap langsung pada mata Yan Xu, dia dapat merasakan betapa beratnya beban takdir yang harus pihak lain terima. Bahkan, Ke'er sadar kalau hanya dia yang membantu, tidak akan terjadi perubahan apapun terhadap kesulitan yang sedang menanti Yan Xu.


Setidaknya, dia berharap dapat menjadi salah satu tempat sandaran bagi pihak lain di saat ia tidak memiliki seseorang untuk berbagi rahasia. Meskipun dia tidak tahu sebesar apa rahasia tersebut, Ke'er hanya menebak kalau itu akan memberikan pengaruh besar terhadap dunia mereka.


Cepat atau lambat, pria ini harus memilih. Jika dia tidak bisa menanggung pilihannya, keberadaannya akan menghilang untuk selamanya. Begitulah yang terucap dari raut wajah Yan Xu yang kadang datar, tersenyum bengkok maupun berekspresi terlalu berlebihan di mata Ke'er.


"Maaf, mau sampai kapan kita begini? Kening ku sakit bersandar di tulang yang begitu keras," ucap Yan Xu.


Gedebuk!


Ke'er segera mendorong dan membuang muka. Telinga nya yang lebih cerah dibandingkan tomat bergerak beberapa kali. Menandakan Ke'er yang malu dengan perlakuannya terhadap Yan Xu.


Yan Xu yang terduduk di tanah, berdiri kemudian menyeka pakaiannya yang terkena sedikit debu. Melihat pihak lain sepertinya sudah pulih, dia memutuskan untuk melanjutkan perjalanan.


"Karena kamu sudah pulih, sepertinya aku akan melanjutkan perjalanan," ucap Yan Xu.


!!


Menarik ujung jubah abadi Yan Xu, Ke'er yang masih membuang muka berkata, "Masih ada masalah di sini. Aku ingin meminta bantuanmu, kalau tidak para monstel dan manusia yang hidup damai bisa menjadi kolban."


"Korban? Apa itu?"


"Sekital bebelapa bulan lalu, ada olang lual yang mengacau. Aku takut, dia akan membahayakan semua olang kalau telus dibialkan."


"Orang luar ... terlihat seperti apa mereka?"

__ADS_1


"Iblis."


'Iblis lagi?'


Belakangan ini, sepanjang jalan Yan Xu hampir selalu terlibat dengan ras iblis. Perjalanan ini kemungkinan akan menjadi sulit apabila hantu dari masa lalu terus berdatangan dan membuat perjalanannya terhambat. Pantas saja kesulitan seperti ini tidak akan bisa diselesaikan, kalau mereka tidak memiliki informasi sebanyak ingatan yang ia miliki.


Menghela napas, Yan Xu duduk kembali di sebelah Ke'er.


"Ke'er, iblis yang kamu maksud terlihat seperti apa?"


"D-dia ... Tellihat sedikit lebih pendek daliku, belwajah cantik namun memiliki senyum yang menyimpang sama sepeltimu. Lambutnya yang hitam dan kulit putih—"


"Oke, berhenti sampai disitu, aku mengerti."


Yan Xu segera menyela karena dia telah mendapatkan gambaran umum tentang apa yang sedang terjadi di sini.


'Anak nakal itu!'


Yan Xu menjadi sedikit kasihan kepada Ke'er yang terlalu mengkhawatirkan yang sedang anak mereka lakukan.


Saat Yan Xu sedang memikirkan bagaimana cara menjelaskan hal tersebut pada Ke'er, suara gadis kecil yang sedang tidak ia harapkan terdengar.


"Ayah? Kenapa kamu di sini? Seharusnya Ibu bilang kepada Yaoyao kalau Ayah di sini! Dasar, wanita tua itu— hmph!"


Buk!


Yaoyao berlari dan memeluk Yan Xu dengan wajah gembira, sementara Yan Xu sendiri berwajah pucat pasi.


Dia melirik ke arah Ke'er dan berkata, "Ini, aku bisa jelaskan ...."


Ke'er hanya tersenyum namun niat membunuh yang keluar darinya, terasa seperti ribuan pedang yang sedang menusuk ke jantung Yan Xu.


Merasakan ayahnya sedang kesulitan, Yaoyao mengalihkan pandangannya ke Ke'er dengan cemberut.


"Goblin sialan, apa kamu sedang merundung ayahku?!"


'Sungguh anak yang berbakti. Tapi, kamu salah tempat dan waktu, aish! Anak nakal!' Yan Xu yang menahan tekanan di antara keduanya, hanya berdiam diri untuk melihat situasi terlebih dahulu. Apabila dia asal masuk, bisa saja ada pertikaian di antara mereka dan mau-tidak mau dia akan terlibat.


Tangan ramping Ke'er ingin menyentuh kepala kecil Yaoyao, tetapi pihak lain segera menepisnya.


"A-apa yang kamu lakukan?" merasakan ada sesuatu yang aneh, Yaoyao segera memeluk ayahnya lebih erat.


Ke'er yang masih tersenyum manis tidak mempedulikan sikap kasar itu dan mengatakan hal yang seharusnya tidak ia katakan di depan anak itu.


"Aku adalah istli ayahmu. Jadi, secara hubungan kelualga, kamu juga adalah anakku."


Krak! Clang!


Dapat terdengar suara kaca pecah dari dalam diri Yaoyao. Bahkan dia sampai menjatuhkan rahangnya, menolak untuk percaya apa yang baru saja ia dengar.


Melirik ke ayahnya, bahkan pihak lain juga sama terkejutnya. Wajah Yan Xu sendiri bertanya-tanya semenjak kapan hubungan antara mereka menjadi begitu. Ada juga penolakan dan kebingungan yang kuat pada wajah tampan dan tanpa dosa itu.


"J-jangan sembarangan! Aku tidak pernah memiliki seorang ibu dari ras goblin jelek!" dengus Yaoyao.


"Aiya~ Kenapa malu-malu begitu?" Ke'er tertawa kecil seolah iblis kecil itu bukanlah sebuah ancaman lagi ketika tahu bahwa ia termasuk anggota keluarga mereka.


'Tunggu, tunggu dulu ... apa yang terjadi di sini? Dimana aku? Siapa aku? Ini ... apa yang harus aku lakukan dengan kesalahpahaman ini?!' teriak Yan Xu yang masih tercengang.


Ini terlalu buruk, pikir Yan Xu. Kalau dia begitu saja menerima hubungan mereka, jika ini di Bumi, mungkin akan ada pihak berwajib yang akan menjebloskan dia ke penjara. Nilai moral Yan Xu sebagai seorang pria dewasa dari Bumi berteriak keras karena ada seorang gadis yang hanya sedikit lebih tinggi dari anaknya mengaku sebagai istrinya.


Siapapun, dia ingin meminta tolong kepada siapapun agar dapat keluar dari situasi ini segera. Kalau bisa, dia ingin menggali lubang sedalam mungkin, kemudian menguburkan dirinya sendiri karena moralnya sebagai pria dewasa telah diinjak-injak. Walaupun beberapa hari yang lalu dia telah melanggar moral tersebut dengan berpura-pura melamar gadis itu.


Krisis moral telah menyerang kepala Yan Xu seperti diketuk oleh palu godam. Dia tidak dapat berpikir jernih untuk sekarang. Jadi, pria itu akan diam saja dengan wajah kebingungan.


Sementara Yan Xu yang tercengang dan benar-benar tidak dapat berkata karena hal yang mendadak ini telah membuat ia mempertanyakan moralnya sebagai pria dewasa, kedua gadis itu masih melakukan hal yang sama.


Ke'er yang mencoba untuk mendekati Yaoyao sebagai ibu, sementara pihak lain menolak dan kadang mendengus seperti kucing yang tidak ingin dipegang oleh siapapun.


'Dewa, Guru, Adik Junior, tolong aku! ༎ຶ⁠‿⁠༎ຶ"

__ADS_1


Yan Xu menderita kelelahan mental lalu berakhir dengan kehilangan kesadaran, membuat kedua gadis itu berhenti sejenak untuk merawatnya.


__ADS_2