
Hanya butuh waktu beberapa menit, Lan Xihe dan Yan Xu tiba di depan Miao'er yang masih bermeditasi.
Merasakan kehadiran yang dia kenal, Miao'er segera membuka matanya, tanpa dia sadari air mata mengalir dari kedua mata lebar itu.
"Saudara Yan!" Miao'er bergegas lari dan memeluk Yan Xu dengan air mata dan hidung melernya.
Apakah itu tangisan kebahagiaan atau kesedihan, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Miao'er sendiri. Walaupun hatinya jelas merasakan sensasi yang dia tidak ketahui, Miao'er sudah memutuskan bahwa dia tidak akan melepaskan Yan Xu. Apalagi dia bisa melihat bahwa sistem tidak dapat melihat daya tempur wanita di sebelahnya, sudah sangat jelas paha Yan Xu harus dia peluk apapun bayarannya!
Yan Xu tersenyum kecut dengan tindakan Miao'er namun dia memakluminya karena mereka sudah bersama walaupun hanya sebentar. Yah, anggap saja seperti seorang adik yang tersesat baru saja bertemu dengan kakaknya setelah terpisah sesaat.
Melihat kedekatan Miao'er dan Yan Xu, Lan Xihe tidak tergerak sedikitpun karena dia tahu kedua orang ini baru saja kenal. Matanya yang tajam dapat melihat bahwa ada kilatan licik di mata gadis kecil itu walaupun hanya sesaat. Dia segera membuang pemikiran itu karena sudah berjanji kepada Yan Xu dan tentu saja faktor pendukungnya adalah bakat gadis ini benar-benar menentang surga.
Yan Xu menjauhkan Miao'er dengan lembut. Dia mengarahkan pandangannya ke Lan Xihe dan berkata, "Ini adalah guruku, dia bersedia menjadikanmu murid keduanya. Bagaimana menurutmu?"
Mendengar itu, jelas sekali Miao'er sangat senang. Namun dia juga licik seperti Yan Xu dan menurut pikirannya, bakat maupun karakternya saat ini sedang diuji secara tidak langsung semenjak mereka datang.
Miao'er berlutut dengan satu kaki di depan Lan Xihe dan Yan Xu sambil berkata, "Ini ... cukup sulit untuk mengambil keputusan. Saudara Yan, aku sudah bergabung dengan sekte sebagai murid luar, jadi ..." dia menghentikan kalimatnya dan memberikan ekspresi kesulitan seperti seorang anak yang polos.
Yan Xu menyadari bahwa cukup sulit untuk keluar dari sebuah sekte meskipun dia hanya murid luar. Dia masuk melalui koneksi keluarga, akan memalukan bagi keluarganya jika ia keluar begitu saja tanpa alasan yang jelas.
Mata Lan Xihe menajam sesaat namun kembali normal. Dia mendesah beberapa kali dalam hatinya, 'Bakat akting gadis kecil ini juga luar biasa! Buah jatuh tidak jauh dari sesamanya! Jelas sekali kedua orang ini sangat licik, sangat bagus!'
Mengesampingkan pendapatnya, Lan Xihe berkata, "Siapa namamu?"
Miao'er segera menjawab dengan tegas. "Namaku, Ye Miao'er. Murid luar dari sekte Yun."
Setelah mendengar jawaban Miao'er, Lan Xihe mengeluarkan sebuah batu lalu memecahkannya. Sebuah cermin muncul di depannya. Di cermin itu ada wajah seorang pria tua yang cukup garang terlihat.
Suara yang dalam keluar dari cermin itu.
"Tidak biasanya gadis suci sekte Luo menghubungiku, ada perlu apa?"
"Aku akan mengambil seorang murid luar dari sekte Yun-mu, bagaimana pendapatmu sebagai kepala sekte Yun, Ri Shanglong?"
__ADS_1
"Lakukan sesukamu."
Setelah jawaban itu datang, cermin pecah menjadi bintik-bintik cahaya dan hilang.
"Begitulah katanya," ucap Lan Xihe mengangkat bahu.
Gedebuk!
Tanpa ragu Miao'er segera melakukan ritual penerimaan hubungan antara guru dan murid dengan bersujud sembilan kali.
"Murid menyapa Guru!"
"Adik Junior, menyapa Kakak Senior!" lanjutnya.
Dengan ini, kehidupan mereka bertiga saling terhubung.
Lan Xihe mengangguk dan berkata, "Kalau begitu, ayo kembali ke puncak Angin kita."
" "Baik, Guru!" "
Mereka bertiga terbang menuju Puncak Angin milik gadis suci dari Sekte Luo.
...
Saat terbang, Lan Xihe menjelaskan beberapa pengetahuan dasar tentang kultivasi pada kedua muridnya yang licik.
"Jalur kultivasi di dunia ini cukup beragam karena bukan hanya membentuk jiwa, kalian juga akan membentuk sebuah avatar raksasa dan apabila keberuntunganmu baik, kalian akan terlahir dengan tulang dao, hukum dao maupun bakat menentang surga seperti milik Miao'er ...."
"Ranah kultivasi kita bisa terbilang sangat lengkap. Pertama setelah kalian mengaktifkan jalur kultivasi, kalian akan berada di ranah penempaan tubuh. Penempaan tubuh adalah dimana seorang kultivator akan memperkuat kemampuan fisiknya jauh melebihi orang biasa. Sebelum ke ranah selanjutnya, kalian harus menaiki sembilan tingkat dalam setiap ranah ...."
"Selanjutnya adalah ranah kondensasi qi. Pada ranah ini kalian baru bisa menggunakan energi qi yang merupakan bagian dari alam. Dengan menggunakan energi qi, kalian bisa menggunakan berbagai macam teknik dalam pertarungan ...."
"Teknik dalam pertarungan memiliki beberapa jenis, aku tidak akan menyebutkan secara rinci jumlahnya karena mereka akan terus bertambah seiring berjalannya waktu. Untuk saat ini aku akan menyebutkan beberapa seperti ...."
__ADS_1
"Jenis pertarungan, pertahanan, melarikan diri, pembunuh, formasi, rune, suara, tapak tangan, jalur pedang, dan sebagainya. Tidak ada habisnya saat disebutkan, jadi kalian akan mempelajarinya secara perlahan melalui pengalaman masing-masing."
Lan Xihe menatap kedua murid yang dengan khusyuk mendengarkan penjelasannya, dia mengangguk puas dan melanjutkan.
"Setelah kondensasi qi, kalian akan memasuki ranah pembentukan fondasi. Pada ranah ini kalian harus benar-benar memperhatikan pagoda yang akan kalian bentuk dalam jalur kultivasimu."
"Pagoda?" kepala kecil Miao'er miring setelah mendengar kata yang tidak dia pahami.
"Pagoda adalah bangunan dalam pusat dantianmu, dimana energi qi dari alam ditampung. Pada dasarnya, jumlah tingkat bangunan pagoda itu akan menunjukkan seberapa besar bakat seseorang."
Miao'er mengangkat tangannya dan berkata, "Berapa banyak jumlah maksimal tingkat pagoda yang bisa kita bangun, Guru?"
"Orang paling berbakat di benua ini memiliki lima belas tingkat dengan ruang emas bercorak hijau muda. Warna corak itu tergantung dari energi pada tubuh kultivator, jadi tidak perlu dipikirkan. Menurut legenda kuno, jumlah maksimal tingkat pagoda yang dapat kultivator bangun adalah dua puluh tingkat. Dengan bakat Miao'er kemungkinan besar dua puluh tingkat bukanlah masalah," jawab Lan Xihe.
"Murid tidak akan menyia-nyiakan harapan Guru!" balas Miao'er semangat.
Dari percakapan mereka, Yan Xu dapat melihat bahwa Lan Xihe memang memiliki karisma sebagai guru yang baik. Dengan penjelasannya yang sederhana dan langsung ke intinya, orang yang cuma mengenali puncak gunung es dari dunia kultivasi seperti Yan Xu dapat dengan mudah memahami maksud dari penjelasan Lan Xihe. Hati Yan Xu menjadi tenang karena pilihannya dalam memeluk paha Lan Xihe adalah keputusan yang tepat.
Wajah puas Yan Xu tidak luput dari pengawasan Lan Xihe, tapi dia tidak mempermasalahkan itu karena jelas sekali bahwa ini adalah suatu pujian secara tidak langsung dari murid tertuanya yang licik.
Jeda beberapa saat, Lan Xihe kembali melanjutkan penjelasannya.
"Ketika fondasi kalian sudah kokoh, saatnya untuk tahap awal pembentukan jiwa baru, yaitu ranah inti emas. Anggap saja seperti ayam yang sedang bertelur, tugas kalian di ranah ini adalah menempa telur itu hingga menjadi anak ayam yang kuat untuk ditempa pada ranah berikutnya. Sama seperti pembentukan fondasi, penempaan inti emas ini akan memiliki dua jenis. Inti emas tanpa pola dan inti emas dengan pola. Perbedaan kekuatan antara tanpa pola dengan yang memiliki pola sangat berpengaruh. Demi mencapai inti emas berpola, tentu saja bakat dari kultivator tersebut berperan penting. Setiap pola tergantung dari kultivator, sama seperti corak warna pada puncak pagoda di ranah sebelumnya ..." Lan Xihe menatap kedua muridnya lalu bertanya, "Sampai di sini, apa ada yang ingin kalian tanyakan?"
Kedua murid itu diam dan menunggu penjelasan selanjutnya.
Lan Xihe dengan senang hati melanjutkan pelajarannya.
"Setelah ranah inti emas, kalian akan memasuki ranah mistik dimana avatarmu akan terbentuk. Avatar memiliki berbagai macam jenis maupun bentuk. Ada Avatar yang memiliki fisik seperti makhluk hidup dan ada yang memiliki fisik dengan lapisan energi, perbedaan mereka ada pada kegunaannya masing-masing namun aku akan menjelaskannya nanti saat avatar kalian sudah terbentuk. Perlu kalian ingat, menggunakan avatar akan menguras banyak energi qimu, tapi kekuatan serangan maupun pertahanan kalian akan meningkat paling sedikit lima kali lipat tergantung seberapa banyak energi qi yang digunakan. Tinggi avatar pada ranah mistik seukuran dengan tubuhmu dan palingan lebih sepuluh sentimeter, setelah ranah kalian naik maka tinggi avatar bisa saja menjadi 100 kaki dan masih akan meningkat sesuai basis kultivasi."
Lan Xihe menghentikan pelajaran singkat dan menepuk tangannya.
"Oke, cukup sampai di sini penjelasannya karena kita sudah sampai! Pelajaran lebih lanjut akan kita bahas nanti."
__ADS_1
Tidak terasa, mereka sudah berada di Puncak Angin milik Lan Xihe di Sekte Luo. Angsa yang membawa mereka mendarat dengan mulus ke tanah dan bergegas menuju tempat di dekat sungai untuk beristirahat.
Lingkungan di sekitarnya sangat asri, dipenuhi dengan qi alam. Di sudut lain ada kolam ikan, air sungai mengalir, perkebunan dan hutan yang lebat. Tempat ini sangat cocok untuk berkultivasi, tapi cukup terlihat sangat kosong di mata kedua murid itu. Wajar saja karena puncak ini hanya dikhususkan untuk Lan Xihe, lagipula para petinggi di Sekte Luo tidak menyangka bahwa Lan Xihe akan menerima murid selama hidupnya sebagai Gadis Suci.