Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Keadaan Kekaisaran Agung Ming


__ADS_3

Dengan Du Du yang masih melakukan penghormatan kepada Yan Xu, Lan Xihe mengirimkan sebuah transmisi suara kepada suaminya.


"Suamiku, kapan kamu berhubungan dengan leluhur keluarga Du?" tanya Lan Xihe kepada suaminya dengan nada penasaran dan menggoda.


"Aku tidak mengenalnya, tapi seseorang yang mengenalnya pernah menceritakan cerita menarik kepadaku dulu."


"Dulu?"


"Ya, dulu."


"Tidak ada penjelasan tambahan?"


"Tidak, aku juga lupa tepatnya kapan."


"Oh? Ternyata suamiku bisa menjadi pelupa?" Lan Xihe mengedipkan matanya beberapa kali.


"Itu karena kamu sering memukuli kepalaku dengan keras, aku benar-benar kehilangan beberapa ingatan penting," jawab Yan Xu dengan suara lelah.


"Tidak apa-apa, Suami! Nyonya Yan ini akan memukul kepalamu lebih keras lagi agar kamu bisa mengingatnya kembali!" jawab Lan Xihe dengan semangat.


Mendengar jawaban istrinya, Yan Xu tidak tahu ingin menangis atau tertawa seperti orang gila. Dia meminta untuk tidak memukulinya lagi, namun pihak lain menjadi tambah bersemangat. Sekarang, dia sudah tidak memiliki harapan akan masa depan tanpa dipukuli, begitulah pikirnya.


Kembali lagi mengapa dia bisa mengetahui tentang leluhur Du Du, dia pernah memiliki perjalanan panjang bersamanya dan beberapa orang lain seperti keluarga Jiang. Dia tidak dapat menjawab pertanyaan Lan Xihe karena itu juga termasuk salah satu kartu trufnya dalam bernegosiasi.


Selain itu, Yan Xu cuma mengingat beberapa detil penting yang bisa dia gunakan sebagai alat negosiasi. Sisanya, dia tidak bisa mengingat apapun tentang apa yang mereka lakukan dan tujuan dari perjalanan tersebut. Jadi, dia hanya bisa membual secukupnya.


Dia melirik ke bawah, dimana Du Du masih berlutut. Kemudian, bicara dengan suara hangat, "Bangunlah, kamu tidak perlu terlalu sopan."


Dengan persetujuan dari Yan Xu, Du Du segera bangun dan kembali duduk dengan patuh seperti seorang anak yang sedang berada di depan orang tua mereka.


Perubahan besar itu tidak luput dari pengawasan Lan Xihe, dia memiliki pemikiran tersendiri dan masih menunggu bagaimana suaminya akan bergerak. Jika ada celah, dia akan masuk dan menggerogoti daging domba sebanyak mungkin.


"Jadi, bagaimana aku harus memanggilmu?" tanya Yan Xu menggunakan gaya bicara seperti seorang tetua.

__ADS_1


Du Du menangkupkan kedua tangannya dan menunduk sambil berkata, "Leluhur bisa memanggilku, Du'er!"


Yan Xu mengangguk setuju, "Du'er, bagaimana keadaan keluarga Du saat ini?"


"Menjawab pertanyaan Leluhur, keadaan keluarga Du saat ini sudah hancur ditelan bumi setelah kematian Kakak dan Kakak Ipar saat melindungi Kaisar dari serangan diam-diam Suku Asing 70 tahun lalu."


Mata Yan Xu menyipit, dia mengelus dagunya sambil bertanya, "Jadi, apakah fondasi Jenderal Tujuh Bintang Kekaisaran Agung Ming saat ini mengalami perubahan besar?"


Du'er mengangguk sambil berkata, "Jenderal Tujuh Bintang saat ini hanyalah nama, kenyatannya sudah tidak ada siapapun yang mengisi posisi tersebut!"


"Bahkan, Kaisar saat ini tidak melakukan apa-apa. Dia membiarkan ketenangan di luar dan pergolakan politik di dalam istana antara para pangeran!"


Du Du terlihat seperti merasa jijik akan keadaan Kekaisaran Agung Ming saat ini.


Sementara itu, Yan Xu mengernyitkan keningnya dan berkata, "Jika yang kamu katakan benar adanya, bagaimana bisa Kekaisaran Agung Ming dapat bertahan hingga sekarang?"


"Menjawab pertanyaan Leluhur, Keadaan damai saat ini dapat terwujud berkat para pangeran yang menjalankan tugas mereka masing-masing dengan baik, sambil memperkuat koalisi dukungan mereka."


Kaisar saat ini masih bisa bertahan karena pengikut setianya adalah naga dan phoenix berjongkok. Sama seperti sekte tersembunyi di dunia kultivasi, mereka juga memiliki kekuatan untuk saling menyeimbangkan antara satu sama lain.


Kalau tidak begitu, papan catur dunia hanyalah akan menjadi bahan tertawaan bagi para kultivator yang bersembunyi lebih dalam. Hal yang paling menakjubkan dari Kekaisaran Agung Ming adalah mereka tidak bergerak secara terbuka dengan kekuatannya.


Itu semua dilakukan agar lebih selaras dengan dunia kultivasi dan tidak menyinggung para saint yang sudah berjasa memisahkan dimensi manusia dengan dimensi iblis. Karena itulah, masyarakat umum hanya mengetahui bahwa yang terkuat di dunia adalah Sepuluh Saint, bukan Kaisar.


Sebagai orang yang pernah melihat pendahulu Kaisar Agung Ming, Yan Xu dapat membuat penilaian ini dengan baik karena dialah saksi bisu dari bangkitnya seorang Kaisar Agung Ming Pertama! Hanya saja, dia tidak bisa mengingat apa saja yang mereka lakukan saat bersama, seperti ingatan lainnya.


Yan Xu mengelus dagunya dengan ekspresi dingin tanpa bicara sepatah katapun.


"Suamiku, kamu linglung lagi."


Suara lembut Lan Xihe menyadarkan Yan Xu dari berbagai pemikiran mendalamnya. Dia segera membalas transmisi suara istrinya dengan lembut.


"Terima kasih, maaf belakangan ini suamimu memiliki terlalu banyak pikiran."

__ADS_1


Lan Xihe tersenyum hangat dan mengangguk, "Tidak perlu berterima kasih, itu sudah semestinya bagi Nyonya Yan."


Yan Xu hampir saja menjatuhkan rahangnya karena mendengar kata terakhir itu. Namun, dia segera pulih dan beranjak dari kursinya. Dia berjalan dengan kedua tangan berada di belakang punggungnya ke arah jendela terdekat untuk merasakan angin malam.


Yan Xu memanggil Du Du dengan tegas, "Du'er."


"Ya, Leluhur?"


"Apa posisimu di dalam istana?"


"Ini ..." Du Du terlihat agak ragu dan meneguk ludahnya terlebih dahulu sebelum menjawab, "Du'er hanyalah seorang rakyat biasa dalam penyembunyian diri karena tidak ingin terlibat dalam skema perebutan kekuasaan antara para pangeran."


Yan Xu melirik ke belakang menggunakan kesadaran ilahi yang diperkuat, jari telunjuknya juga sudah membuat sebuah inti susunan formasi pedang energi.


Dia berbicara dengan nada dingin, "Lalu, bagaimana kamu akan menjelaskan tentang racun Penidur Keabadian yang terdapat di makanan kami?"


Gedebuk!


Du Du bersujud dengan keras. Tubuhnya gemetar ketakutan dan tulang punggungnya sudah merasakan sensasi dingin yang menjalar hingga ke seluruh tubuh.


"Menjawab pertanyaan Leluhur, itu hanyalah sebuah langkah untuk perlindungan diri! Du'er tidak memiliki sedikitpun niat untuk mencelakakan siapa saja yang sudah terjebak dalam racun tersebut! Langit dan bumi dapat menjadi saksi dan Du'er bersedia disambar petir apabila ada secuil kebohongan!"


Du Du menjawab dengan ketakutan, napasnya tersengal beberapa kali saat bicara. Keringat sudah berjatuhan di lantai kayu penginapan, seperti titisan air hujan.


"Apa yang membuatmu sampai ketakutan begitu?" tanya Yan Xu.


Dia berpikir kalau para pangeran tidak terlalu peduli terhadap Du Du karena tidak ada alasan dalam mempertahankan anggota dari keluarga yang sudah jatuh. Jadi, keluarga kekaisaran bukanlah hal yang dia khawatirkan sekarang. Lebih tepatnya, ada sesuatu yang sedang mengincar mereka.


Jawaban yang datang dari Du Du adalah suatu kata merepotkan dan paling dihindari oleh Yan Xu.


"Ini berhubungan dengan iblis," jawab Du Du dengan tegas tanpa ada fluktuasi kebohongan di dalam kalimatnya.


Lan Xihe yang mendengarkan, menunjukkan ketertarikan sambil berkata, "Tolong jelaskan lebih rinci tentang itu."

__ADS_1


__ADS_2