Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Tuan Dan Nyonya Yan


__ADS_3

Saat siang hari di wilayah Barat yang hanya berjarak satu kilometer dari perbatasan Barat Laut, Ibukota Kekaisaran Agung Ming.


Kedua pasangan dao itu berjalan dengan santai sambil menyatu dengan kerumunan, tidak memperlihatkan auranya. Mereka bahkan menyembunyikan basis kultivasi masing-masing hingga tahap pertengahan pembentukan fondasi. Pada ranah tersebut, mereka sudah dinyatakan ahli yang tangguh di dunia sekuler.


Demi menghemat waktu agar tidak berurusan dengan kentang goreng kecil, mereka mengikuti standar orang sekitar. Kebanyakan kultivator yang ada di sini berada di tahap awal ranah pembentukan fondasi ke bawah, hanya ada beberapa yang berada di atasnya. Jadi, tidak ada yang berani mengangkat jari ke arah kultivator yang sudah berada di tahap pertengahan ranah pembentukan fondasi dan inti emas.


Saat ini mereka berada di jalan perdagangan dimana keramaian akan transaksi berada, begitu juga dengan berbagai macam jenis penginapan. Duo pasangan dao itu masih memilih penginapan mana yang akan mereka gunakan.


Ketika mereka berjalan di dekat sebuah bangunan kumuh, seorang gadis kecil berlari ke arah Yan Xu hingga nampak ingin menabraknya. Yan Xu segera bergerak meninggalkan bayangan di belakang bersama istrinya, sehingga anak itu hanya menabrak bayangan mereka.


Yan Xu menatap gadis kecil yang berada di belakang mereka dengan kesadaran ilahinya. Tidak ada rasa kepedulian sedikitpun terhadap anak itu, dia juga bersikap acuh tak acuh dan tidak berniat menolongnya.


"Eh?"


Gadis kecil yang terjatuh tadi memiliki ekspresi bingung di wajah bulatnya yang kotor karena lumpur. Dia celingak-celinguk mencari orang yang akan dia tabrak, namun tidak menemukan siapapun di sana!


Gadis kecil itu meletakkan jari telunjuknya ke dagu sambil berkata dengan bingung, "Dimana orang tadi?"


Suara lembut dari seorang pria abadi muncul dari belakang punggung kepalanya, "Apa kamu mencariku?"


"Hieek!" Gadis kecil itu memekik ketakutan sehingga dia tanpa sadar memeluk kedua pergelangan kakinya yang kurus.


Yan Xu mengangkat salah satu alis bingung dan melirik ke istrinya, dia sudah menutup mulut dengan jubah peri abadi putihnya sambil cekikikan tertawa hingga meneteskan air mata.


Tak berdaya, Yan Xu menghela napas panjang kemudian menjulurkan salah satu tangannya kepada gadis kecil itu, "A—..."


"Tolong jangan pukuli aku, Tuan!"


Belum sempat bicara satu patah kata, gadis itu sudah berteriak sambil memegangi kepalanya dengan dua tangan dan bersujud di depan mereka.


Sontak teriakan itu menarik sedikit minat pejalan kaki di sekitar mereka, namun mereka kembali pada urusan masing-masing karena kepedulian akan anak miskin yang dipukuli sudah tidak ada di dunia ini. Itu adalah kejadian biasa dimana seorang yang mapan memukuli gelandangan di pinggir jalan.


Karena mengetahui hal itu, Yan Xu tidak mau repot-repot mengelilingi sekitar mereka dengan perisai energi kedap suara. Itu hanya akan lebih menarik perhatian kultivator lain, dibandingkan dengan teriakan seorang anak gelandangan.


Dia tersenyum tipis sambil mengangkat gadis kecil itu dengan tangan energi qi yang transparan membuatnya terlihat seperti melayang di udara, "Kamu tidak apa-apa?"


Gadis kecil itu ragu-ragu menjawab, di mata kecilnya masih terlihat penuh akan kewaspadaan.

__ADS_1


Lan Xihe yang dari tadi tertawa, tersenyum lembut ke gadis kecil itu dan berkata, "Siapa namamu, Nak?"


Melihat seorang peri berbalutkan kain putih bersih yang sedang bicara dengannya, membuat gadis kecil itu menjadi lebih tenang.


"Na-namaku, Yaoyao."


"Bagaimana dengan keluargamu?" tanya Lan Xihe lagi.


Gadis itu hanya menundukkan kepalanya, terdapat beberapa gerakan kecil yang menandakan bahwa mereka telah tiada atau mungkin, gadis kecil itu sudah ditelantarkan oleh kedua orangtuanya.


Lan Xihe menarik pergelangan tangan suaminya agar mereka berjalan lebih dekat ke gadis itu. Saat jarak mereka dekat, Lan Xihe mengelus lembut rambut Yaoyao.


"Apakah kamu tahu dimana kami bisa mendapatkan penginapan yang nyaman dan tenang?" tanya Lan Xihe dengan nada yang lembut dan membawa kehangatan bagi pendengarnya.


Yaoyao mengangkat wajahnya, mulut kecil itu terbuka sedikit dan suara kecil terdengar darinya, "Ada sebuah penginapan yang nyaman dan tenang, makanan yang disajikan juga dijamin enak. A-aku bisa membawa kalian kesana, namun ..."


Dia kelihatan kesulitan untuk melanjutkan, tetapi mereka berdua bisa mengerti apa yang dimaksud oleh Yaoyao.


Lan Xihe mengangguk setuju, "Tenang saja! Masalah bayaran, aku akan membayarmu dengan bayaran penuh!"


Keduanya mengikuti Yaoyao yang dengan semangat tinggi menandu mereka dari depan.


Melihat itu, Yan Xu mengirimkan transmisi suara kepada istrinya, "Xihe sayangku, mengapa kita harus mengikuti gadis ini? Aku merasa bahwa dia adalah magnet masalah, sehingga akan lebih baik bagi kita untuk membunuhnya."


Lan Xihe memijat keningnya dan menjawab dengan nada lelah, "Kemungkinan besar kita sudah ditargetkan oleh ular selokan lokal, jadi lebih baik mendapatkan sarang yang bisa kamu gunakan sepuasnya, bukan?"


"Setidaknya, diantara kita berdua, kamu adalah orang yang paling berpengalaman dengan masalah racun. Jika mereka berniat memainkan trik, kita tinggal memenggal kepala semua orang di sana, kemudian menjadikan tempat itu sebagai milik kita."


Yan Xu mengangguk setuju, "Pemikiran Istri memang sangat baik, kita tidak perlu membayar bahkan bersikap sopan di sarang sendiri. Mendengarkan ucapan Istri, memang lebih baik dibandingkan membaca buku teks kuno selama ribuan tahun."


Lan Xihe hanya memutar matanya ke arah lain sambil menghela napas lelah di dalam hati.


'Bagus sekali, setiap ada kesempatan kamu selalu melontarkan berbagai kalimat pujian untuk menjilati istrimu sendiri. Entah sebagai istri, apa aku harus tertawa atau menangis dengan kebiasaan moralitas mu yang buruk ini ....'


Mereka terus mengikuti Yaoyao dari belakang sampai ke ujung gang kecil, di sana terdapat sebuah bangunan sederhana dan cukup bersih dibandingkan dengan bangunan kumuh lainnya. Tempat itu terbuat dari kayu jati, dengan interior sederhana dan lingkungan sekitarnya cenderung damai.


Di depan penginapan, terdapat seorang wanita tua yang sedang membersihkan halaman depan. Dia menatap ke arah Yaoyao yang sedang berjalan dengan gembira membawa dua sosok pasangan peri.

__ADS_1


Wanita tua itu adalah pemilik penginapan, Du Du, biasanya dipanggil Bibi Du. Dia memiliki sifat yang tenang dengan senyum hangat di wajahnya. Namun, senyum itu berubah menjadi kerutan karena melihat Yaoyao datang.


Bibi Du segera berlari dengan sapu yang masih berada di tangan kanannya, "Aiya! Yaoyao! Apa kamu membuat masalah lagi!?"


Dia segera membungkuk ke arah pasangan peri itu sambil berkata, "Tuan, Nona, tolong maafkan anak ini! Dia hanyalah anak terlantar yang kurang diajari sopan santun oleh orang yang merawatnya. Jika kalian ingin menghukumnya, tolong hukum wanita tua ini sebagai gantinya!"


Wajah tua Bibi Du terlihat lelah dan sangat gigih untuk meminta maaf atas nama Yaoyao.


Melihat itu, Yaoyao segera menarik lengan bajunya dan berkata, "Bibi Du, mereka adalah tamu!"


Mendengar kata "tamu", membuat semangat Bibi Du terpacu dan segera beralih ke sikap bisnis.


"Apakah pasangan suami-istri peri ini sedang mencari penginapan?" tanya Bibi Du dengan sopan.


Yan Xu menjawabnya dengan senyum hangat, "Itu benar, kami sedang mencari penginapan dan Yaoyao merekomendasikan tempat ini sebagai penginapan terbaik sesuai dengan kriteria istriku."


Bibi Du tersenyum bahagia dan segera menepuk jidatnya sambil berjalan, "Aiya! Betapa tidak sopannya aku kepada tamu! Silakan, Tuan dan Nyonya ...."


Yan Xu segera melanjutkan dengan nama keluarganya, "Yan."


"Ya! Tuan dan Nyonya Yan, silakan masuk! Tidak baik berdiri terlalu lama di luar."


Bibi Du segera memandu mereka masuk dan tatapannya beralih ke Yaoyao, "Dan kamu, Yaoyao ..."


"Hieek!" Yaoyao mengeluarkan pekikan lucunya lagi karena takut dimarahi.


Namun sebaliknya, Bibi Du mengacungkan jempolnya kepada Yaoyao.


Merasa dipuji, Yaoyao tersenyum lebar dengan wajah bulatnya yang masih tertutupi debu.


Yan Xu yang diam-diam melihat itu, mengirimkan transmisi suara kepada istrinya, "Istriku ...."


Dia bingung ingin berkata apa karena itu terlalu mendadak dan tidak seharusnya ada di naskah mereka.


Beberapa saat kemudian, suara Lan Xihe terdengar, "Tidak apa-apa. Nyonya Yan, akan mengikuti skenario ini dengan baik."


Yan Xu mengangguk ragu-ragu, dia takut akan ada komplain dari istrinya setelah mereka pulang. Apapun itu, pasti akan berakhir dengan dia dipukuli secara brutal hingga terlihat menyedihkan.

__ADS_1


__ADS_2