
"Mungkin dari doktrin umum yang baru saja Guru ajarkan kepadaku tadi malam," jawab Wang Jia Li ragu-ragu.
Miao'er segera berbalik ke arahnya, wajah peri kecil itu mengeras dengan ekspresi serius, "Apakah Kakak Senior Jia Li berhasil menghafal semuanya?"
Wang Jia Li mengangguk walau ada jeda sebentar.
Ye Miao'er menjatuhkan rahangnya karena terkejut. Tetapi, dia segera pulih dan mengacungkan kedua jempol tangan maupun kakinya.
Dia mengangguk dengan ekspresi kagum kemudian melanjutkan, "Dari pengalamanku dan Kakak Senior, sepertinya ada sedikit perbedaan antara pengajaran kepada murid pria dan wanita. Di pelajaran tambahan nanti, kita bisa membahasnya asalkan Kakak Senior Jia Li menanyakan itu nanti saat pembelajaran berlangsung."
Wang Jia Li menangkupkan kedua tangannya dengan ekspresi kagum dan berkata, "Seperti yang diharapkan dari murid kedua Guru, mendengarkanmu bicara lebih baik dibandingkan membaca aturan Puncak Angin selama puluhan tahun."
Ye Miao'er melambaikan salah satu tangannya ke depan sambil tersenyum hangat, "Kakak Senior Jia Li terlalu memujiku. Itu sudah wajar bagi para murid untuk membantu satu sama lain, apalagi kita mungkin akan menghadapi berbagai kesulitan bersama suatu hari nanti."
Xiu Ruolan yang masih diam menjadi tertarik dengan kalimat yang membuat rasa penasarannya terusik. "Kesulitan bersama suatu hari nanti?"
Ye Miao'er mengangguk pelan, wajahnya menunjukkan keseriusan akan situasi yang akan ia jelaskan. Matanya lurus menatap ke arah Guru juga Kakak Senior yang masih kejar-kejaran, seperti kucing yang sedang mengejar tikus.
"Kakak Senior berasumsi bahwa Guru memiliki alasan khusus tersendiri mengapa dia harus mencari murid dengan standar yang sangat tinggi dan juga ketat."
Ye Miao'er membuat empat bilah kecil tombak energi dengan kepekatan yang berbeda dan sebelum dia melanjutkan, ia akhirnya mengingat sesuatu yang penting, "Sebelum itu, bolehkah aku tahu nama dan bagaimana aku harus memanggilmu, saudari?"
Xiu Ruolan menjawabnya dengan senyuman hangat dan tulus, "Namaku Xiu Ruolan, kamu bisa memanggilku Saudari Ruolan. Lalu, bagaimana aku memanggilmu?"
Ye Miao'er mengangguk senang dan berkata, "Kamu juga bisa memanggilku Saudari Miao'er atau Miao'er, tidak perlu terlalu sopan dengan sesama murid. Apalagi kalau dilihat dari penampilan Saudari Ruolan, sepertinya kita seumuran."
__ADS_1
Xiu Ruolan mengangguk dan berkata, "Aku akan memanggilmu Saudari Miao'er kalau begitu, mohon bimbingannya Saudari Miao'er!" dia menangkupkan kedua tangannya dan memberi salam hormat kepada Miao'er.
Ye Miao'er menjawab sambil tersenyum dan melambaikan tangannya ke depan, "Tidak perlu terlalu sopan, Saudari Ruolan."
Xiu Ruolan hanya mengangguk dengan senyum indahnya sebagai balasan.
Kemudian Ye Miao'er melanjutkan penjelasannya, "Aku akan memberikan visualisasi kasar terlebih dahulu karena kita masih belum benar-benar mengetahui kekuatan masing-masing."
Miao'er menuangkan sedikit energi qi nya pada bilah kecil tombak, membuat kepekatan mereka menjadi lebih bervariasi dan di atasnya terdapat nama masing-masing orang sesuai urutan mereka bergabung—walaupun Wang Jia Li dan Xiu Ruolan masih belum melakukan ritual pengangkatan murid secara resmi.
Melihat kontrol Miao'er yang sangat baik terhadap tombak energi, terdapat kilatan kagum pada pupil mata kedua murid lainnya. Miao'er yang memperhatikan itu, hanya menghiraukannya karena mereka juga akan bisa dan bahkan mungkin saja melebihi dia suatu hari nanti.
Seperti pepatah yang selalu dikumandangkan oleh Kakak Senior setiap mengajarinya, selalu ada langit di atas langit, jadi tidak boleh berbangga hingga tinggi hati dan membuat diri menjadi sombong di kemudian hari. Ye Miao'er selalu mengingatkan dirinya, walau dia sudah banyak dibantu oleh sistem.
Terdapat suara bingung milik Wang Jia Li dari samping, "Apakah kepekatan saat ini berasal dari basis kultivasi semua murid yang kamu rasakan?"
Ye Miao'er mengangguk, "Benar, kemudian ...."
Wajahnya mengeras hingga keringat membasahi sudut wajahnya yang bulat dan kecil. Tombak energi yang awalnya berwarna hijau daun kini memiliki variasi tersendiri pada setiap bilahnya.
Bilah pertama memiliki warna biru langit, dengan corak putih awan juga kilatan hijau daun. Bilah ini memiliki warna yang paling pekat.
Bilah kedua memiliki warna hijau daun dengan corak biru laut dan kilatan cokelat cerah. Bilah ini memiliki warna dengan kepekatan terakhir.
Bilah ketiga memiliki warna merah dengan corak oren cerah juga kilatan emas. Bilah ini memiliki warna dengan kepekatan di urutan ketiga.
__ADS_1
Bilah keempat memiliki warna merah muda dengan corak putih susu dan kilatan ungu pekat. Bilah ini memiliki warna dengan kepekatan pada urutan kedua.
Mata Wang Jia Li dan Xiu Ruolan melebar saat melihat bilah tersebut. Mulut kecil indah mereka terbuka sedikit, menandakan bahwa teknik modifikasi juga perkiraannya sungguh luar biasa dan menambah wawasan mereka.
Ye Miao'er segera melanjutkan, "Kepekatan ini adalah perbedaan antara basis kultivasi semua murid menurut pengamatanku. Jadi, tolong jangan dimasukkan ke dalam hati dan anggap ini hanyalah sebagai contoh kasar yang jauh dari kekuatan asli kalian semua."
Keduanya mengangguk setuju dengan patuh, menunggu Miao'er melanjutkan penjelasannya.
"Mulai dari sini, apakah kalian menyadari sesuatu?" tanya Miao'er mencoba mengikuti gaya bicara Kakak Senior ketika mengajarinya.
Keduanya nampak seperti berpikir keras dan orang yang akhirnya menjawab adalah Xiu Ruolan sementara Wang Jia Li menyerah dalam memikirkannya.
Xiu Ruolan mengelus dagu manisnya sambil berkata, "Warna pertama mengandung warna aura dari tiap murid. Corak dan kilatan menandakan kedekatan murid terhadap dua elemen mana yang paling sesuai dengan tubuh maupun akar dao mereka."
Ye Miao'er mengangguk, "Benar, namun ada beberapa hal lain yang harus kalian ketahui sebagai salah satu anggota Puncak Angin."
Setelah mengatakan itu, warna bilah tombak pertama menjadi berubah-ubah dalam interval waktu tertentu. Terkadang secara cepat, terkadang juga lebih lambat dan agak lama jika menentukannya menggunakan berapa kali pengecilan dalam skala waktu.
Wang Jia Li dengan tatapan tajam bertanya, "Mengapa bilah milik Kakak Senior Yan Xu berubah-ubah warna?"
"Karena Kakak Senior tidak memiliki warna, bisa dibilang aura milik Kakak Senior berwarna transparan," Miao'er mengecilkan suaranya sambil mengirimkan transmisi suara kepada dua murid baru.
Xiu Ruolan mengerutkan keningnya. Terdapat beberapa jenis fluktuasi emosi dalam pupil mata indah yang mengecil. "Jika Yan Xu memiliki aura transparan, berarti dia terlahir dengan tubuh dao yang memiliki kedekatan dengan semua elemen."
Dia menatap ke arah Ye Miao'er untuk meminta petunjuk dari ucapannya.
__ADS_1