Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Guru Merasakan Sedikit Fluktuasi Terhadap Perasaan Kakak Senior


__ADS_3

Berada di atas awan dan selalu lengket, membuat Yan Xu merasa dingin. Jika orang lain melihat ini bagaikan kelakuan mesra seorang istri kepada suami, dia hanya melihat itu seperti induk serigala yang sedang menggigit tengkuk leher anaknya.


Pasangan dao yang seperti ini memang terlihat sangat menawan di mata seluruh orang. Menawan seperti kelopak bunga dan di kedalaman akarnya, terdapat racun yang mematikan. Itulah kalimat konotasi yang tepat untuk pasangan dao yang sedang terbang berduaan sekarang.


Dengan senyum tak berdaya, Yan Xu berkata, "Istri, mengapa kita harus selalu seperti ini? Suamimu akan merasakan berbagai macam jenis kutukan ilmu hitam dari para bujangan yang melihat kita kalau terus-terusan begini."


Lan Xihe yang masih membenamkan pipinya tidak peduli sambil berkata, "Anggap saja ini adalah hukuman karena tergesa-gesa."


Dia menutup matanya, kemudian memunculkan jendela sistem.


'Tugas.'


Begitu kata itu tergumam di dalam benak Lan Xihe, sebuah jendela antarmuka yang menampilkan tugas muncul di bidang penglihatannya.


...----------------...


...\=\=\= | Tugas Utama | \=\=\=...


• Melatih sembilan murid yang akan menggentarkan dunia (4/9)


«Sistem masih memberikan penilaian terhadap kelayakan Murid Tertua Host! ༎ຶ‿༎ຶ»


...\=\=\= | Tugas Sampingan | \=\=\=...


• Bantu Keluarga Jiang bersama Murid Tertua ⟨Yan Xu⟩, sebagai istri yang baik (0/1)


⟨Hadiah Penyelesaian Tugas : ???⟩


«Host harus bersikap seperti istri yang baik dan perhatian dengan suaminya!♪ (✿ ♡‿♡)»


• Bunuh iblis jahat yang ingin menginvasi dunia manusia (0/1)


⟨Hadiah Penyelesaian Tugas : Poin pengalaman & Koin || Jumlah tergantung pada tingkat iblis dan partisipasi Host! Partisipasi para murid juga dapat dihitung sebagai milik Host!⟩


«Diharapkan kepada Host agar selalu berhati-hati karena sistem mendeteksi adanya keanehan pada portal dimensi yang terhubung dengan dunia iblis terbuka sementara waktu! ლ(^o^ლ)»


...----------------...

__ADS_1


Lan Xihe merasa tidak nyaman dengan tugas sampingan kedua. Jika iblis itu sekelas tingkat tinggi atau bahkan keturunan bangsawan, akan ada banyak korban jiwa apabila tidak segera ditangani. Namun, dia tidak terlalu mempedulikan itu karena sudah mati rasa akan yang namanya keadilan.


Hatinya sudah kebal akan berbagai macam hal yang sudah terjadi di dunia ini. Hanya dengan kematian beberapa ratus ribu maupun jutaan manusia, tidak benar-benar akan menggerakkan sedikit hati Lan Xihe karena ia bukan seorang pahlawan keadilan.


Jika ada yang dapat membuat dia harus tergerak, itu hanyalah kondisi para murid nakal itu. Selain mereka, ada juga beberapa orang yang dekat dengannya semenjak lama. Yah, dia hanya memiliki sedikit rasa simpati akan kehidupan orang lain yang tidak dekat dengannya.


'Kehidupan seperti kentut yang kamu buang, lalu dicium dengan hidungmu. Jika aku bisa bertransmigrasi setelah kematian, itu artinya akan ada yang namanya reinkarnasi. Jadi, aku tidak perlu terlalu peduli akan kematian.'


Setelah selesai menetapkan pikirannya, Lan Xihe membuka mata dan baru saja dia sadari kalau telapak besar Yan Xu berada di keningnya.


Plak! Plak!


Ketika Yan Xu juga ingin mendekatkan keningnya karena tidak yakin akan suhu yang diperiksa, Lan Xihe segera mendaratkan tamparan beberapa kali di pipi kanan dan kirinya.


Dia mengernyit dan berkata, "Apa yang mau kamu lakukan?"


Yan Xu yang mengelus pipinya berkata, "Aku sedang merasakan suhu tubuhmu! Dari tadi suhu napasmu tiba-tiba berubah ..." dia tersenyum hangat dan mengelus lembut rambut putih itu.


Lan Xihe memutar matanya ke arah lain dan membiarkan Suami terus mengelus kepalanya.


Suara Yan Xu yang acuh tak acuh bertanya, "Apakah ada yang kamu pikirkan?"


Yan Xu menghela napas dan menjatuhkan lengannya ke bawah guna memeluk istrinya. Kemudian, dia menurunkan pipinya untuk singgah di atas hamparan rambut putih indah itu sambil mengingatkan Lan Xihe dengan lembut.


"Jika itu sulit untuk dipikirkan sendiri, berbagilah dengan suami yang ada di sampingmu."


Lan Xihe mendongak ke atas. Dia melingkari lengan rampingnya ke leher Yan Xu, lalu menggerakkannya ke bawah dengan lembut hingga kening dan bulu mata lentik mereka saling tumpang tindih.


Dengan fitur wajah perinya yang menawan, Lan Xihe tersenyum lebar dan berkata, "Terima kasih, Suami!"


Melihat senyum lebar itu, membuat Yan Xu berkedip beberapa kali hingga bulu mata mereka sering bertubrukan, menimbulkan sensasi gatal di kelopak masing-masing. Napasnya berubah lebih hangat dan lembut hingga menyentuh kulit wajah istrinya.


Beberapa saat kemudian, dia segera pulih dan senyum hangat muncul di mulutnya sambil berkata, "Itu sudah semestinya bagi seorang suami untuk membantu istrinya yang cantik bagai peri abadi dari dunia lain."


Keduanya nyengir sendiri dalam posisi seperti itu, entah kenapa mereka nampak seperti aktor profesional yang sedang berlatih sebelum pertunjukan dimulai. Tak lama setelah itu, mereka kembali seperti semula sambil memandang lurus ke depan.


Suara lembut Lan Xihe datang dari samping, "Bagaimana dengan setiap pesan rahasia yang kamu baca sebelum kita berangkat?"

__ADS_1


Yan Xu mengelus dagunya sambil berkata, "Kebanyakan komplain itu tentang kerusakan properti dan ketidaksengajaan membunuh hewan peliharaan saat bertugas."


"Hmm ... apakah mereka ingin bilang kalau keluarga Jiang sedang diancam? Selanjutnya, kemungkinan akan adanya pembunuhan dalam masalah ini juga tidak dapat terhindar."


"Benar, terakhir kali kita menerima lembaran komplain itu adalah satu bulan yang lalu. Satu bulan berlalu setelahnya adalah waktu kita saat ini, menurutmu apa yang sudah terjadi selama masa itu?" tanya Yan Xu yang sudah melupakan senioritas antara guru dan murid. Sekarang hanya ada suami dan istri.


Ada jeda sebentar sebelum Lan Xihe menjawab.


".... Satu bulan ... itu sudah cukup lama. Mereka sedang dalam masa kritis dan orang-orang di keluarga Jiang masih berjuang dalam pertahanan hingga bantuan datang."


"Ketiga dan Bungsu tidak dapat menemukan sesuatu yang salah ketika mereka sedang bertugas. Begitu juga dengan kita yang menangani kasus itu dikarenakan aula utama tidak memberikan kertas yang berisikan pesan rahasia."


Lan Xihe menghela napas berat dan berkata dengan lelah, "Keluarga Jiang berada di ujung tanduk, kita baru saja datang menolong. Takutnya, mereka sudah diperas kering hingga titik terendah selama sejarah keluarga itu."


Yan Xu mengangguk setuju dan berkata, "Apabila demikian, aku akan meminta izin untuk membawa mereka ke Puncak Angin. Ada alasan untuk membawa mereka yang keturunan keluarganya memiliki keahlian luar biasa dalam administrasi juga berdagang."


Lan Xihe yang mendengarkan tercengang, dia merasa heran kenapa Suami sangat menghargai anggota keluarga Jiang.


"Kamu terlihat agak bias dengan mereka, apakah kalian memiliki hubungan kekerabatan? Atau ada seorang istri baru di sana?" Lan Xihe menggunakan nada tajam untuk kalimat terakhir.


Yan Xu terbatuk beberapa kali karena napasnya tersengal setelah mendengarkan pertanyaan yang terakhir. Pertanyaan itu agak sulit untuk dijawab karena menyangkut dengan identitas juga ingatan masa lalu Yan Xu.


Sebagai manusia yang sudah hidup selama ratusan juta tahun lamanya. Yan Xu menyaksikan berbagai kemajuan juga kemunduran umat manusia sehingga kultivasi pertama kali muncul di dunia. Selain mengalami kematian tak terhitung, dia juga mengalami berbagai pertemuan.


Salah satu pertemuan takdir yang dia kenang adalah tiga orang sahabat yang pernah berkelana bersama. Kedua orang itu adalah pasangan dao dan ada satu orang lelaki lain yang sering mereka panggil sebagai Kakak.


Orang itu adalah Yan Xu sebelumnya, karena itulah dia sangat mengenal keluarga Jiang dan sudah dianggap sebagai salah satu leluhur tertinggi. Mereka dianggap sebagai tiga leluhur tertinggi karena menciptakan keluarga Jiang dengan berbagai sejarah di masa lalu.


Tanpa mereka bertiga, keluarga Jiang tidak akan pernah ada. Sekarang, kedua orang itu sudah tiada dan hanya menyisakan Yan Xu yang sudah lama terpisah dari keluarga Jiang.


Sebagai ganti dari Yan Xu, dia memberikan sedikit tangan dipenuhi permen manis karena merasa bertanggung jawab atas keturunan mereka.


'Pesan kalian saat itu adalah untuk menjaga keluarga Jiang. Apabila keluarga itu memang tidak dapat bertahan, sudah tugasku agar setidaknya menyelamatkan garis keturunan mereka sebagai Kakak Tertua kalian. Aku bukan Maha Kuasa yang bisa menyelematkan apapun, jadi jangan terlalu banyak berharap dan saksikan saja dari atas sana.'


Sedikit fluktuasi akan kerinduan dan nuansa kesedihan juga beberapa kebahagiaan disertai rasa tanggung jawab dapat Lan Xihe rasakan secara diam-diam melalui kontak fisik mereka. Dia hanya diam, tidak membahas apapun dan membiarkan suaminya yang akan bicara sendiri di kemudian hari.


......................

__ADS_1


Berhubung kondisi kesehatan juga keuangan saya tidak menentu, mulai hari ini setidaknya upload 2/ cuma 1 bab, tergantung berapa banyak jumlah kata.


Kalau kondisi dan situasi mendukung, saya akan melakukan crazy up kembali seperti akhir tahun kemarin.


__ADS_2