Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Makan Malam Bersama


__ADS_3

Dua tamu, pemilik penginapan dan seorang gadis kecil yang membantunya. Begitulah kehadiran orang yang ada di sini. Pada meja persegi panjang, terdapat berbagai macam menu makanan dengan gizi yang seimbang juga sangat harum.


Saat ini, Yan Xu duduk di tengah seperti seorang kepala keluarga, sedangkan Lan Xihe berada di sisi kanannya. Pemilik penginapan— Bibi Du dan Yaoyao berdiri seperti pelayan di sudut ruangan. Mereka hanya berdiri diam, sambil menunggu para tamu selesai makan dan membersihkan sisanya.


Melihat itu, Yan Xu menatap mereka berdua sambil berkata, "Hidangan ini terlalu banyak, maukah kalian ikut memakannya bersama kami?"


Mendengar itu, tatapan Yaoyao berbinar namun kerah bajunya ditarik oleh Bibi Du dengan tatapan tajam. Tidak sopan untuk ikut makan bersama dengan tamu, walau mereka yang meminta. Itu adalah aturan umum yang diketahui oleh semua pemilik penginapan.


"Tidak perlu memikirkan kami, Tuan. Tolong nikmati makanan kalian," ucap Bibi Du dengan sopan.


Yan Xu menundukkan sedikit wajah tampannya. Ekspresi pada wajah itu berubah menjadi kerinduan akan sesuatu yang sudah lama terjadi. Kelopak mata indahnya mengatup dan terdapat helaan napas panjang.


Di sampingnya, Lan Xihe berkata dengan suara tak berdaya, "Suamiku ini memiliki kerinduan akan berkumpul dengan seluruh keluarga dan saat ada kesempatan, dia akan mengumpulkan semua orang agar dapat makan bersama. Sayangnya ...."


Lan Xihe menghentikan kalimatnya dan menggelengkan kepala dengan lembut.


Yaoyao yang tidak mengerti bertanya dengan ekspresi polos, "Bukankah Tuan hanya perlu memanggil seluruh keluarganya untuk makan bersama?— Aiya!"


Bibi Du yang berada di sebelahnya segera memukul kepala Yaoyao dengan sendok sup. Dia memegang tengkuk kepala Yaoyao, kemudian mereka membungkuk bersama sambil berkata, "Mohon maaf atas kelancangan gadis ini!"


Yan Xu tersenyum lembut sambil melambaikan tangannya ke arah mereka, "Tidak perlu meminta maaf. Dan juga, tolong angkat kepala kalian."


Dia membenarkan posisi tubuh mereka kembali menggunakan tangan energi. Melihat tangan energi qi, membuat kedua orang itu tercengang. Mereka tidak pernah tahu bahwa dipegang dengan energi qi akan selembut ini.


Tatapan hangat Yan Xu jatuh ke arah Yaoyao, "Yaoyao, kemarilah."


Yaoyao ragu-ragu sambil melirik Bibi Du. Namun, Bibi Du hanya mengangguk sedikit sebagai persetujuan. Dia berjalan dengan kaki kecilnya ke arah Yan Xu.


"Eh!?"


Ketika dia sudah dekat dengan kultivator tampan itu, tubuh Yaoyao diangkat menggunakan tangan energi dan dengan lembut mendarat di pangkuan Yan Xu.


".... Tuan ..." wajah kecil Yaoyao mendongak ke atas, terdapat rasa takut di mata lebarnya.


Yan Xu mengelus kepala kecil Yaoyao dengan lembut sambil berkata, "Sayangnya, mereka telah lama tiada. Itulah kenapa, meskipun aku memanggil mereka di pemakaman hingga jutaan kali, orang yang sudah tiada tak akan bangkit lagi hanya untuk makan bersama."

__ADS_1


"O-oh ...."


Yaoyao yang belum pernah merasakan kasih sayang dari apa yang disebut orangtua hanya menundukkan kepalanya. Wajahnya terlihat bermasalah, namun dia dengan patuh membiarkan pihak lain mengelus kepalanya. Entah kenapa, disaat bersamaan dia merasakan kehangatan di dalam hati.


Lan Xihe yang melihat itu segera menambahkan sedikit minyak ke kayu bakar.


"Bibi Du, tolong ikuti kemauan suamiku. Dia tidak akan bisa makan apabila kamu hanya berdiri di sana."


"Nyonya ...." Bibi Du yang masih ragu-ragu tidak bergerak dengan ekspresi kesulitan di wajahnya.


Lan Xihe menundukkan sedikit kepalanya seolah meminta bantuan secara serius, "Kumohon ...."


Tak tahan dengan desakan itu, Bibi Du terpaksa ikut duduk di sebelah kiri dan agak jauh dari tamu. Setelah dia duduk, ia hanya menatap kedua orang itu dengan patuh.


Yan Xu masih bicara dengan senyum lembut kepada Bibi Du, "Tolong jangan terlalu kaku dan anggap saja ini sebagai kegiatan makan malam bersama keluarga."


"Ini ..." Bibi Du menggaruk punggung kepalanya, dia sedikit kebingungan dibuat permintaan aneh dari tamu ini.


Lan Xihe yang berada di sisi kanan menambahkan, "Bibi Du, jangan sungkan untuk ikut makan atau bicara. Anggap saja kita semua keluarga," dengan senyum indah di wajah putihnya agar meyakinkan pihak lain.


"Pah!— Anggur memang nikmat setelah melakukan pekerjaan." Setelah meminum anggur, sifat kaku Bibi Du sebelumnya telah menghilang seperti tidak pernah ada.


Kemudian, dia dengan cepat mengambil mangkuk dan menambahkan berbagai macam makanan dengan acuh tak acuh. Melihat itu, para tamu menjadi lebih senang. Sedangkan Yaoyao, dia tercengang seakan-akan melihat langit hampir runtuh.


Menghiraukan Bibi Du yang menikmati makanannya, Yaoyao kembali bertanya kepada tamu tampan yang sedang memangku tubuh kecilnya.


"Tuan Yan, kamu sudah beristri, bukankah tidak nyaman kalau memangku gadis lain tepat di depan Nyonya Yan?" ucapnya dengan nada polos.


Yan Xu segera menatap Lan Xihe, ekspresi wajahnya seperti berkata, 'Nalar anak ini benar-benar luar biasa! Istriku yang cantik, suamimu benar-benar kagum dengan pola pikirnya!'


Mendapatkan pesan dari suaminya, Lan Xihe tertawa terbahak-bahak sambil mengusap air mata yang keluar dari mata indahnya.


"Lihat? Dia tidak cemburu sama sekali," ucap Yan Xu sambil mengangkat bahunya.


"Eh? Kenapa? Apakah Yaoyao tidak dikategorikan sebagai gadis?— Aiya! Tidak hanya Bibi Du, mengapa Tuan juga memperlakukan Yaoyao seperti itu, sih!?"

__ADS_1


Yan Xu tertawa sambil mencubit pipi mulus Yaoyao. Anak ini benar-benar membuat dia merasa gemas dengan nalarnya yang luar biasa. Yaoyao yang polos masih mengerutkan keningnya dan membuat ekspresi sedang marah.


Sementara itu, Lan Xihe menjawabnya dengan senyuman hangat, "Yaoyao memang seorang gadis, tapi kamu masih anak-anak. Orang dewasa yang memangku seorang gadis kecil, sama saja seperti seorang ayah yang sedang memangku anaknya."


Mata Yaoyao melebar dan menatap lurus ke wajah tampan Yan Xu, "Eh? Bukankah itu berarti Yaoyao sekarang adalah anak Tuan dan Nyonya Yan?"


Suara kasar dari Bibi Du terdengar dari sudut lain, "Aiya! Jika kamu adalah anak mereka, aku adalah nenekmu!" Bibi Du mendengus dengan pipinya yang merona merah.


Mendengar itu, semua orang tertawa. Dapat terlihat bahwa suasana hangat seperti makan malam bersama dengan keluarga sedang terjadi di penginapan itu. Namun, di balik hangatnya keadaan, masih ada maksud lain dari para tamu.


"Yaoyao, kereta makanan sedang menuju ke mulutmu, aaaa~♪ ...."


Yan Xu mengambil beberapa makanan dan menyuapkannya ke Yaoyao, seperti seorang ayah yang menyuapi anaknya makan.


Yaoyao mengerutkan keningnya sambil berkata, "Ayah, Yaoyao sudah besar dan bisa makan sendiri!"


Sepertinya gadis kecil itu sudah terbiasa dengan lelucon keluarga palsu saat ini.


Yan Xu tersenyum lembut dan berkata, "Jika kamu memanggilku ayah, kamu harus mengikuti ucapan ayahmu!"


"Tapi— ufhh!"


Dia sangat bersemangat menyumpali Yaoyao dengan berbagai makanan yang ada. Sementara itu, orang yang disuapi segera menelannya dengan habis dan lahap. Perut gadis kecil ini benar-benar memiliki ruang yang cukup besar!


Sesekali, Lan Xihe juga ikut tertawa sambil menyuapi Yaoyao.


Tidak lama kemudian, semua makanan itu hanya dihabiskan oleh Bibi Du dan Yaoyao, sementara pasangan suami-istri itu tidak memakan apapun.


"Ibu ... Yaoyao ... sudah ... merasa ... kenyang ....~♪"


Yaoyao yang turun dari pangkuan Yan Xu, segera berpindah ke ibunya— Lan Xihe.


"Benarkah? Kalau begitu, kamu bisa tidur di pangkuan Ibu." Lan Xihe tersenyum lembut dan mengangkat tubuh kecil Yaoyao yang berjalan ke arahnya.


"Hehehe~ ...." Yaoyao tersenyum bahagia sambil tertidur nyenyak di pangkuan ibunya— uhuk! Lan Xihe.

__ADS_1


Setelah Yaoyao tertidur nyenyak, masih ada Bibi Du yang santai memandang mereka dengan tatapan hangat di mata tuanya.


__ADS_2