Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Keraguan


__ADS_3

Melihat itu membuat Su Yueyin merasa jijik dan wajahnya seolah berkata bahwa dia ingin muntah.


Tidak menggubris ekspresi jijik itu, Su Lixuan menyipitkan matanya sambil mengelus-elus dagu. Dia menatap Su Yueyin dari atas hingga bawah dengan sangat teliti dan ekspresi wajah yang agak mengganggu.


"Apa?" tanya Su Yueyin ketus.


"Aura energi yin dingin murni di tubuhmu masih sangat polos. Padahal sudah setahun berlalu, aku terkadang kepikiran ... apa hubungan kalian tidak sampai melakukannya?"


Su Lixuan membuat sebuah lingkaran dengan tangan kirinya lalu menusuk bagian tengah lingkaran menggunakan jari telunjuk kanannya.


Melihat itu, aura dingin menyebar dari Su Yueyin dan ada niat membunuh pekat mengarah kepada Su Lixuan.


Hawa dingin yang sangat menusuk mulai merayap di sekujur tubuh Su Lixuan, membuat suhu tubuhnya menurun drastis dan tanpa disadari di sekitar mereka berubah menjadi kawasan es karena membeku.


Walaupun Su Yueyin yang berada di depannya masih berwajah datar, dia tahu kalau putri kecil mereka sedang marah. Namun, biasanya Su Yueyin akan langsung menyerang tanpa pandang bulu hingga seisi rumah mereka hancur. Akan tetapi, kali ini dia tidak melakukannya seolah-olah berpikiran untuk tidak menyebabkan masalah besar bagi orang lain, terutama kepada mereka sebagai pemilik rumah.


Su Lixuan tersenyum lembut, dia menjentikkan jarinya sekali dan suhu di ruang tamu kembali normal. Kawasan beku juga sudah menghilang seolah tidak terjadi apa-apa.


"Yin'er kecil kami ternyata sudah menjadi wanita dewasa yang tidak suka membuat masalah besar," ucap Su Lixuan sambil menatap ke arah Su Yueyin, senyum aneh di mulutnya masih lekat tanpa berubah sedikitpun.


Namun, tatapannya seolah memandang ke kejauhan, bukan yang ada di depannya sekarang. Seakan apa yang dia lihat, sedang digantikan oleh Su Yueyin beberapa ratus tahun lalu yang masih suka berbuat onar, bertindak sesuka hati sambil memegang sebuah labu anggur favoritnya.


Su Yueyin yang melihat ratapan kakak ketiganya, tidak memiliki apapun untuk dikatakan. Dia hanya bisa membiarkan pihak lain menilai bagaimana perkembangannya saat ini, dibandingkan dirinya yang lama. Tidak ada yang perlu dikomentari karena perubahan tersebut bukanlah mengubah diri menjadi orang lain, melainkan membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik.


Dia membuka mulut kecilnya dan berkata, "Setiap orang akan mengalami perkembangan. Yin'er yang ada di depan kalian, merupakan diriku yang akhirnya sudah menjadi lebih dewasa dibandingkan sebelumnya."


"Tetap saja, kamu menjadi seperti ini setelah insiden terakhir itu, kan? Bukankah itu berarti ... bukannya kamu yang menginginkan perubahan, melainkan pria itu yang telah membawa perubahan ke dalam dirimu? Dengan kata lain, aku lebih menyebutnya sebagai terpengaruh dibandingkan perubahan yang asli," balas Su Lixuan dengan serius.


Su Yueyin menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan lembut untuk menyangkal pernyataan kakak ketiganya lalu berkata, "Dia tidak membawa perubahan, hanya menyadarkan bahwa aku harus bersikap lebih dewasa. Perubahan tidak akan terjadi apabila tidak datang dari diri sendiri yang ingin bertindak."

__ADS_1


Dia segera menyangkal pernyataan bahwa Yan Xu lah yang telah merubah dirinya. Su Yueyin menegaskan bahwa Yan Xu hanyalah menyadarkan dia bahwa ia harus lebih bersikap dewasa dan hati-hati dalam bertindak, sementara perubahan menjadi dirinya sekarang adalah buah dari hasil usaha dan tindakannya yang ingin jadi lebih baik.


Su Lixuan juga mengerti dengan pesan yang tersirat dari Su Yueyin. Dia meneruskan kembali pembicaraan serius mereka.


"Tapi, kenapa harus pria itu? Bukankah kami yang sudah merawat kamu selama beratus-ratus tahun juga bisa menjadi pemicunya?"


Su Lixuan tanpa pikir panjang menanyakan sesuatu yang selama ini dia tahan. Pertanyaan itu terus membayangi dia hingga membuatnya merasa agak bersalah, itu diakibatkan karena pemikiran kurangnya merawat putri kecil mereka dengan cara yang lebih baik.


Su Yueyin tidak mengerti dengan maksud ucapan dari Su Lixuan dan terdiam sejenak. Otaknya tidak dapat memberikan sebuah alasan yang dia sendiri tidak mengetahuinya.


Tidak ingin memberikan waktu untuk Su Yueyin berpikir, Su Lixuan masih memborbardir berbagai serangkaian pertanyaan yang berkesan seperti sebuah interogasi.


"Apa yang membuat kamu harus dengan rela mengikuti jalan berpikirnya? Kami memang mengirimkan kamu kesana dengan terpaksa, tapi aku ... aku sebenarnya sudah beberapa kali menentang hal tersebut dan Guru tidak menggubrisnya sama sekali."


"Terkadang, itu membuatku kepikiran. Apakah aku sudah menjadi seorang ibu maupun senior yang baik untukmu? Atau ... apakah ada yang salah dengan caraku mengasuhmu selama ini?"


Suara Su Lixuan yang menyuarakan kebingungan atas sikap keibuannya pada Su Yueyin semakin terdengar putus asa. Dia juga kehilangan kendali atas dirinya sendiri sehingga tidak sadar telah menyuarakan pendapat jujur di benaknya.


Su Lixuan langsung menjawab, "Ya, sejujurnya aku meragukan apa niatan sebenarnya yang dia miliki saat membawa kamu kesana. Tidak mungkin seorang pria selicik itu memiliki pemikiran sempit. Setidaknya, kemungkinan bahwa kamu akan dia jadikan sebagai bidak caturnya sangatlah mungkin."


Su Lixuan masih menerka niatan asli Yan Xu hanyalah untuk memanfaatkan Su Yueyin. Terlepas dari bagaimana paras cantiknya, Su Yueyin tetaplah orang yang masih agak polos pemikirannya. Dia khawatir Su Yueyin terjerat ke dalam kubangan lumpur tanpa ia sadari.


Merasa tidak tahan, Su Yueyin meminta Su Lixuan untuk berhenti, "Cukup, Kakak Ketiga. Kamu terlalu berlebihan. Walaupun dia memang terkadang berperilaku aneh, tapi Yan Xu bukanlah orang yang sedingin itu."


Namun, Su Lixuan masih tidak puas dan masih terus menyemprotkan seluruh keraguannya terhadap Yan Xu, "Terus, bagaimana kamu menjelaskan cara dia yang menuntut kompensasi setahun yang lalu?"


Dengan enggan, Su Yueyin masih meladeninya untuk sementara waktu, "Itu dia lakukan untuk mengembangkan Puncak Angin. Dia bahkan tidak meminta kompensasi pribadi untuk dirinya sendiri."


Merasa dipicu, Su Lixuan bahkan menyuarakan rumor yang dia selidiki secara pribadi tentang apa yang terjadi di Puncak Angin baru-baru ini.

__ADS_1


"Lalu, apa yang dia lakukan selama setahun tanpa kabar dan tiba-tiba anggota Puncak Angin bertambah lebih banyak? Aku dengar ada rumor di Ibukota Kekaisaran Agung Ming, sebuah keluarga kehilangan banyak anggotanya dan menggantikan mereka dengan beberapa yatim piatu, itu terjadi tepat saat kalian mendapatkan anggota baru."


Alis indah Su Yueyin berkerut saat mempertanyakan perihal yang baru saja dikatakan kakak ketiganya, "Jadi, kamu bilang kalau dia menculik beberapa orang di dunia fana untuk menjadi anggota di Puncak Angin?"


"Ti-tidak sampai begitu juga. Namun, apa kamu tidak merasa ada yang aneh dengan setiap pergerakannya?" Su Lixuan secara tidak sadar menaikkan suaranya.


"Secara tidak langsung, kamu sudah menuduhnya begitu, Kakak Ketiga. Jujur saja, aku tidak mengira kamu akan berpikir sampai sejauh itu."


Su Yueyin memijat kening hampir tidak tahan dengan bagaimana Su Lixuan sangat ingin memperburuk Yan Xu di depan matanya.


Menolak mundur, Su Lixuan terus maju dengan meminta sebuah kepastian dari Su Yueyin, "Kalau begitu, kamu tahu darimana asal usul mereka yang baru saja bergabung?"


"Semuanya sudah dijelaskan oleh Kepala Puncak dengan bukti yang konkret. Aku tidak bisa menjelaskan kondisinya karena itu merupakan privasi dari tiap anggota puncak. Hanya saja, yang perlu kamu tahu adalah itu merupakan sebuah kemalangan dan bisa berujung ke pembantaian seluruh keluarga apabila mereka tidak melakukan pergerakan yang tepat."


"Kamu ... lagi-lagi .... Haah~ ...." Su Lixuan menghela napas berat dan tidak melanjutkan sisanya.


"Tidak ada gunanya mencari keburukan orang lain, Kakak Ketiga. Kamu hanya menatap sebuah cermin yang kamu percayai sudah retak, akan tetapi pada kenyataannya cermin itu baik-baik saja."


"Aku merasa malu, saat kamu bilang begitu ...."


Su Lixuan tertunduk dan bahunya sedikit bergetar karena terkejut, tidak percaya bahwa Su Yueyin yang ia kenal selama ini mempertanyakan maksud baiknya. Namun, dia sendiri tidak sadar karena sudah kasar memberikan kesan buruk terhadap pihak lain secara tidak langsung membuat Su Yueyin marah walau tidak terlihat di permukaan.


Su Yueyin hanya membiarkan yang sudah mereka bicarakan seperti angin berlalu dan memberikan kesimpulan yang dia miliki, sesuai sudut pandangnya.


"Mencari kesalahan orang lain memang mudah, tapi jangan sampai membutakan diri kita dari kebenaran yang ada. Kakak Ketiga, tolong jangan hanya melihat dia sebagai pria licik yang mengerikan. Tolong, lihatlah juga bagaimana dia berusaha keras untuk mencapai kondisi kami yang sekarang. Yan Xu memang aneh, tapi sekali lagi aku ingatkan, kalau dia tidak akan memakan sesamanya baik itu hidup maupun mati."


Su Lixuan tersenyum kecut, dia tidak ingin lagi mencoba untuk mempengaruhi sudut pandang Su Yueyin, "Baiklah, kamu menang. Memang, aku cuma mendengar rumor dan tidak pernah bertemu juga menilainya secara langsung. Maaf, putri kecilku, ibumu menjadi terlalu impulsif karena ini menyangkut tentang kamu."


"Tidak apa, Yin'er mengerti bahwa kalian sangat mengkhawatirkannya. Aku minta maaf dan terima kasih juga karena selalu memikirkan kebaikanku seperti orang tua pada umumnya."

__ADS_1


Su Yueyin yang memahami bagaimana rasa khawatir yang berlebihan dari Su Lixuan maupun Su Weiyan, tidak menyalahkan mereka. Malahan dia merasa bersyukur bahwa ikatan mereka yang hampir seribu tahun itu tidak merenggang walaupun mereka berdua masih belum bisa mempercayai Yan Xu.


__ADS_2