
Mo Yihan menggelengkan kepalanya dan menunggu kalimat berikutnya.
Yan Xu terkekeh geli sambil melanjutkan, "Jika aku mau menggagalkan rencana kalian, akan lebih baik membuat dunia manusia dan dunia iblis saling berperang hingga salah satu dari mereka musnah seutuhnya!"
Dia sedikit mendongakkan dagunya dan memberikan tatapan seolah-olah memandang sesuatu yang jauh. "Hanya saja, itu akan membuat impian seorang gadis untuk membangun ulang dimana dunia rasnya bisa hidup bahagia tanpa harus berperang akan musnah."
Senyum lembut muncul di wajah Yan Xu saat dia berkata, "Aku bukanlah orang yang akan mempedulikan keberadaan manusia. Tetapi, menyaksikan impian yang dibangun dari ketidakmungkinan, kemudian orang lain capai dengan usaha dan ketekunan terlepas dari ras mereka adalah hobi sampinganku."
Dia mengangkat kedua bahunya, "Tidakkah seperti kesukaanmu terhadap seorang wanita yang bersuami maupun janda, begitu juga hobiku menyaksikan impian yang sedang mereka capai adalah sama?"
"Hanya itu?" tanya Mo Yihan.
Yan Xu hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Kuhahahaha!!! Sinting! Ternyata, memang benar masih ada makhluk di dunia ini yang lebih sinting dibandingkan impian raja iblis saat ini!"
Tawa menggelegar dari Mo Yihan membuat seisi ruangan menjadi berguncang, seolah-olah gempa bumi sedang terjadi saat ini.
Setelah selesai tertawa, Mo Yihan kembali ke ekspresi seriusnya dan berkata, "Kebebasan kita sama, namun jalan kita saling bersimpangan di sini. Kamu terus melaju dengan jalurmu, begitu juga denganku. Jika salah satu dari kita tidak saling berhadapan hingga mati, tidak akan ada yang bisa maju!"
Mo Yihan memutar tombaknya dan mengarahkan itu lurus ke Yan Xu sambil berkata dengan seringai lebar, "Saudaraku, demi puncak pertarungan ini maukah kamu memberitahu siapa namamu?"
Yan Xu menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Kamu tidak pantas."
Mo Yihan tidak mengambil hati atas perlakuan yang dia terima. Dia membuat sebuah gerakan jalur tombak dan diakhiri dengan perkenalan, "Namaku, Mo Yihan. Salah satu keturunan iblis bangsawan yang melayani raja iblis kerakusan."
Yan Xu hanya menggenggam kembali pedang energinya dan mengirimkan energi yang membuat auranya semakin besar dan intens.
Mereka sama-sama mengambil posisi pembukaan dari teknik masing-masing sambil bergumam.
"Gerakan ketiga jalur pedang lotus ...."
"Gerakan ketiga jalur tombak kerakusan ...."
Keduanya saling menghentakkan kakinya ke lantai secara bersamaan, meninggalkan bayangan di belakangnya. Kedua bayangan hitam dan putih saling melesat maju, menuju ke arah satu sama lain. Setelah beberapa saat, keduanya saling bersilangan!
Tidak ada suara yang muncul akibat pertukaran gerakan teknik mereka.
Yan Xu yang sudah mendarat di lantai menyemburkan seteguk darah segar, kedua kakinya sudah gemetar hingga jatuh bertekuk lutut. Dia menopang tubuhnya dengan menggunakan tangan energi, dari energi yang tersisa.
Sedangkan untuk Mo Yihan, dia tidak berhasil mendarat ke lantai dan tubuhnya sudah hilang di udara kosong!
Yan Xu segera mengaktifkan seluruh susunan formasi dan juga jimat penyegel yang sudah dia bagi di segala arah.
__ADS_1
Seluruh jimat dan beberapa susunan formasi bercahaya, membentuk sebuah dimensi lain juga menjerat jantung hitam yang melayang di udara dengan rantai emas.
Yan Xu terengah-engah, tapi dia tetap waspada sambil menyebarkan kesadaran ilahinya. Dia tidak merasakan adanya tanda-tanda kehadiran maupun pergerakan.
Di saat dia mulai merasa tenang, dia segera menekan beberapa titik dantian guna menenangkan gelombang energi yang berkecamuk di dalam jalur dantiannya.
Sadar bahwa teknik penyembunyian basis kultivasi sudah tidak dapat lagi dia gunakan pada kondisi sekarang, Yan Xu dengan senyum kecut membiarkan basis kultivasi aslinya terlihat di luar. Benar, basis kultivasinya saat ini berada di ranah inti emas tahap akhir sebelum penempaan.
"Sesuai janji, aku akan memperlihatkan basis kultivasiku saat ini kepada istriku," gumam Yan Xu yang masih menekan rasa sakit akibat terlalu banyak menggunakan energi qi.
Meskipun dengan metode Qi Gong, penyerapan juga memiliki kecepatannya sendiri dan saat terpacu karena pemaksaan dari pengguna, kecepatan pemulihan milik Yan Xu saat ini menjadi sangat lambat.
Ketika dia melirik ke arah jantung hitam yang masih tersegel rapat, Yan Xu merasakan kehadiran halus seseorang yang sangat dia kenal.
Sosok hitam itu keluar dari bayangan, memiliki penampilan seorang gadis remaja yang berada di akhir masa remaja dengan balutan kain serba hitam. Dia berjalan dengan anggun ke arah jantung hitam yang tersegel tanpa memperhatikan keberadaan Yan Xu.
Deg!
Jantung Yan Xu merasakan hawa dingin dan mengatakan bahwa saat ini nyawanya akan terancam bahaya apabila dia gegabah. Dia terus memperhatikan dengan seksama apa yang dilakukan sosok hitam itu.
Sosok gadis remaja yang berbalut kain serba hitam itu adalah raja iblis saat ini, Sheng Ji A'xia!
Sheng Ji A'xia mengambil jantung hitam itu dan melemparnya ke dalam kantung penyimpanan dimensi. Dia kemudian melirik Yan Xu, terdapat senyum tipis di bibir merah muda Sheng Ji A'xia.
"Di bawah bulan yang sama...."
"Kita berbagi kenangan bersama ...."
"Tak peduli seberapa jauh kita berpisah ...."
"Kenangan itu kan tetap indah bagai sinar rembulan yang selalu sama ...."
Gluk!
Yan Xu menelan air ludahnya dengan keras, kemudian melanjutkan dengan nada acuh tak acuh.
"Para pecinta saling merindu saat tibanya malam ...."
"Mereka saling mengangkat gelas di bawah sinar rembulan yang sama ...."
"Sambil ditemani hening dan embusan angin malam ...."
"Ingatan 'kan kebersamaan akan selalu abadi di bawah sinar rembulan yang sama ...."
__ADS_1
Setelah bait terakhir selesai dia ucapkan, kehadiran peri abadi yang berbalutkan kain hitam itu lenyap di udara kosong.
Yan Xu yang sudah memastikan sebanyak tiga kali, menghela napas berat dan jantungnya masih berdegup kencang karena takut akan kematian.
'Yaoyao ini ...'
Yan Xu mulai mengutuk keras dan sudah mempersiapkan beberapa alasan untuk menghukum anak nakal itu saat semua telah berakhir.
'Itupun kalau takdir masih mempertemukan kami semua ....'
Yan Xu menyadari begitu skema Yaoyao selesai, dia pasti ikut pulang bersama ibunya. Tidak ada alasan bagi Yaoyao untuk tetap tinggal mengingat sifat Sheng Ji A'xia yang dia kenal.
"Silakan nikmati hukuman berat dari ibumu, sementara Ayah akan beristirahat dengan tenang tanpa kehadiran kalian."
Setelah bergumam, dia tertawa sendiri dan merasa kesal karena barang jarahannya telah dirampas!
'Sheng Ji A'xia! Aku sudah membantumu untuk membersihkan kotoran faksi lama dari dunia kalian, setidaknya sisakan aku setengah dari jantung hitam saudara tersayangku Mo Yihan!'
Yan Xu : "Saudara tersayang ku, Mo Yihan. Aku tidak dapat memanfaatkan jantungmu untuk berbagai macam studiku karena sudah diambil sepenuhnya oleh Sheng Ji A'xia! (╥﹏╥)"
...
Sementara itu, Yaoyao yang sudah mengamankan seluruh anggota setia maupun barang jarahannya berkemas dengan ekspresi bahagia.
Sesaat kemudian, dia merasakan sensasi dingin menjalar ke punggung kepalanya.
"— Aiyoo! Siapa yang sudah memiliki niat jahat kepadaku?!" Yaoyao menggerutu sambil menggerakkan tubuh kecilnya.
Tak lama setelah itu, di depan mereka terbuka sebuah portal dan dari sisi seberang, terdapat seorang peri abadi cantik yang berbalutkan kain serba hitam.
Semua pengikut, kecuali Yaoyao bersujud di depannya.
"B-bibi ...."
Sheng Ji A'xia menarik paksa tubuh kecil Yaoyao menggunakan tangan energi sambil berkata dengan senyuman indah di bibir merah mudanya yang tipis, "Ada banyak hal yang harus kamu jelaskan."
Wajah Yaoyao dipenuhi keringat dingin.
'Aku harus berfantasi sebanyak mungkin untuk memuaskan Ibu selama masih ada waktu tersisa!' begitulah pikir Yaoyao di dalam benaknya.
Namun, dia tidak tahu bahwa ibunya— Sheng Ji A'xia sedari awal mengamati pertarungan Yan Xu secara diam-diam. Dia juga mendengarkan dengan jelas apa yang dikatakan pria itu dengan lantang. Semua itu masih jelas dan terekam di seluruh sudut ingatannya!
...----------------...
__ADS_1