Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Wu Tou Gui - 4


__ADS_3

Wu Tou Gui kini telah memasuki kondisi terbaiknya dengan ranah kultivasi Tingkat Kelima Alam Ilahi.


Kepala yang awalnya tidak ada kini telah muncul tengkorak yang diselimuti api hitam. Api itu sangat cocok dengan warna energi qi kematian miliknya.


"Manusia, aku tidak akan menahan diri lagi."


Setelah mengucapkan itu, Wu Tou Gui segera menghilang dari pandangan Yan Xu.


Dia menendang sela-sela pilar yang berserakan di sekitarnya menuju ke arah Yan Xu berada!


Thug!


"—Kwagh!"


Yan Xu menahan pilar-pilar itu dengan tubuhnya yang sudah diperkuat energi qi, namun tetap saja kecepatan pilar setara dengan daya tumbukannya membuat Yan Xu sekali lagi memuntahkan seteguk darah.


Melihat musuhnya yang sudah berusaha keras untuk bertahan, Wu Tou Gui melesat maju dan mencengkeram kepala Yan Xu.


Dia menyeret kepala Yan Xu dan menggosoknya ke tanah di bawah mereka. Parit besar tercipta dari lintasan yang kepala Yan Xu lalui. Setelah puas, Wu Tou Gui melemparkan Yan Xu ke udara dan mengambil postur siap menebas seluruh tubuhnya!


"Makan ini, Manusia!"


Sebuah gelombang energi besar datang dari tebasan pedang besar milik Wu Tou Gui. Tubuh Yan Xu telah ditelan oleh gelombang energi itu sampai tak bersisa.


Meskipun musuhnya sudah tidak terdeteksi oleh kesadaran ilahinya, Wu Tou Gui tidak akan membuat kesalahan yang sama. Dia terus bersiaga, kalau-kalau ada serangan balasan di luar titik butanya.


Benar saja, sebuah susunan formasi pengekang telah diaktifkan di bawah kakinya.


"Cuma segini? — Hu!"


Wu Tou Gui menginjak tanah dimana susunan formasi itu berada hingga hancur tak berbentuk. Dengan begitu, susunan formasi gagal diaktifkan.

__ADS_1


Dengan jeda sejenak, puluhan pedang energi datang dari berbagai arah, namun Wu Tou Gui tidak mengambil inisiatif untuk menerima serangan itu secara langsung. Dia menggali tanah dengan hentakan kakinya, kemudian masuk ke dalam tanah agar serangan dadakan dari dalam tanah tidak bekerja.


Namun, dia lupa akan satu hal.


Dimana letak Yan Xu yang seharusnya sudah mati karena serangan tebasan nya?


Meskipun begitu, serangan terus menerus datang kepadanya dalam beberapa menit seolah tiada henti. Dia terus meningkatkan kesadaran ilahi maupun pertahanannya, tetapi kekurangan itu segera terlihat karena dia tidak bisa dengan bebas bergerak maupun keluar dari lubang yang dia buat sendiri.


...


Dari kejauhan, Yan Xu dengan jubah abadinya yang compang camping bergerak dengan cepat menggunakan teknik pengejaran jiwa ke arah Xia'er.


Dia tahu perbedaan kekuatan mereka sangatlah jauh, merupakan langkah yang konyol kalau dia mati-matian melawan musuh yang tidak mungkin dimenangkan.


Terlebih lagi, serangan tadi merupakan salah satu serangan terkuat yang bisa dia lakukan. Setidaknya, dia telah menggunakan setengah energi qi nya saat berhadapan langsung dengan Wu Tou Gui. Mustahil bagi Yan Xu untuk menang saat melihat lawan dengan enteng melukainya hingga mati sekali.


Sebenarnya, Yan Xu telah mati saat Wu Tou Gui menyerangnya. Kalau saja dia tidak memiliki tubuh abadi untuk bangkit kembali dari kematian, perjalanan Yan Xu akan berakhir sampai di situ. Semuanya sesuai dengan perkiraan awal Yan Xu karena dia cuma berniat untuk menghambat musuh sampai kultivasi Xia'er selesai.


Sudut mulut Yan Xu menunjukkan kemiringan yang bengkok. Dia memang tidak senang karena telah dipukuli sampai mati, tapi membayangkan Xia'er akan menghajar hantu itu dengan lebih mengerikan, amarah yang ada di dalam hatinya telah menghilang begitu saja.


Dengan menggunakan sudut pandang lain, nampak jelas dari kejauhan bahwa Yan Xu telah lari dengan ekor yang menggelantung di antara kedua kakinya. Awalnya dia tidak berniat untuk menarik perhatian para hantu, akan tetapi keberuntungan Yan Xu telah habis ketika Wu Tou Gui menghentikan langkahnya. Pada saat itu, dia sudah memodifikasi beberapa susunan formasi mematikan yang tersebar hingga tidak ada lagi tersisa untuk digunakan saat melawan Wu Tou Gui.


Pilihan yang tersisa di benak Yan Xu sudah pasti kabur karena lawan memiliki ranah kultivasi jauh di atasnya. Namun, mengingat Xia'er yang masih tak kunjung memberikan kabar, Yan Xu harus berjuang keras agar musuh tidak menyadari niat awal mereka. Dengan begitu, terjadilah pertarungan antara dia dengan Wu Tou Gui menggunakan setengah dari energi qi murni yang ia simpan.


Dalam perjalanan menuju ke arah Xia'er, tubuh Yan Xu menyerap energi qi kematian paling murni di sekitarnya. Dikarenakan ia memiliki aura tak berwarna, kini warna aura dimiliki Yan Xu berubah menjadi hitam pekat dengan kilapan seperti langit malam gelap tanpa sinar rembulan.


"Aiya!— Untung saja aku sudah memasang susunan formasi serangan otomatis saat bersembunyi di dalam tanah. Dengan begitu, dia akan mengira kalau dirinya sedang diserang terus-menerus. Dengan kesadaran ilahi yang sangat tajam, Wu Tou Gui hanya terlihat seperti keledai idiot yang terlalu bergantung pada kesadaran ilahinya."


Yan Xu terus melaju ke arah Xia'er dengan kecepatan yang konstan, tanpa ada sedikitpun hambatan. Hanya saja, dia terus tertawa mengingat Wu Tou Gui telah masuk ke dalam perangkap ketika menginjak susunan formasi palsu yang ia buat.


...

__ADS_1


Di sisi lain, Xia'er yang telah selesai berkultivasi mengembuskan napas lega dan membuka kedua kelopak mata indahnya.


"Sudah beberapa jam berlalu, aku harap dia tidak keliaran terlalu jauh."


Xia'er mondar-mandir mencari tahu keberadaan Yan Xu menggunakan kesadaran ilahi, tapi dia tidak menemukan apapun selain beberapa hantu yang sedang bergerombol tidak jauh dari tempat ia berada.


"Jiangshi ...."


Xia'er memutar kepalanya ke arah gerombolan hantu yang sedang memperhatikan dia.


Dengan wajah datarnya yang tanpa cacat bagaikan sebuah porselen, Xia'er menggunakan teknik suara untuk menyerang mereka.


"Meledak."


Hanya dengan satu kata itu, suara jeritan mengerikan dari para hantu dapat terdengar jelas bagi para kultivator yang sudah diperkuat pendengarannya dengan energi qi.


"Kwaah!"


"Twaackk!"


"Khuuaakk!!"


Ledakan darah busuk terjadi di arah Xia'er mengeluarkan teknik suaranya.


Dapat terlihat dari jauh bahwa tubuh para hantu mulai membengkak hingga akhirnya meledak sendiri. Itu semua karena satu kata yang telah diucapkan Xia'er ke arah mereka. Hanya dengan suara kecil yang datar, dia telah memerintahkan kepada para hantu itu untuk mati secara mengenaskan!


Bukankah hantu telah mati?— Mereka benar-benar telah mati sebelum dihidupkan kembali menjadi hantu. Hanya saja perbedaan dari kondisi hidup mereka lebih menyerupai hewan buas, dibandingkan manusia biasa.


Merasa tidak ada lagi gangguan, Xia'er kembali menutup matanya sambil menunggu kedatangan Yan Xu.


Dia menjadi jauh lebih tenang dari sebelumnya karena hawa kehadiran Yan Xu mulai dapat ia rasakan dari kejauhan sedang menuju ke tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2