Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Pertemuan Tengah Malam - 3


__ADS_3

"Uhuk! Mari kita kembali ke topik utama. Kamu sudah menyampaikan seluruh penilaian entah itu bersifat subjektif maupun objektif. Nak, apa ada hal lain yang mau kamu tambahkan?"


Sebagai penengah yang netral— tapi masih takut istri—, Su Weiyan kembali bicara dengan nada yang bermartabat.


Masalah mereka saat ini adalah tidak menemukan satupun kesepakatan baik dari pihak Su Lixuan, maupun antara puncak.


Sebaliknya, Su Lixuan semakin bersikap dingin dan agresif. Andai saja tatapan bisa membunuh, Yan Xu sudah tercabik ribuan kali akibat tatapan matanya.


Tidak peduli bagaimana baiknya Yan Xu menjelaskan, semua penjelasan selalu disanggah walaupun tidak memiliki kekurangan. Hal tersebut membuat pembicaraan mereka selalu berputar di tempat yang sama!


Mereka terus saling bertanya maupun saling menjawab, namun masih belum mencapai titik terang. Seberapa keras Yan Xu menekankan bahwa Su Yueyin itu lebih baik berada di Puncak Angin, Su Lixuan akan terus menolak bekerjasama dalam membantu pemindahannya.


Su Lixuan dengan wajah muram berkata, "Bukankah kamu terlalu menyepelekan aturan sekte? Hanya karena Wang Jia Li bisa berpindah, bukan berarti Yin'er bisa pindah secara permanen dengan mudah!"


"Menurut aturan sekte, anggota puncak yang ingin berpindah ke puncak lain harus melewati ujian dan menerima persetujuan setidaknya dari tiga orang. Misalkan saja sudah ada dua orang yang setuju dari kami, siapa lagi yang akan kamu minta persetujuannya? Jangan bilang kalau kamu nekad meminta persetujuan kepada Guru!?"


Su Weiyan menepuk jidatnya dan berkata, "Benar juga. Diperlukan sepuluh ujian dan tiga persetujuan agar dapat berpindah ke puncak lain! Namun, kita bisa membuatnya hanya menjadi satu."


"Menjadi satu?" tanya Yan Xu yang minatnya terusik.


Su Weiyan mengangguk ringan dan berkata, "Benar! Kamu bisa menjadikan ujian itu hanya menjadi satu, tapi kesulitannya akan berlipat ratusan kali lebih sulit! Terlebih lagi, itu harus dilakukan oleh anggota puncak yang ingin dia ikuti."


Su Lixuan yang berada di sampingnya menghela napas berat, menopang pipinya ke tangan dengan bosan dan berkata, "Percuma, sejauh ini tidak ada yang bisa melewati ujian itu walaupun mereka mengambil sepuluh tahap. Bukan hanya itu, kamu ingin mengambilnya menjadi satu tahap? Itu sama saja dengan bunuh diri!"

__ADS_1


Dia memutar matanya, ke samping. Namun, Su Lixuan masih dengan diam-diam mengamati dari sudut lain menggunakan kesadaran ilahinya. Dia ingin tahu, seberapa serius Yan Xu ingin memperjuangkan kepindahan Su Yueyin ke Puncak Angin secara permanen.


Sudah beberapa kali seluruh kata-kata manis dari mulut pria itu dia tolak. Memang dia bisa menyetujui setiap poin dalam penjelasan Yan Xu, hanya saja aturan tetap aturan. Dia sengaja baru mengungkit itu demi menjatuhkan momentum pihak lain.


Sementara itu Yan Xu masih berpikir, bagaimana bisa dia melupakan aturan sektenya sendiri. Hampir saja, dia mempermalukan diri sendiri karena lupa kalau Sekte Abadi Luo juga punya aturan!


Menggelengkan kepalanya, Yan Xu dengan senyum tipis berkata, "Jika memang itu yang diperlukan, Murid akan mengambil ujiannya."


"Tidak, jangan lakukan itu. Bagaimana mungkin kamu yang masih tahap akhir inti emas sebelum penempaan bisa menyelesaikan tingkat kesulitan seperti itu."


Kali ini Su Yueyin angkat bicara, dia tidak ingin membuat Yan Xu melemparkan dirinya sendiri ke dalam api. Cukup dengan niat dan bagaimana dia menyampaikan keinginannya, sudah membuat Su Yueyin merasa bahagia. Tak perlu sampai melemparkan diri ke dalam bahaya dan lebih baik mereka mencari cara lain, begitulah yang peri berekspresi dingin itu pikirkan.


"Maaf Bibi Yueyin, tapi itu tidak bisa. Murid sudah memutuskan, jadi tidak ada yang bisa menghentikan Murid terlepas siapapun itu! Ini juga demi kamu, bukan orang lain!"


Namun, Yan Xu menolak dengan tegas.


Su Yueyin merupakan domba yang memiliki kapas dengan kualitas tinggi. Pertumbuhan itu tidak didapatkan dari Puncak Surgawi, melainkan Puncak Angin yang telah memberikan dia kekayaan spiritual dimana-mana!


Melepas pihak lain begitu saja meski dia sudah makan dan minum juga merasakan kelebihan puncak mereka? Mimpi! Yan Xu tidak akan membiarkan itu terjadi, walau harus meledakkan seluruh makam leluhur Sekte Abadi Luo!


Yan Xu memiliki ekspresi datar saat ini, tetapi kedua matanya sudah menunjukkan kebulatan akan tekadnya. Siapapun yang melihat, pasti akan tahu bahwa dia sudah tidak dapat dibujuk lagi.


Melihat kebulatan tekad pihak lain, sudut mulut Su Lixuan tersenyum tipis. Inilah yang dia tunggu dan inginkan. Menarik secara alami dan diam-diam, melihat bagaimana orang lain berjuang demi putri mereka.

__ADS_1


"Ternyata aku memang salah menilaimu. Aku akui, kamu memang pria yang baik. Kami akan membantu kepindahan Yin'er, asalkan kamu bisa melewati ujian sekali jalan. Itu adalah syarat dariku," ucap Su Lixuan dengan puas.


Seluruh aura yang ingin menekan Yan Xu telah menghilang, kini udara di sekitar telah kembali normal. Dengan begitu, Yan Xu sadar bahwa pihak lain telah menerima dan menganggapnya lulus. Sekarang, masalah penting dan terakhir yang harus dia selesaikan tinggal sedikit lagi dan Bibi Yueyin akan menjadi anggota Puncak Angin secara permanen!


Yan Xu menangkupkan tangannya dan berkata, "Terima kasih atas kebaikan dan kemurahan hati Bibi Lixuan," dia menatap ke arah Su Weiyan dan melanjutkan, "Paman Weiyan, bagaimana denganmu?"


Su Weiyan bingung sambil menunjuk dirinya sendiri. Sesaat jeda, dia menjawab, "Aku akan mengambil keputusan yang sama dengan bibi Lixuan mu."


Sudah diputuskan, dia sebagai orang netral hanya ikut-ikutan. Tidak ada salahnya dengan membiarkan Su Yueyin bersama Yan Xu, hanya saja dia tetap ingin memastikan bagaimana reaksi pihak lain ketika harus berhadapan dengan bahaya demi putri mereka.


Dia sudah puas saat Yan Xu bersedia, hanya saja di sisi lain ada keengganan di hatinya. Itu karena sebagai senior, dari sudut pandang lain mereka terlihat seperti orang yang memaksa juniornya. Padahal, pihak lain lah yang telah memaksa mereka untuk kerjasama di sini.


Bukan hanya itu, penilaian Su Weiyan telah bertambah karena Yan Xu tidak menggunakan trik kotor apapun. Andai saja dia meminta bantuan kepada gurunya, mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


Memang dengan cara termudah itu mereka bisa setuju, tapi kehormatan Yan Xu sebagai seorang pria maupun anggota sesama sekte akan sangat turun di mata Su Weiyan maupun istrinya. Mempertahankan ketidaksenangan jangka panjang, hanya akan membuat hubungan mereka semakin renggang.


Dia yang telah hidup ribuan tahun sangat memahami betapa rapuhnya hubungan di antara manusia. Ibaratkan seperti berjalan di atas seutas tali, begitulah seberapa tipis dan rapuhnya hubungan mereka. Terlebih lagi, Yan Xu telah memainkan trik yang membuat Puncak Surgawi kehilangan sebagian uang!


Membuang pemikiran itu, Su Weiyan kembali ke kenyataan. Dia kembali bicara.


"Nak, untuk ujianmu kali ini perkenankan aku menjelaskan terlebih dahulu cara kerjanya. Jika kamu memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk bertanya!"


Yan Xu mengangguk dan berkata, "Kalau begitu, Murid akan merepotkan Paman Weiyan untuk ini."

__ADS_1


Mendapatkan persetujuan dari pihak lain, Su Weiyan mulai menjelaskan sementara ketiga orang lainnya mendengarkan dengan seksama.


Mereka terus bicara dan membahas setiap poin penting yang ada pada penjelasan Su Weiyan, istrinya— Su Lixuan— yang telah berubah sikap juga banyak membantu dalam menambah setiap detil yang ada.


__ADS_2