
Setelah beberapa saat kemudian, Lan Xihe menggunakan tangan energi untuk mengelompokkan mereka menjadi enam baris.
Dia menjelaskan pada setiap baris pada bagian mana mereka akan ditempatkan, juga apa yang harus mereka lakukan setelah sampai satu per satu mulai dari barisan paling kanan.
Setelah mencapai barisan paling kiri, Lan Xihe berhenti sejenak kemudian berkata, "Mohon maaf, kalian tidak memenuhi persyaratanku."
Pada barisan terakhir ada sepuluh orang pria dan wanita yang setidaknya berumur 15-25 tahun. Setelah mendengar ucapan Lan Xihe, terlihat ekspresi kecewa di wajah mereka.
Namun, ada salah satu dari mereka mengangkat tangannya dan berkata, "Bolehkah aku tahu kenapa kami tidak memenuhi syarat?"
Suara itu berasal dari seorang pria tampan yang berusia 21 tahun, setidaknya ketampanan pria ini mendapat nilai 6 dari 10 poin.
Lan Xihe tersenyum nakal sambil mengangkat bahunya, "Karena kalian semua adalah tahi lalat dari keluarga lain."
Hanya dengan kalimat itu, semua orang yang hadir dapat mengerti bahwa anggota dari barisan ini adalah para pengkhianat di keluarga Jiang!
Pria tampan itu mengerutkan keningnya dan berkata, "Kepala Puncak, menuduh tanpa bukti itu sama saja dengan fitnah."
Lan Xihe mengangguk setuju dan berkata, "Kalau begitu ..."
'Sistem - lakukan pembelian kenangan pengkhianatan orang ini.'
"Ding! Melakukan pembelian ingatan «Fan Li Jie»! Mengurangi ↓ .... Koin!"
Setelah perintah itu keluar, sistem segera memberikan informasi yang menarik dan mengocok perut Lan Xihe yang melihat di dalam kepalanya.
"Bagaimana keadaan istrimu di keluarga Fan?" tanya Lan Xihe.
Wajah pria itu langsung gemetar, terdapat keringat membasahi sudut keningnya. Hanya dengan sekali lihat, semua orang tahu bahwa yang dikatakan oleh Lan Xihe benar adanya.
Tanpa menunggu siapapun bergerak, Lan Xihe bergumam kecil, "Intervensi suara."
Gelombang suara tak kasat mata meluncur ke barisan terakhir dan membuat tubuh mereka pecah hingga terbelah menjadi ribuan bagian. Darah segar menyembur ke segala arah, mengotori lantai hingga pakaian mereka yang tidak menggunakan energi qi untuk melindungi diri.
Semua orang diam, tidak ada yang berani bernapas dengan keras hingga melakukan sedikitpun pergerakan. Udara di aula utama mulai terasa menusuk hingga bagian terkecil kulit mereka yang menyaksikan pembantaian tragis dari Lan Xihe.
Sementara itu, Yan Xu yang masih menonton pertunjukan tidak memiliki apapun untuk dikatakan. Jadi, dia tetap diam sambil bertepuk tangan dengan meriah di dalam hatinya.
__ADS_1
Mendapatkan reaksi dari para anggota baru sesuai yang dia inginkan, Lan Xihe mengangguk puas. Dia berjalan dengan santai ke depan tengah semua anggota baru Puncak Angin yang masih berlutut.
"Sekarang, kalian boleh berdiri."
Semua anggota baru langsung mengikuti dan berdiri tegak, seolah-olah mereka sedang berbaris dalam upacara penaikan bendera suatu negara. Tatapan semua anggota baru masih memiliki keterkejutan yang sulit untuk disembunyikan.
"Aku adalah orang yang masuk akal. Selama kalian mematuhi peraturan Puncak Angin dan selalu setia, kalian tidak akan pernah menemui malaikat maut dengan cara seperti ini."
"Apakah menurutmu aku kejam?" tanya Lan Xihe sambil tersenyum hangat.
Para anggota baru segera menjawab dengan nada penuh ketegasan secara bersamaan, "Tidak, Kepala Puncak!"
Tidak ada yang keberatan dengan cara yang dilakukan oleh Lan Xihe. Mereka juga mengerti kalau tidak membunuh, di lain hari bisa saja mereka yang dibunuh. Aturan rimba dalam hukum tak tertulis pada dunia ini sudah menunjukkan hal sedemikian rupa.
Pembantaian mengerikan dari Lan Xihe hanya sebagian kecil dari betapa tidak bermoralnya hukum rimba dunia. Mereka yang sudah mengalami itu, tidak akan pernah mempertanyakan hingga menyanggah pembantaian tak bermoral itu.
Hanya saja, para anggota baru terkejut bukan main melihat puncak gunung es kekuatan yang dimiliki oleh Lan Xihe. Beberapa dari mereka sudah memiliki pikiran, apakah setelah berkultivasi mereka dapat melakukan itu juga.
Berbagai macam jenis emosi, gerakan tubuh maupun wajah, juga pemikiran dari para anggota baru telah dipatrikan kepada Lan Xihe melalui bantuan sistemnya.
"Puncak Angin adalah tempat dimana kamu akan mendapatkan pelatihan rutin untuk berkultivasi dan menjadi lebih kuat. Namun, kalian juga harus menjalankan tugas masing-masing yang sudah ditetapkan."
"Untuk seluruh anggota Puncak Angin diwajibkan memanggil murid langsungku dengan sebutan sesuai dengan urutan mereka. Kurasa hanya itu saja untuk peraturan umum yang perlu kalian ingat."
Setelah mengingat sejenak, Lan Xihe akhirnya kepikiran satu lagi.
"Jika ditemukan ada pengkhianatan terhadap Puncak Angin, mereka akan dieksekusi langsung bahkan dengan cara yang lebih mengerikan daripada ini." Lan Xihe menyeringai lebar.
Seringai lebar itu sebenarnya sangat indah, andai saja dia tidak menyebutkan aturan yang mengerikan. Hati setiap anggota baru menjadi lebih tegas dan mendedikasikan seluruh hidupnya demi Puncak Angin.
Lan Xihe yang sudah selesai, memberikan panggung yang tersisa kepada suaminya. Dia melirik dengan senyum hangat ke belakang. Menyadari itu, Yan Xu maju ke samping istrinya.
"Pertama, aku akan memperkenalkan murid tertuaku secara langsung kepada kalian semua."
Titik pandang para anggota baru jatuh kepada Yan Xu yang berada di sebelah Lan Xihe. Sementara itu, Yan Xu hanya mengangguk sebagai tanggapan dengan senyum hangat di wajahnya.
Para anggota baru segera memberikan salam hormat ke arah Yan Xu secara serempak, termasuk Jiang Nalan.
__ADS_1
"Kami memberikan hormat kepada Tuan Pertama!"
Suara lembut Yan Xu segera terdengar setelah salam tegas itu, "Tidak perlu terlalu sopan, kalian bisa berdiri kembali."
Dengan begitu, Puncak Angin akhirnya mendapatkan beberapa anggota yang berkualitas untuk memenuhi kekurangan orang pada setiap divisinya.
Merasa urusan mereka telah tercapai, kedua pasangan suami-istri itu membawa semua orang terbang kembali ke Puncak Angin menggunakan awan putih.
....
Beberapa saat setelah mereka pergi.
Jiang Nan memberikan perintah ke pelayan di sekitarnya, "Pelayan, siapkan jimat komunikasi yang diberikan oleh iblis itu."
"Baik, Kepala Keluarga."
Segera, pelayan itu menyiapkan segala macam keperluan yang dibutuhkan untuk penggunaan jimat komunikasi dua arah ke salah satu tetua faksi lama dari dunia iblis!
Setelah berbagai macam pembicaraan juga perencanaan hingga perjanjian kerjasama antara kedua belah pihak, jimat komunikasi terbakar menjadi abu di udara.
Jiang Nan menghela napas panjang sambil menatap ke arah perginya para garis keturunan dan bawahan terpercaya mereka.
"Keluarga Jiang tidak bisa selalu bergantung kepada Leluhur. Kami juga harus bertindak sesuai keadaan agar tidak merepotkan Leluhur."
Jiang Nan memberikan penghormatan penuh ke arah Yan Xu pergi, "Leluhur, tolong jalani kehidupan panjangmu dengan bahagia. Seperti harapan yang tertulis dari para leluhur pendahulu keluarga Jiang."
Setelah mengatakan itu, dia segera memanggil kepala pelayannya yang sudah tua.
"Pelayan tua ini siap melaksanakan seluruh perintah dari Kepala Keluarga hingga akhir hayatnya," ucap kepala pelayan keluarga Jiang sambil berlutut dengan penuh hormat.
"Kumpulkan beberapa anak yatim piatu untuk dijadikan sebagai garis keturunan selanjutnya. Rencana dari Leluhur maupun pihak iblis akan kita jalankan mulai saat ini. Setiap keuntungan yang kita dapatkan akan dibagikan kepada Leluhur, Puncak Angin dengan rasio 3:5 dan sisanya adalah untuk keluarga Jiang saat ini."
"Sesuai perintah Anda, Kepala Keluarga."
Kepala pelayan maupun pelayan lainnya segera menghilang ditelan bayangan, meninggalkan Jiang Nan sendiri di aula utama mansion.
'Dengan begini, keinginan para pendahulu kami juga sudah terpenuhi. Dari sini, aku akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian garis keturunan langsung keluarga Jiang, juga buah hatiku, Jiang Nalan.'
__ADS_1
...----------------...