Kakak Senior Yang Nakal

Kakak Senior Yang Nakal
Saudara Iblis Yang Gagah, Tolong Jadi Perisaiku!


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, Yan Xu menerima beberapa tanda yang dikirim tidak jauh dari lokasi jebakan.


Beberapa kelipan cahaya seperti kode berkata, 'Maaf, aku mengacaukan rencananya. Karena jebakannya terlalu banyak, jadi ku hamburkan saja ke seluruh tempat!'


'Mengacaukan ibumu! Bahkan seluruh keluarga mu pasti adalah pengacau!' teriak Yan Xu di dalam hatinya.


Menarik napas dalam-dalam, Yan Xu mengembuskan amarahnya dengan berat ke udara. Emosinya yang menggebu-gebu, kini sudah menjadi stabil.


Perilaku konyol sebelumnya, telah hilang seperti tidak pernah terjadi. Dia memasuki kondisi terbaik dan akan menilai setiap hal dengan pemikiran yang logis.


Memperkuat seluruh persepsi maupun kesadaran ilahinya, Yan Xu dapat melihat setiap benang tak kasat mata dan jebakan yang dihamburkan oleh Long Feiyun. Semua benang tidak memiliki pola, jebakan yang berserakan bahkan terlihat seperti limbah pabrik yang sembarangan dibuang.


Tidak memiliki pilihan lain, Yan Xu mengumpulkan beberapa energi qi murni pada tangan kanannya. Pada ujung jari telunjuk dan tengah, muncul sebuah cahaya seperti jarum, itu adalah pedang qi mini.


"Kalau tidak ada satupun lokasi aman, aku cuma perlu membuatnya."


Sudah mengambil keputusan, Yan Xu mengarahkan ujung jarinya ke arah benang yang paling memiliki banyak cabang.


Ketika pedang qi mini itu menyentuh benang, ledakan keras terjadi hingga membakar beberapa kelompok iblis.


Melawan banyak orang bukanlah hal yang bisa dilakukan, kecuali dia adalah seorang tokoh utama di dalam novel. Ini adalah dunia nyata, dia membutuhkan berbagai macam tipu muslihat, menjebak lawan agar masuk ke dalam perangkap, sehingga dia dapat membunuh mereka pada saat itu juga.


Menurut perhitungan Yan Xu berdasarkan perlawanan panjang yang telah ia lalui, pihak iblis akan mengorbankan sebagian kecil dari barisan depan untuk menahan jebakan, sementara yang masih bisa diselamatkan akan dibantu oleh barisan belakang.


Membuka jalan untuk musuh juga merupakan salah satu pilihan yang cocok untuk situasinya sekarang. Dia akan menciptakan area aman untuk musuh, mengaktifkan setiap jebakan dimana langkah mereka telah terkunci.


Sementara perhatian musuh masih tertuju pada jebakan aktif, dia akan menyerang dari titik buta mereka. Strategi kali ini cukup memakan energi qi karena semua itu tergantung pada seberapa banyak musuh yang dapat ia tebas setelah menggunakan teknik pengejaran jiwa, kemudian menjauh dari jangkauan serangan mereka menggunakan teknik gerakan yang sama.


Hal itu akan terus dia lakukan secara berulang, hingga jumlah musuh berkurang.


'Mari kita lihat, seberapa banyak perkembangan kultivasiku sejauh ini.'


...


Sesuai dengan perhitungan Yan Xu, para iblis bergegas menuju ke area aman yang telah ia ciptakan.


Mereka semua menggunakan formasi serangan jarak jauh, dimana barisan depan akan berkeliling dan pusat dari formasi itu adalah barisan belakang yang akan melakukan serangkaian teknik menyerang jarak jauh ke arah Yan Xu.


Salah satu ketua kelompok iblis yang mendadak merasakan ada yang aneh melalui pengalaman pertarungan panjang mereka, segera memberikan peringatan, "Tetap berhati-hati! Ingat, ini adalah wilayah yang dia buat! Kita tidak tahu—"


Sudah terlambat, sebelum peringatannya bisa sampai ke kelompok lain, barisan belakang mereka telah melepaskan serangan jarak jauh ke arah Yan Xu.


Yan Xu tersenyum tipis, dia mengetuk udara kosong dengan kakinya, seketika membuat energi qi beresonansi dengan ia sebagai sumbernya.


'Guru, apa kamu ingat dengan teknik ini? Ini adalah salah satu teknik yang kamu gunakan untuk melawan mereka yang dari Pulau Mosheng. Setiap teknik yang pertama kali aku lihat ketika kamu menggunakannya saat itu, aku selalu mempelajari mereka sambil mengikuti pelatihan kejam mu,' keluh Yan Xu di dalam hatinya dengan penuh kekaguman untuk Lan Xihe. Tiada angin, tiada hujan, dalam moment ini dia hanya teringat akan Lan Xihe yang saat itu berdiri di udara untuk membelanya.


Kebetulan, kali ini dia juga sedang berdiri di udara, namun dalam keadaan yang berbeda, dengan tujuan yang sama. Dia bertekad untuk segera membereskan sisa peradaban kuno, demi keselamatan mereka semua. Itu sudah cukup membuat Yan Xu teringat akan hal tersebut.


Hanya beberapa meter sebelum serangan jarak jauh para iblis mendekati Yan Xu, dia segera berteriak dengan lantang.

__ADS_1


"Intervensi suara!"


Weng!


Gelombang kejut besar menyebar dari Yan Xu.


Teknik itu memicu seluruh jebakan yang akan melawan balik serangan para iblis, menciptakan ledakan besar di udara. Gelombang kejut dari ledakan tersebut, memukul mundur seluruh orang yang berada di dekatnya, tak terkecuali pasukan iblis maupun Yan Xu.


Terdorong beberapa meter di udara, Yan Xu memutar tubuhnya di udara guna menghentikan gelombang kejut dan segera menggunakan teknik pengejaran jiwa menuju ke arah kelompok iblis yang masih teralihkan akibat dampak ledakan sebelumnya.


Ketua kelompok iblis yang sebelumnya berteriak, kembali mengingatkan rekan iblisnya, "Jangan teralihkan! Dia akan datang!"


Mendengar itu, barisan depan segera memperkuat seluruh persepsi maupun kesadaran ilahi mereka. Anggota barisan depan kelompok iblis dipenuhi dengan aura ganas yang siap menahan serangan kejutan dari pria biadab itu, namun mereka lupa akan satu hal.


Musuh yang terlalu siaga, akan membuat celah. Itulah yang diinginkan Yan Xu dan mereka telah mengikuti skemanya begitu saja.


Tanpa membuang waktu, Yan Xu telah sampai di atas barisan belakang. Dia menarik tombak energi di udara kosong menggunakan lengan kirinya dan melakukan gerakan berputar.


"Enyah!"


Dengan teriakan yang mengeluarkan aura permusuhan ganas, Yan Xu menyapu sejumlah besar anggota barisan belakang mereka. Menyisakan beberapa yang masih selamat, Yan Xu segera mendarat di tanah dan menggunakan kakinya untuk menendang salah satu dari mereka.


Anggota barisan belakang yang tidak beruntung itu, terhempas ke arah rekan-rekannya, membuat barisan mereka agak kacau.


Melalui celah kekacauan kecil itu, Yan Xu segera melemparkan tombaknya ke arah mereka dan berhasil membunuh lima iblis kuno dalam satu tembakan.


Barisan depan formasi segera mengambil tindakan walau terlambat, mereka mengarahkan perisainya ke arah Yan Xu untuk mengunci pergerakannya.


Mengambil sebuah belati kecil yang tersembunyi di balik lengan jubah abadinya, Yan Xu meletakkan belati tersebut ke mulutnya dan lengan kirinya kini menarik pedang energi dari udara kosong.


Teknik dengan satu belati dan satu pedang bukanlah hal yang ia pelajari dari Lan Xihe karena ini bukanlah cara terhormat untuk bertarung. Dia mempelajarinya secara diam-diam dengan bantuan dari ingatan kehidupan di Bumi.


Pedang di tangan adalah perisai, belati di mulut sebagai tombak yang dapat menembus perisai.


Itu merupakan salah satu filsofi para petarung jalanan yang kini ia terapkan pada dirinya sendiri.


Dengan perisai besar milik barisan depan mulai mengelilingi Yan Xu, dia segera merubah postur tubuhnya yang semula tegak menjadi acak-acakan, seolah ia adalah binatang.


'Maaf, Guru. Kamu bikang kita tidak seharusnya bersikap seperti binatang, karena itulah kamu selalu memfokuskan setiap ajaran untuk menyelaraskan gerakan kami seperti bunga. Teratur, indah dan tajam itulah yang kamu ajarkan. Namun, kali ini Murid akan menjadi kacau, buruk rupa namun tajam dan bengis,' ucap Yan Xu didalam hati dengan perasaan yang agak ironis.


"Kepung dia!" teriak salah satu ketua kelompok iblis kuno.


Perisai besar semakin mendekat dan tidak memberikan celah pada Yan Xu untuk melakukan persiapan teknik.


Namun, itu bukan lagi menjadi halangan karena dia tidak memerlukan hal tersebut.


Menginjak tanah, Yan Xu menerjang ke salah satu perisai yang tertutup rapat.


Dia mengumpulkan energi qi murni pada pedang maupun belatinya.

__ADS_1


Dengan putus asa, Yan Xu melakukan tebasan cepat menggunakan belati di mulutnya. Jika manusia biasa melihatnya, mereka hanya dapat melihat sekali tebasan, namun sebenarnya dia telah melakukan seribu tebasan.


Gaya bertarung itu benar-benar seperti binatang buas.


Namun, sama halnya dengan binatang buas yang terperangkap, secara perlahan Yan Xu mulai terperangkap di dalam kurungan perisai yang rapat tanpa celah itu. Semua anggota barisan depan kelompok iblis memperkuat pertahanan mereka untuk mengurung pria itu.


Terkadang, mereka dapat merasakan pergerakannya yang masih menyerang dengan ganas melalui dorongan dari perisai.


Hanya masalah waktu hingga pria biadab itu kelelahan, begitulah pikir mereka.


Perlahan, perisai yang menahannya mulai retak, dari retakan kecil itu salah satu anggota barisan depan yang menahan Yan Xu merasakan dingin di belakang kepalanya.


"Binatang buas sialan!" teriak anggota itu ketika melihat wajah Yan Xu yang acak-acakan, dengan kesadaran yang hilang namun masih menyerang perisainya tanpa henti hingga retak.


Retakan itu semakin besar, walau sudah dibantu oleh barisan belakang untuk mensuplai energi qi pada perisainya.


Semakin besar retakan itu, sebuah tangan dapat keluar dan menarik kepala iblis kuno itu menuju ke dalam dan—


Pluk!


Satu kepala dari iblis yang berteriak sebelumnya jatuh ke tanah, diikuti dengan terbukanya celah bagi Yan Xu untuk kabur.


Hanya bayangan hitam yang terlihat sedang keluar dari formasi kurungan yang dilakukan oleh barisan depan kelompok iblis kuno.


Itu adalah Yan Xu yang keluar menggunakan teknik pengejaran jiwa dan berlari menjauh, namun dia sekali lagi memutar arah.


Dapat terlihat senyuman bengkok dengan wajahnya yang berlumuran darah, memiliki keinginan penuh untuk menghabisi setiap iblis yang ada.


Tak gentar, barisan depan segera memperkuat kembali pegangan perisai mereka.


Srett!!!


Yan Xu segera mengerem dan menjulurkan lidahnya dan berputar kembali ke arah jebakan.


Dia telah mendapatkan apa yang diinginkannya, sisanya tinggal mati bersama mereka dan hidup kembali.


Saat terjebak dalam kurungan perisai seorang diri, Yan Xu telah menggali sebuah lubang sebagai alibinya dapat selamat dari jebakan yang ada. Lubang tersebut juga sudah dipastikan tidak memiliki satupun jebakan. Jadi, sangat cocok dijadikan sebagai penguat alibinya.


Mengambil salah satu benang menggunakan lengan kirinya, Yan Xu langsung menarik benang itu.


Benang itu merupakan inti dari jebakan, dimana tempat awal Long Feiyun memasang jebakan. Dengan benang itu ditarik, seluruh jebakan akan terpicu.


Yan Xu segera menggunakan teknik pengejaran jiwa dan bersembunyi di balik kelompok iblis kuno sambil berkata, "Saudara iblis yang gagah, tolong jadi perisai dagingku!"


Sadar-sadar mendadak musuhnya telah berlindung di salah satu barisan belakang mereka, para iblis itu ingin bergerak namun sudah terlambat.


Semua jebakan telah terpicu dan menciptakan ledakan dahsyat, membakar area sekitar hingga dapat dipastikan kemungkinan untuk bertahan hidup adalah nihil.


Sebelum kematian menjemput mereka, para iblis kuno berteriak di dalam hati secara serempak.

__ADS_1


'Perisai ibumu! Seluruh keluargamu lah yang harusnya jadi perisai daging, manusia keparat!'


Mereka semua tersapu habis, termasuk Yan Xu yang sudah bersembunyi di bawah tanah. Dia hanya perlu bangkit dari kedalaman tanah, dan memperlihatkan tanda-tanda selamat kemudian beralasan menggunakan keberuntungan juga pil penyembuhan.


__ADS_2